Toleransi Antar Agama Semakin Tinggi Di Masa Pendemi


Pemerintah Indonesia menjadikan vaksinasi sebagai syarat utama untuk berkunjung ke ruang publik maupun sebagai syarat bekerja, karena itu para pemilik usaha meminta para karyawan nya untuk segera melakukan vaksinasi. Pemerintah dan Holy stadium menggunakan sosial media sebagai alat komunikasi program vaksinasi ini. “Masyarakat senang menerima vaksin ini di Holy Stadium” Jelas Timotius Tanutama. “Karena pelayanan kita cepat, rapi dan para relawannya ramah.” Jelasnya lagi dengan senyum bangga.

Menurut Budiman Prajasantosa sebagai koordinator vaksinasi, para relawan sempat berkecil hati karena program ini sempat berhenti beberapa hari dikarenakan stok vaksin yang kosong dan mereka harus menunggu kiriman vaksin datang kembali. 50 petugas medis disediakan oleh dinas kesehatan pemerintah, sedangkan mayoritas relawan lain nya adalah mahasiswa, dimana kelas atau sekolah mereka ditiadakan selama periode PPKM.

Beberapa relawan adalah jemaat gereja bahkan juga ada relawan yang non-Kristen. Para Relawan menerima berkat kasih, juga mendapat makan siang dan snack yang di sediakan oleh dapur umum yang juga akan menyediakan makanan untuk para peserta Temu Raya di tahun 2022mendatang.

“Program vaksinasi ini menjadikan gereja bisa membantu masyarakat dan untuk membagikan kasih Tuhan kepada mereka. Bencana Tuhan membalikkan keadaan menjadi pelayanan,” kata Lydia Adi, koordinator internasional Sinode JKI. “Pintu sudah terbuka bagi gereja di mana sebelumnya gereja tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya, sehingga kami dapat melayani masyarakat secara holistik.”

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =