Pendiri KNPI Amir Liven Sirait Adakan Refleksi Kemerdekaan, GAMKI Luncurkan E-Book Memoarnya

Buku ‘Hanya Karena Kasih Karunia, Sebuah Memoar Amir Liven Sirait’ dicetak setebal 624 halaman berisi kisah masa kecil dalam kemiskinan di Sumatera Utara, menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta, hingga menjadi aktivis di Jakarta dan larut dalam berbagai kiprah gerakan sosial kemasyarakatan. Dari GMKI, GAMKI, KNPI, Partai Golkar, anggota DPR, MPR, DGI, Yayasan PGI Cikini, sampai membantu Menteri Pemuda dan Olahraga yang saat itu dijabat Abdul Gafur, rekan sesama aktivis kepemudaan dan Tokoh KNPI.

Amir Sirait

Menurut Amir Sirait, dalam setiap peristiwa kehidupan yang ia lalui selalu mengalir kasih Tuhan dan petunjuk jalan baru yang harus ditempuh menuju akhir yang menjanjikan.

Ayah empat anak dan sembilan cucu ini merasakan kasih sayang Tuhan dan dikaruniai umur yang lebih panjang lagi.

“Memoar ini mengandung esensi rangkaian penderitaan dan kesulitan, rangkaian kegagalan dalam mengejar cita-cita, kadang mencucurkan air mata tetapi tidak sebanding dengan kasih sayang Tuhan yang terus mengalir meliputi kehidupan saya pada usia lanjut lebih dari 80 tahun. Kasih Tuhan inilah yang hendak saya ceritakan pada anak-anak, cucu-cucu, keluarga, teman dan sahabat yang membacanya,” ungkapnya.

Peluncuran buku ini juga menghadirkan Ketua Umum DPP GAMKI 2011-2019 yang juga Ketua MPO GAMKI 2019-2022, Michael Wattimena, yang sedang menyelesaikan studi disertasi doktoral di Amerika Serikat serta dihadiri para senior dan intelektual Kristen lainnya.

Michael Wattimena mengapresiasi peluncuran buku tokoh sepuh GAMKI yang juga salah satu pendiri KNPI Amir Liven Sirait. Menurutnya, buku biografi Amir dalam bentuk e-book sangat bermanfaat bagi generasi muda di kalangan pemuda gereja, khususnya GAMKI.

Di samping itu, dalam buku Amir memaparkan sejarah perjalanan KNPI dimana Amir Sirait muda ketika berkecimpung di wadah kepemudaan.

“Bukunya sangat inspiratif,” ujar Michael.

Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintah dalam mencari dan menemukan solusi untuk membawa bangsa dan negara Indonesia menuju ke jalan keselamatan, kebangkitan, dan kejayaan.

Menurut Wandik, pandemi Covid-19 bagaikan tsunami yang melanda dan mengancam jutaan populasi dan semua lapisan kelas sosial masyarakat Nusantara. Menjadi pembelajaran berharga bagi kita bahwa kemampuan intelektual, jabatan, dan harta, ternyata itu semua tidak bisa memberikan jaminan kepada kita semua untuk luput dari pandemi Covid-19.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 10 =