Pdt. Dr. Marihot H. Siringoringo, SH, SE, MM: Bersyukur Bona Taon Situmorang Sipitu Ama Jabotebek Meriah Walau di Masa Covid-19

Suaratapian.com-Perayaan awal tahun Masehi dalam budaya Batak Toba dikenal dengan nama Bona Taon. Bona Taon secara harafiah artinya pangkal tahun. Secara filosofi orang Batak Toba mengartikannya syukuran kekeluargaan menapaki Tahun Baru. Hanya saja dua tahun ini, di Jakarta amat sulit menggelar acara Bona Taon. Namun bersyukur, pesta Bona Taon Parsadaan Situmorang Sipitu Ama Dohot Boruna (PSSAB) Jabodetabek meriah dan dihadiri antusias keturunan Situmorang Se-Jabodetabek.

Bona Taon PSSAB Jabodetabek ini dimulai dari kebaktian. Doa pembuka dilayankan pendeta Jonas Sitohang. Doa syafaat dilayankan oleh Dr Lasmaida S Gultom SE, MBA, pejabat di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan. Sementara firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Marnangkok Situmorang dari gereja GKPI. Menariknya di acara Bona Taon dihadiri dua paniaran Situmorang yaitu; Vanda br Hutagalung dan Dessy Natalia br Sitorus.

Selesai kebaktian dilanjutkan perayaan Bona Taon. Saat prosesi Bona Taon digelar meriah dengan tampilan Naposo Bulung Situmorang Se-Jabodetabek, membawa Pataka Sipitu Ama diiringi penari, tujuh membawa pataka kecil mewakili ompu tujuh yaitu Lumban Pande, Lumban Nahor. Tuan Suhut Nihuta, Tuan Ringo, Dori Mangambat Sitohang Uruk, Raja Itubungna Sitohang Tonga-tonga, Ompu Bonani Onan Sitohang Toruan, ditambah sebelas (11) orang membawa bendera yang mewakili 11 wilayah di Jabodetabek. Dilanjutkan menyanyikan lagu mars Situmorang Sipitu Ama, dan dilajutkan pembacaan “Tona ni Ompu Tuan Situmorang” oleh Tiodorus Situmorang, Ketua PSSAB Jakarta Utara.

Pdt. Dr. Marihot H. Siringoringo, SH, SE, MM bersama istri

Sementara Ketua Panitia, Polma Situmorang menyampaikan sambutannya, menyebut bahwa Bona Taon ini sudah tertunda, yang seharusnya tahun lalu, tetapi karena Covid-19 dan ada beberapa hal maka Bona Taon tertunda. Hadir dalam acara itu, Pdt. Dr. Marihot H. Siringoringo, SH, SE, MM menyebut, bangga Bona Taon Situmorang Sipitu Ama bisa terselenggara di masa Covid-19. “Jikalau kita tahu kasihNya, inilah kasih Tuhan,” sebutnya. Tetapi, dia juga menyebut, jangan lupa dalam kesulitan Tuhan ijin untuk membentuk mental, sebut pengacara yang juga aktif melayani ini.

Dia berpesan, ketika kita ada dalam kondisi kesulitan yang sangat, justru saatnya kita dalam pembentukan Tuhan. ”Saat dalam pembentukan itu Dia jadikan perkara-perkara yang menyulitkan itu membuat kita menjadi kuat.  Proses pembentukanNya memang taklah mudah. Kita pasti akan melewati hal-hal menyakitkan.  “Tuhan membentuk kita sesuai kehendakNya. Hanya, terpenting, kita sadar  penuh kelemahan. Tetapi manakala mengijinkan Tuhan membentuk kita sesuai dengan kehendakNya,” sebut pemilik Hotel MH Sipinggan, dan pengusaha Perusahaan Angkutan Truk Kontainer PT Gambiri Raya Jakarta dan PT MSK Logistik ini. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *