Talenta yang Terabaikan: Mengapa Diam Lebih Jahat daripada Berbuat Salah
Seringkali, kita lebih pintar menilai orang lain daripada melakukan sesuatu sendiri. Seperti penonton sepak bola yang lebih pintar daripada pemainnya, kita seringkali tahu apa yang harus dilakukan, tapi tidak melakukan apa-apa.
Titus 1:16 mengatakan, “Mereka mengaku mengenal Tuhan, tetapi dengan perbuatan mereka mereka menyangkal Dia. Mereka adalah orang-orang yang keji dan tidak taat, dan tidak berguna untuk perbuatan yang baik.”
Pahlawan atau Penghambat?
Ya, kita hidup di zaman yang penuh dengan bencana dan kesulitan. Tapi, firman Tuhan mengatakan bahwa ini baru permulaan. Ketika firman Tuhan sudah tersebar ke seluruh dunia, maka Tuhan akan datang.
Kita harus melakukan pekerjaan yang diberikan kepada kita, yaitu membagi kasih Tuhan kepada orang yang membutuhkan. Kita harus menjadi pasukan yang siap untuk membantu dan memberikan pertolongan.
Titus 1:16 mengatakan, “Mereka mengaku mengenal Tuhan, tetapi dengan perbuatan mereka mereka menyangkal Dia. Mereka adalah orang-orang yang keji dan tidak taat, dan tidak berguna untuk perbuatan yang baik.”
Kita harus berhati-hati, karena ada sekelompok orang yang tidak pernah menguasai jiwa mereka, tidak pernah menjawab panggilan untuk misi, dan tidak pernah bertindak. Mereka akan mendapat kutukan karena tidak melakukan apa-apa dalam pekerjaan Tuhan.
Matius 25:30 mengatakan, “Hamba yang tidak berguna itu, campakkanlah dia ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan tinggi.”
Kita harus menjadi orang yang mendukung dan tidak menentang, tidak suam-suam kuku, tapi hangat dan bersemangat dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Mari kita menjadi pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa yang turut melibatkan diri dalam peperangan Tuhan!
“Kisah Jael, Wanita Berani”
Jael, seorang wanita yang berani dan setia, menjadi contoh bagi kita semua. Dalam Hakim-Hakim 5:24, kita melihat bagaimana Jael mengambil patok kemah dan palu, lalu memukul kepala Sisera, musuh Israel, sehingga ia mati.
Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan menggunakan orang-orang yang berani dan setia, tanpa memandang jenis kelamin atau latar belakang. Jael tidak ragu-ragu untuk bertindak, dan dengan caranya, ia membantu Israel memenangkan peperangan.
