Ramses Simanullang, SE.M.Si; Menabur Benih Kebaikan, Menjaga Penyiaran Berkualitas

suaratapian.com-Ada suasana yang berbeda di sekitar rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, tepatnya di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Medan, pada Kamis, 11 Agustus 2022. Suasana berbeda itu oleh karena Gubernur Edy Rahmayadi melantik tujuh komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara yang baru. Periode 2022-2025. Diharapkan komisioner ini memberikan perubahan dan benar-benar menjadi filter pada penyiaran di Sumatera Utara. “Penyiaran perlu diberikan perhatian khusus karena menyangkut asupan informasi yang diterima masyarakat. Bila filternya tak berjalan dengan baik maka masyarakat bisa mendapat informasi yang salah,” sebut Gubernur Edy.

Oleh karenanya, Gubernur mengajak ketujuh komisioner untuk tetap kompak bersama-sama membangun membesarkan Provinsi Sumatera Utara. KPID Sumutera Utara sebagai filter diharapkan dapat menjaga adanya penyiaran-penyiaran yang dianggap tak membangun rakyat ataupun dapat memecah belah keutusan bangsa.

Adalah Ramses Simanullang, SE.M.Si salah satu Komisioner KPID yang dilantik menyebut, menyabut baik arahan gubernur. Namun dia meminta perlu adanya kaloborasi dengan masyarakat untuk mengawal secara bersama tentang penyiaran yang ada di Provinsi Sumatera Utara sehingga penyiaran lebih sehat.

Tugas dan fungsi KPI/KPID

Sebagaimana tugas pokok KPI/KPID, yang punya tagline mewujudkan media penyiaran sehat dalam era digital ini melihat tantangan ke depan yang dihadapi KPI/KPID oleh karena percepatan migrasi digitalisasi dan kehadiran platfom media baru, Youtobe, Fafebook, IG dan media sosial lainnya.

Menurut pria kelahiran Bunturaja, Sidikalang, 14 Maret 1977 ini, keberagaman konten dan pemenuhan konten lokal harus diawasi sebagai tugas dan pokok KPI/ KPID PASAL 8 UU No 32 Tahun 2002 yang menyebut; menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia.

Selain itu, ikut membantu pengaturan insfrastuktur bidang penyiaran. Juga ikut membangun iklim persaingan yang sehat antar lembaga penyiaran dan industri. Karenanya, perlu memelihara tatanan informasi nasional yang adil, merata dan seimbang. Lalu, menampung, meneliti dan menindaklanjuti aduan, sanggahan serta kritikan dan apresiasi masyaraat terhadap penyelenggaran penyiaran.

Alih-alih KPID juga menjadi semacam aksis yang menjembatani kepentingan masyarakat dengan institusi pemerintah dan lembaga penyiaran seperti radio dan televisi. Maka pemikiran frekuensi sebagai ranah publik itulah yang membuat mengapa sebelum bersiaran suatu lembaga penyiaran wajib menseleksinya terlebih dahulu.  KPI/KPID sendiri representasi publik untuk menjaga ruang penyiaran publik. Karenanya, kehadiran KPI/KPID untuk menghentikan tontonan siaran yang tak mengedukasi dan tak berkualitas.

Komisioner KPID Sumatera Utara dilantik; Ayu Kusuma Ningtias, Anggia Ramadhan, Muhammad Hidayat, Muhammad Syahrir, Dearlina Sinaga, Edward Thahir, dan Ramses Simanullang.

Adapun agenda kerja, menurut istri dari Christina Magdalena boru Tampubolon, S.Kep. Ns. M.Kes, dan ayah tiga anak; Grace boru Simanullang, Gaby boru Simanullang dan Gideon Pratama Simanullang menyebut, agenda kerja untuk mengembangkan kebijakan pengaturan, pengawasan dan pengembangan isi siaran, literasi, KPID Award, mengaktifkan Forum Peduli Penyiaran Sehat di kabupaten/kota. Selain itu, mengaktifkan FGD terkait bidang penyiaran. Penguatan kelembagaan KPI/KPID di bidang pembinaan berbasis partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan penyiaran. Sekolah Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standart Penyiaran atau P3 SPS, membangun sinergitas dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan menjadi mitra strategis KPUD dan BAWASLU Daerah, Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga-lembaga seperti MUI dan PGI.

Ada pun tujuh nama yang dilantik komisioner KPID Sumatera Utara adalah; Ayu Kusuma Ningtias, Anggia Ramadhan, Muhammad Hidayat, Muhammad Syahrir, Dearlina Sinaga, Edward Thahir, dan Ramses Simanullang. Ketujuh komisioner ini telah melewati berbagai proses seleksi dan hasil asesmen yang dilakukan Komisi A DPRD Sumatera Utara Januari 2022 lalu.

Terpujilah Tuhan

Tentu kerja-kerja publik bukan pekerjaan mudah. Ramses sendiri bersyukur bisa mendapat amanah ini.  Dia juga aktif di dunia pendidikan, pelayanan, pendidikan dan setiap hari Minggu melayani mimbar di berbagai gereja yang ada di Sumatera Utara. Lulusan sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universiatas HKBP Nommensen Medan, S2 Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Medan, dan saat ini sedang menyelesaikan studi S3 di STT Sumatera Utara.

“Sungguh luar biasa berkat Tuhan bagi keluarga kami. Di hari  ulang tahun  istri saya tersayang Christina Tampubolon Ke-44 Tahun, memberikan kado terindah dengan momen pelantikan saya periode yang kedua di KPID Provinsi Sumatera Utara. Sudah tentu itu semua karena anugerah kebaikan Tuhan Yesus,” ujar penasihat Asosiasi Pendeta Indonesia (API) DPC Kota Medan, penasihat DPD Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Provinsi Sumatera Utara dan Direktur Grebyon Ministry.

Ramses sendiri adalah anggota Komisioner KPID Provinsi Sumatera Utara periode kedua. Sebelumnya dia juga komisioner periode 2016-2022. Dalam hal ini dia juga tak lupa meminta dukungan semua masyarakat Sumatera Utara agar dirinya bersama tujuh komisioner lainnya bisa menjalankan tugas dengan baik, dan menjadi kekuatan baru dalam membenahi penyiaran di Sumatera Utara.

“Biarlah Tuhan pakai hidup kami menjadi alat KemuliaanNya. Karenanya, kami juga tak lupa mengucapkan banyak terima-kasih kepada DPRD Provinsi Sumatera Utara atas kepercayaan memilih kami boleh duduk kembali di KPID Periode ini. Ucapan terima kasih juga kepada semua keluarga, sahabat, Lembaga Penyiaran dan masyarakat Sumatera Utara. Doa dan dukungan Anda semua menjadi vitamin penguat yang baik bagi kami untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik.”

Ramses sendiri memiliki segudang pengalaman di organisasi. Ketua DPC Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), adalah Organisasi Kemasyarakatan bagi Intelegensi Kristen di Indonesia. Juga Wakil Sekretaris PWOIN Provinsi Sumatera Utara, Wakil Ketua IAFEN dan Wakil Ketua Umum Parsadaan Raja Napasang Simanullang Lumbang Ri Boru Bere Se Indonesia (RNSBI), Wakil Ketua Punguan Toga Manullang Kota Medan. Selain itu, evangelis yang punya prinsip hidup tetap semangat dalam menabur benih kebaikan kepada keluarga Indonesia punya tip sukses 3K yaitu; komunikasi, kerjasama dan kompetensi. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

thirteen − 11 =