Pengurus Persatuan Artis Batak Indonesia Sedengkan Telinga Mendengar Nasihat Para Senior

suaratapian.com-Pengurus Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) sedengkan telinga mendengar masukan untuk kemajuan PARBI dari para pembina, pengawas dan penasihat. Acara dikemas bentuk ramah tamah dengan meminta masukan, dengar pendapat. Bertempat di Lobby Hotel Arion, Leisure Inn Arion Hotel Jakarta, Jalan Pemuda, Rawa Mangun, Jakarta Timur, pada Senin, 25 Juli 2022. Hadir sejumlah tokoh diantaranya, Prof Dr Otto Hasibuan, Barita Purba SH MH, Nelson P Sitompul SE MM, Rekson Sitorus. Sementara di jajaran pembina hadir memberi masukan Victor Hutabarat dan Gleen Nainggolan.

Sebelum dengar pendapat dari para senior itu, para pengurus inti PARBI memaparkan apa-apa yang mereka sendang kerjaka. Dimulai dari ketua satu, Nixson Simanjuntak terlebih dahulu memaparkan program kerja yang dilakukannya di bidang organisasi; diantaranya pembentukan DPD-DPD di bebeagai daerah di tahun 2022 diantaranya Papua, Kalimantan, DKI Jakarta Banten, Jawa Barat dan Sumatera Utara dan Batam. Sementara ketua dua, Vanda Hutagalung memaparkan program yang sedang dikerjakan dan hendak dikerjakan termasuk nanti akan menggelar berbagai streaming, termasuk ke depan akan dibuat sanggar budaya  kedepannya. Sebab seni dan budaya ada satu keilmuan menjadi seni dan budayanya perlu yaitu mengandalkan sanggar seni dan budaya terkait dengan hidup multifungsi. “Kami berencana untuk mengadakan pelatihan atau workshop, hal itu adalah sangat penting menurut kami,” ujar pemenang Grand Final di Golden Memories tersebut.

Ketua tiga, Pargaulan Lumban Gaol memaparkan kegiatan-kegiatan sosial yang mencakup duka maupun suka. “Kita tidak perlu menghindar dari kegiatan seperti itu, ada acara suka maupun duka marilah kita melibatkan ini didalamnya,” ujar Ketua Umum Badan Kerjasama (BKS) Pria Daerah 1 Jabodetabec (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cirebon) GKPI. Sementara itu, ketua empat Jannus Silalahi membidangi hukum dan litbang. Jannus berjanji akan terbuka dalam setiap kegiatan. Sementara bendahara umum Tetty Manurung tak bisa hadir, diwakili Rany Simbolon dan Lomi Sinambela melaporkan dana yang dimiliki PARBI, keduanya di akhir laporannya juga berharap kepada penasihat untuk membantu dana, pundi-pundi PARBI.

Sementara pemaparan Darman Sihaan sebagai Sekretaris Jenderal PARBI menjelaskan terkait dengan kerjasama dengan berbagi pihak yang terus dibangun. “Kami di kesekjenan terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan kementerian-kementerian terkait, bukan hanya ke kementerian pariwisata, termasuk dengan berbagai pemerintah daerah. Itulah yang mendasari perlu ada kelengkapan pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Ketua Umum Naposo Batak Jakarta (NABAJA).

Dia juga memaparkan program kerjasama yang telah lama usahakan namum belum berhasil, misalnya dengan berbagai media televisi nasional. “Kami sudah lakukan dan upayakan tetapi belum berhasil,” sebut ayah tiga putri ini. Termasuk kerjasama di Taman Mini Indonesia Indah khususnya anjungan Sumatera Utara sampai sekarang belum behasil, karena memang Taman Mini sendiri dalam renovasi. PARBI juga sudah mebangun kerjasama dengan pihak Taman Ismail Marzuki.

Tentu, diakuinya Darman oleh karena masa pandemic ini, sepuluh bulan kepenguruan belum bisa berbuat banyak dan masih menemui hambatan-hambatan. Di akhir laporan, Ketua Umum PARBI Charlie Willy Hutasoit  meminta para penasihat, baik pembina dan pengawas memberi masukan.

“Malam ini kami sebagai pengurus inti membuka diri seluas-luasnya untuk mendengar masukan dan arahan yang baik dari para penasihat, pembina dan pengawas kami,” ujarnya personil Style Voice. Perlu juga diingatkan, sejak resmi diangkat DPD PARBI di Jawa Barat dan Sumatera Utara, sudah aktif memulai kegiataa. PARBI Jawa Barat sendiri yang dipimpin Dorman Manik telah menggelar syukuran bersama, dan DPD PARBI Sumatera Urata Agustus mendatang akan menggelar acara syukuran.

Victor Hutabarat sebagai ketua pembina menyampaikan masukannya agar PARBI menggelar ibadah bagi pengurus yang dilakukan berkala. Hal itu cukup penting untuk mengingatkan agar komunitas pengurus militan dan solid. Sementara usulan lain dari Glenn Nainggolan harus menjadikan PARBI ini menjadi kekuatan, dan punya daya tawar untuk didengar oleh pemerintah.

“Jikalau seperti yang sekarang ini kita masih berkegiatan untuk memikirkan masalah perut masing-masing, kita tak akan menjadi punya posisi tawar.” Ke depan Glenn berharap agar PARBI bisa menjadi lembaga atau organisasi yang didengar oleh pemerintah. “Sudah tentu kalau organisasi ini kuat pasti didengar. Sekali lagi saya meminta dengan sangat kita perlu difasilitasi. Bagaimana supaya kita hadir dan diakui,” ujar pemilik Royal Café, Rawamangun.

Nasihat terakhir datang dari Prof. (H.C.) Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.C.L., M.M, menyampaikan agar PARBI bisa maju, jangan merasa hebat sendiri, tetapi rangkul demi kemajuan bersama. “Pertama pendidikan itu sulit. Perlu proses. Sekarang Anda mulai sudah mengembangkan PARBI, yang lebih berat lagi mempertahankannya,” sebut alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta ini.

Dia menambahkan, dengan adanya pengurus PARBI dan Jawa Barat itu artinya makin berkembang PARBI ke depan. “Usaha kalian pengurus sudah berhasil. Namun pesan saya jangan sampai kita merasa hebat sendiri. Jangan merasa bahwa teman tidak ada kontribusi. Semua yang hadir di sini, apapun itu punya kontribusi dan punya andil dalam kemajuan PARBI ini,” tambah nahkoda Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Di akhir dengar pendapat dari penasihat, pembina dan pengawas Charlie Willy Hutasoit menyampaikan terima kasih. “Kepada penasihat, pembina dan pengawas kami selalu berharap masukan, dan kami juga berterima kasih telah memberikan masukan,” ujarnya. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 + five =