Museum Batak Raya Segera Dibangun, BATAK CENTER dan Pemkab Toba Tandatangani MoU
Pariwisata Akan Jadi Andalan
Sementara Bupati Toba, Effendi Napitupulu, menyambut baik kolaborasi ini. “MoU ini sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai sejarah dan budaya masyarakat Batak Toba,” katanya. “BATAK CENTER dan OPD terkait harus duduk bersama agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Effendi. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Toba dan melestarikan budaya Batak.
Effendi, menekankan peran strategis BATAK CENTER dalam melestarikan identitas lokal melalui penguatan pendidikan aksara dan bahasa Batak di sekolah-sekolah maupun ruang publik. “BATAK CENTER memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai sejarah dan budaya masyarakat Batak Toba,” katanya. Effendi juga mengakui bahwa sektor pertanian saat ini masih menjadi tulang punggung pendapatan daerah Kabupaten Toba. Namun, dia optimis sektor pariwisata akan terus berkembang melalui kolaborasi strategis seperti ini. “Meski dikelilingi oleh tujuh kabupaten lainnya di kawasan Danau Toba, kami yakin pariwisata akan menjadi salah satu sektor andalan kami,” tambahnya.
Bupati Toba, Effendi Napitupulu, juga mengatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung program-program yang akan dikolaborasikan dengan BATAK CENTER. “Kami mendukung penuh program-program yang akan dikolaborasikan dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dan BPODT,” ujarnya. Effendi juga menyebutkan, bahwa lahan untuk pembangunan Museum Batak Raya sudah disetujui oleh BPODT. “Lahan itu memang sudah tidak ada sinyal mereka. Kami siap mendukung seluruh program yang nantinya bisa kita kerjasamakan antara pemerintah daerah Toba dengan BATAK CENTER,” tambahnya.

Bupati Toba juga mengakui bahwa kemampuan pembiayaan pemerintah daerah masih terbatas. “Kami belum bisa melaksanakan 100% apa yang menjadi janji-janji politik kami,” katanya. Namun, dia optimis bahwa kolaborasi dengan BATAK CENTER dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Toba. Effendi juga menyebutkan, bahwa akan ada pertemuan dengan fraksi di DPR untuk membahas program-program pemerintah daerah. “Besok saya ada pertemuan dengan fraksi di DPR untuk menyampaikan apa-apa saja yang memang pemerintah kabupatenkan situasi kondisi efisiensi yang ada sekarang,” ujarnya.
Bupati Toba, juga mengatakan bahwa pemerintah daerah mendukung program pembangunan wisata di kawasan Danau Toba. “Kami mendukung program pembangunan wisata yang diusulkan,” ujarnya. Effendi juga menekankan pentingnya membangun objek wisata yang unik dan belum ada di kabupaten lain di kawasan Danau Toba. “Jangan lagi kita wujudkan objek wisata yang sudah ada di tempat lain. Kalau bisa yang belum ada, seperti di Samosir atau Tanah Karo,” tambahnya. Bupati Toba juga berharap bahwa dengan adanya objek wisata baru, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba. “Kami berharap kiranya di waktu mendatang, kami juga sudah mendiskusikan dengan para pengusaha untuk mewujudkan objek wisata yang menarik,” katanya.
“Kami siap mendukung program-program yang diusulkan oleh para pengusaha, asalkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Kolaborasi antara BATAK CENTER dan Pemkab Toba diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Toba dan melestarikan budaya Batak. Selain itu, juga dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata. (Hojot Marluga)
