Tak Ada Kepekaan Sosial; Hamburkan Biaya 2,5 Milliar Pesta Pernikahan di Tarutung

Pesta perkawinan perlu disederhanakan

Atas berita viral tersebut suaratapian.com mengontak beberapa tokoh yang aktif dalam budaya Batak, pada, Rabu, (24/6/21), meminta tanggapan mereka bagaimana pesta adat Batak diselenggarakan sederhana, dan sepatutnya di masa sekarang ini. Ketua Umum Hita Marga Batak (HIMABA), Edwin P Situmorang mengakui dan menyebut, memang adat Batak perlu kesederhanaan dari aspek biaya dan waktu. “Pesta pernikahan tak berarti harus selalu mahal, bahkan, pesta adat nikah bisa disederhanakan khususnya selama Pandemi,” ujarnya.

Oleh alasan itu, HIMABA pun sudah membuat juklak acara adat Batak (las ni roha dan habot ni roha) terutama dalam masa Covid-19. Bahkan, HIMABA telah membuat panduan dan ternyata bisa menghemat waktu maupun biaya. “Pesta adat perkawinan sekarang bisa hemat, selesai pukul empat sore, dahulu paling cepat pukul tujuh malam baru pesta selesai. Tentu ini juga berpengaruh terhadap biaya pesta,” ujar Ketua Yayasan Sopo Marpingkir HKBP.

Tentu, bagi mantan Ketua Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP itu, juklak atau semacam petunjuk administrasi umum yang dibuat HIMABA sama sekali tidak menghilangkan esensi atau mengurangi ruhut-ruhut paradaton. Baginya, orang Batak harus lebih memikirkan kemajuan bersama.

“Sebenarnya yang lebih penting saat ini dalam upaya Pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional adalah usaha kita membuat pesta adat Batak itu memiliki nilai-nilai entertain. Tidak monoton. Menarik untuk disaksikan, tidak saja oleh orang Batak namun terutama orang non Batak,” ujar mantan Jaksa Agung Muda Intelijen ini.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 3 =