Museum Batak Raya Segera Dibangun, BATAK CENTER dan Pemkab Toba Tandatangani MoU
Museum Batak Raya Segera Dibangun
Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih erat antara Batak Center dan Pemkab Toba dalam melestarikan budaya Batak dan meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Toba.
Pembangunan Museum Batak Raya di kawasan Danau Toba menjadi salah satu poin utama kerja sama antara BATAK CENTER dan Pemerintah Kabupaten Toba. Proyek ini rencananya akan menempati lahan seluas enam hektar milik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan didukung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. “Proyek Museum Batak ini bersifat multi-years sehingga membutuhkan dukungan pembiayaan dari pemerintah. Ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan visi Menteri Kebudayaan,” ujarnya.
Pihaknya sendiri telah berkoordinasi dengan Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan, serta berencana menemui Menteri Pariwisata untuk memastikan ketersediaan lahan. Selain museum, kawasan tersebut akan dioptimalkan untuk pelestarian tanaman endemik khas Toba. “Dengan adanya museum ini, kita dapat melestarikan budaya Batak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Toba,” tambah Sintong. Proyek Museum Batak Raya ini diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Danau Toba dan meningkatkan perekonomian lokal.
Selain itu, BATAK CENTER dan Pemerintah Kabupaten Toba berkolaborasi untuk meningkatkan pariwisata di Danau Toba dengan menanam tanaman endemik khas Batak, seperti andaliman, kemenyan, dan flora lainnya. “Kami ingin menanam tanaman khas Batak untuk meningkatkan daya tarik wisatawan internasional di Danau Toba,” ujarnya. Selain itu, direncanakan juga ada lokasi khusus pembudidayaan Ikan Batak. “Tujuannya agar pariwisata Danau Toba semakin memiliki daya tarik bagi wisatawan internasional,” tambahnya.
Penandatanganan MOU antara BATAK CENTER DPN dengan Bupati Toba merupakan langkah penting untuk membentuk sinergitas antara BATAK CENTER dan pemerintah daerah Toba. “Puji syukur kita sudah menandatangani MOU ini, karena bagaimanapun kita tidak bisa lepas daripada pemerintah daerah di sana,” ujarnya. Tampubolon menjelaskan, bahwa harapannya adalah untuk menyinergikan program-program BATAK CENTER dengan pemerintah daerah Toba, terutama dalam pembangunan Museum Batak Raya di kawasan Danau Toba. “Kita merencanakan membangun Museum Batak Raya di Kaldera di BPODT untuk tahun ini atau selanjutnya juga mungkin dalam rencana proyek multiyears nanti,” katanya.
Museum Batak Raya ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan internasional, dengan menampilkan koleksi-koleksi yang terkait dengan sejarah dan budaya Batak. Selain itu, di sekitar museum juga akan ditanami tanaman-tanaman endemik Toba, seperti andaliman dan kemenyan, untuk menambah keindahan dan keunikan kawasan tersebut. Tampubolon juga menyebutkan, bahwa rencana pembangunan Museum Batak Raya ini telah mendapat restu dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dan sedang dalam proses pembicaraan dengan Menteri Pariwisata untuk menyediakan lahan yang cukup.
