Sekjen Komnas Perlindungan Anak Meninggal Karena Covid-19
Beliau getol juga mendorong dan menggerakkan destinasi pariwisata di tanah air ramah anak dan bebas dari segala bentuk eksplotasi ekonomi dan seksual. Gerakan itu sudah dimulainya di Lombok, Nias dan NTT dan direncakan di Toba dan Samosir.
Selain itu, selaku direktur PAUD Institut, Dhanang Sasongko juga terus berjuang untuk perbaikian kesejahtetaan guru-guru PAUD di seluruh wilayah Indonesia mendapat tempat dan dihargai negara sebagai pejuang pendidikan usia dini dan mengupayakan fasilitas pendidikan seperti mendapat dana hiba dan fasilitas kendaraan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun BUMD untuk dipakai sebagai gerakan literasi dengan menyediakan mobil pintar di berbagai daerah.
Dhanang dengan penampilan sederhana ini juga adalah loyalis Komnas Perlindumgan Anak dan Lembaga Petlindungan Anak (LPA) di Nusantara.

“Kami sangat berduka. Dia penggagas hestag #KOMNAS Perlindungan Anak Selalu Ada untuk Anak Indonesia, serta Gerakan Sejuta Pluit Anti Kekerasan terhadap anak Indonesia dan banyak lagi karya-Karya agung untuk anak Indonesia,” ujar Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.
“Tuhan berkehendak lain, beliau harus menghadap sang penciptanya untuk menyudahi tugas dan tanggungjawabnya. Namun saya sebagai sahabatnya, percaya apa yang dilakukannya semasa hidupnya untuk ANAK Indonesia menjadi gerakan perubahan perlindungan Anak. Selamat jalan mas…selamat jalan sobatku, Semoga amal dan ibadahmu kawanku yang diterima Allah Saw,” tambahnya. Arist sendiri juga beberapa waktu lalu juga sempat terpapar Covid-19, namun jalan Tuhan, dia sembuh.
Almarhum juga kenal dengan awak suaratapian.com saat bersama-sama siaran di Radio Pelita Kasih 96.3 FM. Doa seluruh Dewan Komisiner Komnas Perlindungan Anak, kiranya keluarga yang ditinggalkan almarhum diberikan ketabahan. Sekali lagi. Selamat Jalan Sahabat. (Hojot Marluga)
