Munas KMDT: Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Mengembangkan Danau Toba

Suaratapian.com-Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I pada 2-3 Oktober 2025 di Artotel Senayan, Jakarta. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan tonggak sejarah untuk mengukuhkan peran KMDT dalam mewujudkan Danau Toba sebagai pusat peradaban, kedaulatan pangan, dan pariwisata berkelanjutan Indonesia. Munas I KMDT ini menjadi ajang strategis untuk membahas dan menggarisbawahi langkah-langkah konkret dalam memajukan Danau Toba. Dengan tema yang relevan, acara ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi visi, strategi, dan pengalaman dalam mengembangkan potensi Danau Toba.

KMDT berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional. Dengan demikian, diharapkan Munas I KMDT dapat menjadi katalisator bagi kemajuan Danau Toba dan sekitarnya.

Persiapan Panitia Munas I KMDT

Ketua Panitia Munas I KMDT, KH Muhammad Nuh, MSP, mengungkapkan bahwa persiapan untuk acara tersebut telah matang. Nuh menyatakan bahwa persiapan sudah hampir sempurna, dengan mengatakan, “Secara persentase, sudah tinggal dilaksanakan.” Pernyataan ini menunjukkan keyakinan dan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan Munas I KMDT yang akan datang. Sebagai Anggota DPD RI Dapil Sumut, Nuh menekankan pentingnya acara ini dalam memajukan Danau Toba dan sekitarnya. Dengan persiapan yang matang, diharapkan Munas I KMDT dapat berjalan lancar dan sukses.

Dia, menjelaskan bahwa steering committee (SC) telah merumuskan konsep dan harapan untuk acara ini, yang kini tinggal diwujudkan oleh organizing committee (OC). Dia menekankan bahwa semua pihak memiliki semangat yang sama untuk membuat KMDT terus eksis dan berperan di tengah masyarakat.

Senator asal Sumatera Utara, menyatakan bahwa KMDT adalah organisasi yang telah berjalan selama ini dan memiliki kiprah yang signifikan, terutama setelah Danau Toba mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Dia mengikuti perkembangan KMDT dan bahkan sempat mengadakan FGD di kantor DPD RI di Medan untuk merespon perkembangan ini.

Dalam kaitan dengan Munas yang akan dilaksanakan, Muhammad Nuh mendapatkan kepercayaan untuk ikut terlibat dan merasa bahwa sebagai masyarakat Sumatera Utara, dia memiliki kewajiban untuk mendukung upaya-upaya kebaikan. Dia menyatakan bahwa semangat untuk menjadikan Danau Toba terkelola dan membawa manfaat bagi semua pihak adalah sama, meskipun dalam masalah teknis mungkin ada perbedaan langkah.

Selain itu, Nuh juga menekankan pentingnya koordinasi dengan daerah dan mengedukasi masyarakat untuk memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengelola daerah yang merupakan tujuan wisata. Dengan semangat yang sama, dia berharap bahwa semua pihak dapat bersinergi, saling menguatkan, dan mendukung dalam mengelola karunia Tuhan yang indah di wilayah Sumatera Utara.

“Munas I KMDT ini akan menjadi forum strategis yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, yang akan membuka acara secara resmi dan menjadi narasumber dalam seminar. Selain itu, nama-nama besar lain yang diharapkan hadir adalah Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.”

Momentum Pengembangan Danau Toba

Sementara Drs. Martua Situngkir, Ak, Ketua Pelaksana Harian, menjelaskan, bahwa tema Munas kali ini adalah “Danau Toba menuju Pusat Peradaban, Kedaulatan Pangan, dan Pariwisata Berkelanjutan Indonesia.” Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi cerminan dari visi besar yang ingin dicapai. Dia juga menekankan pentingnya kehadiran para Bupati se-kawasan Danau Toba untuk memastikan sinergi program antara pusat dan daerah.

Dengan kehadiran para tokoh nasional dan tema yang relevan, Munas I KMDT diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan Danau Toba dan sekitarnya, serta memperkuat komitmen untuk memajukan kawasan ini sebagai pusat peradaban, kedaulatan pangan, dan pariwisata berkelanjutan Indonesia.

