21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2025 Pilihan NARWASTU: Menginspirasi dan Memberi Harapan
Suaratapian.com-Keluarga Besar Majalah NARWASTU mengadakan Kebaktian Syukur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Jumat, 16 Januari 2026, pukul 16.00 WIB di Gereja GSPDI House of Filadelfia, The Belleza Shopping Arcade, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Acara ini juga seperti hajatan tahun NARWASTU dengan Pemberian Penghargaan Kepada “21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2025 Pilihan NARWASTU”. “Kita bersyukur telah melewati tahun 2025 yang penuh tantangan, dan kita memasuki tahun 2026 dengan harapan dan kepercayaan bahwa Tuhan akan menyertai kita. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang mendukung kegiatan ini, baik sebagai sponsor, penyumbang lagu-lagu, maupun dalam bentuk lainnya.”
“Kami juga menyampaikan selamat kepada pengurus pimpinan Narwastu, Bapak Jonro Munthe, yang konsisten menyelenggarakan acara Natal dan tahun baru bersama, serta memilih 21 tokoh Kristiani Inspiratif 2025. Saya sendiri setia dengan Narwastu dan selalu hadir dalam acara ini, tidak hanya hadir tapi juga ikut bernyanyi. Saya berjanji untuk terus bernyanyi bersama Narwastu selama saya hidup.” Demikian pembuka dari dua MC Tema Adiputera dan Manria boru Purba.
Majalah NARWASTU dengan tagline “Menyuarakan Kabar Baik” memiliki tradisi tahunan menampilkan 21 Tokoh Kristiani Inspiratif Pilihan Majalah NARWASTU. Mereka dipilih dari 97 sosok Kristiani yang pernah dipublikasikan di majalah ini, dan dinilai sebagai figur inspiratif, religius, mampu memotivasi, berjiwa melayani, Pancasilais, dan peduli pada permasalahan gereja dan masyarakat.
Acara dimulai dengan kebaktian yang dipimpin Pdt Gomar Gultom. Pengkhotbah yang juga merupakan Ketua Majelis Pertimbangan PGI dan Tokoh Kristiani Inspiratif 2019.

“Hari ini, kita merayakan Natal dan tahun baru, sekaligus memberikan penghargaan kepada tokoh Kristiani inspiratif 2025 pilihan Narwastu. Tema perayaan Natal hari ini diambil dari Matius 1 ayat 21-24, yang mengingatkan kita bahwa Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga.”
Pendeta Gomar dalam khotbahnya mengatakan, bahwa keselamatan datangnya dari Tuhan, bukan dari kekuatan kita sendiri. Dia mengajak jemaat untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, seperti yang tertulis dalam Filipi 2:12.
Pendeta Gomar Gultom menekankan bahwa iman Kristiani bukanlah hanya sekedar identitas, tapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengingatkan bahwa orang Kristen harus menjadi terang dunia dan peduli dengan sekitarnya.
“Bahaya menjadi Kristen KTP, yaitu hanya memiliki identitas Kristen tapi tidak memberlakukan kekristenannya dalam kesehariannya. Iman harus disaksikan melalui gaya hidup, tutur kata, dan perbuatan kita,” ujar pendeta yang menempuh studi sarjana di STT Jakarta, mempelajari teologi dan mempersiapkan diri menjadi pendeta. Gomar ditahbiskan menjadi pendeta di HKBP pada tahun 1986.
Dia juga mengkritik orang Kristen yang menjadi penganut ateisme praktis, yaitu memuji Allah dalam doa dan nyanyian, tapi mematikan Allah dalam perilaku sehari-hari.
Figur-figur pilihan
Ke-21 yang diapresiasi Figur-figur terpilih, memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari wakil rakyat, rohaniwan, akademisi, pakar hukum, pakar komunikasi, tokoh masyarakat, pimpinan gereja, aktivis ormas Kristen, pengacara, pengurus partai politik, mantan pejabat, perwira TNI, pengusaha, hingga pejabat pemerintahan.
Majalah NARWASTU menilai mereka adalah sosok-sosok berpengaruh yang bisa menjadi teladan atau menginspirasi di tengah masyarakat. Menurut Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos, figur-figur itu dipilih karena aktivitasnya yang menginspirasi dan memiliki ide-ide inovatif yang mencerahkan.

“Mereka punya pemikiran-pemikiran yang inovatif, mencerahkan, bahkan kontroversial, sehingga tak jarang jadi pembicaraan publik atau pemberitaan di media,” kata Jonro I. Munthe.
Ke-21 tokoh Kristiani 2025 pilihan Majalah NARWASTU kali ini, yakni (1) Pdt. Drs. Paulus K. Rumambi, M.Si., (2) Prof. Dr. KP Tarnama Sinambela Kusumonagoro (Almarhum), (3) Christ Kanter, (4) Pdt. Dr. Royke Bovie Rory, M.Th, (5) Pdt. Sonya Kolly, (6) Dr. Ronsen Pasaribu, S.H, M.M., (7) Amelia Inawaty, (8) Andi Solaiman, MBA, (9) Pdt. Agustina N. Tobing, S.Th, (10) dr. Ervinaria Uly Imaligy Pasaribu, MMRS, (11) Pdt. Dr. Abdon A. Amtiran, M.Th, (12) Drs. Ch. Robin Simanullang, (13) Dr. An An Sylviana, S.H., MBL., Ph.D (14) Pdt. Drs. Bambang Siswanto, M.Div, (15) Pdt. Dr. Robert Adenand, S.H., M.A., (16) Diana Mongan, (17) Jefri Gultom, S.Pi., M.Si, (18) Ir. Zuledy Ersada Ginting, CHRP (19) Pdt. Febrianto Sutomo Rompis, M.Th, (20) Pdt. Dr. Kevin Tjiu, dan (21) Pius A.F. Bria, S.E. FH.
Ada dua sahabat Tarnaama Podcat yang mendapat apresiasi Drs. Ch. Robin Simanullang dan Prof. Dr. KP Tarnama Sinambela Kusumonagoro, dua tokoh yang diapresiasi, telah menjadi inspirasi bagi. Dan, meskipun Prof. Dr. KP Tarnama Sinambela Kusumonagoro telah almarhum, namun jasa-jasanya tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Tarnama Podcast, sebuah platform media audio dan visual, telah diluncurkan pada tanggal 6 September 2025 di Jakarta. Platform ini digagas dan diinisiasi oleh Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KHRT) Budi Parlindungan Sinambela, BBA, putra pertama dari Prof. Dr. KHRT Tarnama Sinambela Mangkunegoro.
Tarnama Podcast didirikan dengan tujuan melestarikan warisan nilai-nilai kejuangan Prof. Tarnama Sinambela dalam bidang pendidikan sosial, kemanusiaan, dan religiositasnya. Platform ini juga bertujuan untuk memperkuat persatuan Indonesia dengan mempromosikan nilai-nilai budaya suku adat Batak dan suku-suku adat nusantara lainnya. (Hotman)
