Ekonomi Kreatif Kekuatan Bertahan

Suaratapian.com-Kendati industri kreatif menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi Covid-19. Ajakan antusias, bahwa ekonomi kreatif menjadi kekuatan untuk bertahan di masa sulit juga diserukan Anggota Dewan Murfati Lidianto, SE MA yang didaulat memberi pendapat di Talk Show bertema Membangun Ekonomi Kreatif di Masa Sulit yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) melalui Webinar, pada, Rabu, 8 September 2021. Murfati setuju bahwa anak muda diberi ruang untuk mengembangkan dan menciptakan kreatif di Kota Bekasi. “Saya senang jika anak-anak diberi ruang, dilibatkan dalam UMKM Kota Bekasi,” sebutnya. Dia juga mencontohkan, perlu pembenahan terus-menerus, “kemarin itu ada beberapa kemasan snack Kota Bekasi masih kurang bagus.”

“Thailand itu sudah mengemas kemasan yang sangat cantik dan bagus. Jadi orang melihat packagingnya sudah tertarik membeli tentu juga snacknya diperhatikan enak dan gurih, kemasan itu penting. Mungkin bisa memulai dari Kota Bekasi sendiri, pemerintah Kota Bekasi membuat kemasan kertas yang agak tebal dan tampil menarik bisa mendatangkan PAD untuk Kota Bekasi.

Dan kopi ini dhasyat tarik tersendiri untuk anak muda dan orangtua yang gemar kopi kiranya bisa membuat satu pasar dengan 1000 warung kopi dengan penataan dan design yang menarik, bisa mengundang investor. Anak-anak muda untuk ke Kota Bekasi membuka warung kopi dengan ciri khas masing-masing.

Terkait ketahanan pangan, menurutnya perlu juga diujicoba. “Kita berkebun di tanah fasum-fasos dialihkan fungsi berkebun singkong keju dan dibukakan warung kopi dan singkong goreng. Jadi ada nilai jualnya kebun singkong dengan warung singkong keju goreng. Pemerintah menggandeng anak muda berharap situ juga menjadi sebuah program yang terjaring dengan pemerintah kota dan DPRD ke depan.” Sementara soal pohon dan bunga, Murfati menyinggung perlunya bisnis tanaman dikembangkan.

“Saya terpikir boleh juga kota Bekasi untuk ekonomi kreatif, untuk anak muda itu, sekarang ini kan lagi pandemi covid, banyak masyarakat mengisi waktu di rumah dengan bercocok tanaman seperti menanam pohon buah dan bunga-bunga bisa kota Bekasi memasarkan tanaman dengan asimilasi pohon-pohon buah dan bunga   dengan bikinan anak-anak muda hias bunga-bunga beraneka macam di satu pot kemudian dipasarkan mungkin bagus,” sebut Murfati mengakhiri. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.