Kekerasan Seksual Oleh Kakek, Paman, Abang dan Sepupu di Padang

suaratapian.com-Suaratapian.com-Kasus kejahatan seksual sadis terhadap dua anak kakak beradik oleh seisi rumah dan tetangga korban terdiri dari kakek, paman abang dan sepupu korban di Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat mendapat atensi serius dari Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak. Mengingat perbuatan  para pelaku merupakan perbuatan tindak pidana bergerombol dan tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) serta perbuatan  biadap, pelaku   patut dijerat dengan UU RI No: 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu Nomor : 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto Undang-undang Nomor: 35 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman seumur hidup  dan dengan  hukuman tambahan berupa KEBIRI melalui Suntik Kimia.

Lebih lanjut, menjelaskan dalam keterangan persnya,   mengingat unsur tindak pidana serangan seksualitas terhadap kedua anak itu sudah terpenuhi,  Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang mengurus pembelaan dan Perlindungan Anak di Indonesia mendesak dan meminta Polres Padang untuk menjerat pelaku dengan hukuman tambahan berupa kebiri (Kastrasi) melalui Suntik kimia.

“Haparan saya Polres Kota Padang tidak ragu-ragu menjerat pelaku dengan ketentuan itu, sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga  dapat menuntut pelaku dengan hukuman paling tidak 20 tahun dan atau seumur hidup serta hukuman tambahan berupa kebiri dengan suntik kimia,  karena dilakukan oleh orang terdekat yang mempunyai kewajiban melindungi anak,” ujar Arist.

 “Artinya dapat ditambahkan sepertiga dari pidana pokoknya,” tambahnya.

Lebih jauh, Arist menjelaskan bahwa korban dua orang kakak beradik berusia 5 dan 7 tahun yang telah menjadi korban kekerasan seksual oleh kakek, paman serta kakak dan tetangga korban.

Jumlah pelaku 6 orang dan 4 orang diantaranya sudah ditahan terdiri dari kakek kandung korban,  paman dan kakak kandung korban, serta sepupu korban.

Menurut keterangan Kompol Rico Fernanda Satreskrimum Polres Padang, ke empat pelaku berhasil diringkus di kawasan Pasar Raya Padang tanpa perlawanan.

Sementara dua pelaku berinisial RU tetangga korban dan A kakak kandung korban saat ini masih buron.

Lebih lanjut,  Arist Merdeka menjelaskan kedua korban mendapat serangan kejahatan seksual dihari yang berbeda oleh para pelaku.

Pertama yang melakukan adalah Kakek korban kemudian di hari berikut dilakukan oleh 5 pelaku  berikutnya.

Kompol Rico menjelaskan, bahwa perbuatan  pelaku terungkap setelah korban mengadu ke tetangga. Kedua korban tidak melaporkan karena takut dan diancam pelaku. Namun  tetangga korban kemudian berkoordinasi dengan RT setempat laku melaporkannya kejadiannya ke Mapolresta Padang.

Haasil visum menunjukkan ada kerusakan serius di alat vital korban di Vagina dan anus korban.

Menurut informasi yang didapat Perwakilan Komnas Perlindungan Anak di Padang, kondisi  korban dilaporkan, saat ini  korban dalam  keadaan trauma. Dan  berdasarkan visum, pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang ditangani Unit PPA Satreskrim Polres  Padang.

Atas perbuatan pelaku,  ke enam pelaku disangkakan dengan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2), junto pasal 76E Undang-undang Nomor : 17 tahun 2016 dengan ancaman seumur hidup dan bahkan dapat dikenakan dengan hukuman tambahan berupa kebiri.

Selanjutnya, Arist Merdeka Sirait menjelaskan, atas peristiwa ini Komnas perlindungan Anak meminta kepada seluruh keluarga korban dan masyarakat untuk mendukung proses penyelesaian hukumnya untuk kedua anak ini.

Komnas Perlindungan Anak meminta kepada dinas Sosial Kota Padang dan dinas PPPA Kota Padang untuk melakukan perlindungan terhadap korban dan menyelamatkan korban agar korban mendapatkan pelayanan psiko sosial dan pelayanan medis termasuk kelanjutan masa depan anak untuk meneruskan haknya atas pendidikan.

“Tidak ada alasan untuk tidak memberikan layanan sosial dan rehabilitasi sosial bagi korban. Ini merupakan tanggung-jawab sosial pemerintah.

Demi kepentingan terbaik anak dan keadilan bagi korban, dalam waktu dekat Komnas Perlindungan Anak akan bersinergi dengan para pegiat Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak di kota Padang guna memberikan layanan  hukum dan pelayanan rehabilitasi  sosial dan bagi korban dengan melibatkan Dinas Sosial dan Dinas PPPA, tambah Arist. (HM)

Dan atas kerja cepat Polres Kota Padang menugkap kasus ini, saya atas nama Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak memberikan apresiasi atas kerja cepatnya mengungkap tabir serangan seksual terhadap dua anak yang dilakukan seiisi rumah dan tetangga korban, tandas Arist.

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.