Misteri Ruang dan Waktu (1)
Oleh: Hojot Marluga
Kehidupan ini seperti ombak laut, kadang pasang, kadang surut. Orang-orang yang bijak memahami bahwa “semua ada waktunya” tahu bahwa kengototan tidaklah segalanya. Ambisi itu penting, tetapi bukan ambisius yang menghalalkan segala cara. Ada saatnya kita harus melangkah maju, dan ada saatnya kita harus berhenti sejenak, bahkan mundur. Ada waktunya kita tertawa, menikmati kebahagiaan dan kesuksesan. Ada waktunya kita menangis, meratapi kegagalan dan kesulitan. Ada waktunya kita mendapatkan untung, dan ada waktunya kita mengalami kerugian. Tapi, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi semua itu.
Untung bisa menjadi buntung jika kita tidak menyikapinya dengan kesadaran. Tapi, buntung juga bisa menjadi keutungan jika kita mengerjakannya dengan kesadaran yang prima. Semua tergantung pada kita, bagaimana kita memilih untuk melihat dan menghadapi kehidupan.
Kehidupan ini penuh dengan misteri, dan Bill Bryson membagikan pengetahuannya tentang ruang dan waktu dengan cara yang menarik. Kita dibatasi oleh ruang dan waktu, tapi itu tidak berarti kita tidak bisa memahami dan menghargai keindahan dan kompleksitas alam semesta.
Kita memiliki kesempatan untuk menggunakan waktu kita dengan baik, dan itu adalah kebijaksanaan manusia. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, kita memiliki pilihan untuk membuat perbedaan.
Dan, tahukah kamu bahwa setiap atom dalam tubuhmu telah melewati beberapa bintang dan pernah menjadi bagian dari jutaan organisme? Itu berarti kita semua terhubung dengan alam semesta dan memiliki energi yang luar biasa.
Buku “Amos Sekarang Waktu Tuhan” oleh J. A. Motyer mengingatkan kita bahwa waktu adalah kesempatan untuk berjuang dan berkarya. Kita memiliki kebebasan untuk mengisi hidup kita dengan perjuangan dan karya, dan hasilnya akan maksimal jika kita memperjuangkan apa yang kita kehendaki.
Tapi, kita juga diingatkan bahwa waktu bukanlah milik kita, melainkan milik Tuhan. Manusia bisa membuat sistem waktu, tapi tidak bisa mengatur waktu itu sendiri. Kita dibatasi oleh ruang dan waktu, dan harus menerima bahwa segalanya punya waktu yang telah ditentukan. … (bersambung)