Persiapan untuk Munas pertama KMDT yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2025 sudah sangat matang. Martua Situngkir menjelaskan, bahwa selain mempersiapkan kepanitiaan, acara ini juga bertujuan untuk mensukseskan Geopark Danau Toba dan merayakan kabar baik bahwa KMDT telah mendapatkan “green card” dari UNESCO, yang merupakan pengakuan internasional atas pengembangan pariwisata Danau Toba.

Dalam persiapan Munas, telah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk beberapa menteri seperti Menteri Pangan, Menteri Pariwisata, Menteri Pertanian, dan Menteri Pendidikan. Gubernur Sumatera Utara juga diharapkan akan hadir, serta Bupati se-kawasan Danau Toba, untuk membahas pengembangan pariwisata Danau Toba.

Martua Situngkir menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, KMDT, dan semua lapisan masyarakat dalam mengembangkan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata. Beberapa strategi pembangunan yang akan dibahas dalam Munas antara lain infrastruktur transportasi dan konektivitas antar wilayah, harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, serta program prioritas pembangunan Sumatera Utara yang berwawasan dan berbasis Danau Toba.

Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik, diharapkan Munas pertama KMDT dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan Danau Toba dan meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi kawasan ini.

Memimpin KMDT ke depan

Munas I KMDT juga akan menjadi ajang penting bagi pemilihan ketua umum baru untuk periode 2025-2029. Menurut Ketua Umum DPP KMDT saat ini, St. Edison Manurung, SH, MM, proses pemilihan akan berlangsung secara demokratis dan transparan. Edison menjelaskan, bahwa pihaknya akan meminta 8 wilayah DPD KMDT untuk mengusulkan calon-calon yang dianggap mampu memimpin KMDT ke depan.

Edison berharap bahwa siapapun yang terpilih nantinya adalah sosok yang benar-benar memahami dan mampu melanjutkan amanah yang telah diemban selama lima tahun terakhir. Dengan proses pemilihan yang demokratis dan transparan, diharapkan ketua umum baru dapat membawa KMDT menuju kemajuan dan kesuksesan yang lebih besar dalam memajukan Danau Toba dan sekitarnya.

Munas I KMDT juga akan menjadi perayaan kecil atas pencapaian penting, yaitu keberhasilan Danau Toba meraih sertifikasi sebagai UNESCO Global Geopark. Menurutnya momen ini akan dimanfaatkan untuk merayakan keberhasilan ini, yang diharapkan dapat meningkatkan status pariwisata Danau Toba sebagai destinasi internasional.

Edison mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan Munas pertama KMDT. Dia berterima kasih kepada Muhammad Nuh, anggota DPD RI, dan Martua Situngkir, panitia pelaksana, yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk memajukan Komite Masyarakat Danau Toba.

Edison berharap bahwa Munas pada tanggal 3 Oktober nanti dapat berjalan dengan lancar dan demokratis. Dia akan menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kinerjanya sebagai ketua umum selama ini, termasuk keberhasilan KMDT dalam mendapatkan “green card” dari UNESCO untuk Danau Toba.

Edison juga menyebutkan, bahwa KMDT telah melantik dan membentuk kepengurusan di beberapa provinsi, termasuk Bali, Jawa Tengah, DKI, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia berharap bahwa Munas nanti dapat menjadi momentum untuk memajukan Danau Toba dan meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi kawasan ini.

Edison juga berencana untuk mengundang Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, dan beberapa menteri terkait untuk hadir dalam Munas nanti. Ia berharap bahwa dengan kehadiran para pejabat tinggi negara, Munas dapat menjadi lebih sukses dan membawa manfaat bagi Danau Toba dan masyarakat sekitarnya.

Dalam kesempatan ini, Edison juga mengajak semua pihak untuk berdoa agar Munas pertama KMDT dapat berjalan dengan lancar dan terpilih sosok yang tepat untuk memimpin KMDT ke depan.

Dengan berbagai agenda penting, seperti pembahasan program, seminar, dan pemilihan ketua umum, Munas I KMDT diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan baru yang solid dan berkomitmen tinggi untuk membawa Danau Toba ke level yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional.

Munas ini menjadi kesempatan bagi KMDT untuk memperkuat komitmen dan kerja sama dalam memajukan Danau Toba, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi kawasan ini. Dengan demikian, diharapkan Danau Toba dapat menjadi destinasi pariwisata yang lebih populer dan berkelanjutan di masa depan. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − four =