Bicara Agro Wisata di Kawasan Danau Toba dan Filosofi Bertani; Tetes Minyak & Tetes Kasih

suaratapian.com JAKARTAAdalah Ir. Kadiman Pakpahan, M.M lahir, 23 Agustus 1962. Pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 1989 dan Magister Manajemen dari Universitas Bina Nusantara M.M, tahun 1997 ini adalah dosen paruh waktu dan aktivis di beberapa Lembaga diwawancarai redaksi Suaratapian.com tentang bisnis wisata yang belum disentuh, Agro Wisata di Kawasan Danau Toba. Dia juga membicarakan Filosofi Bertani mesti memiliki karakter berbagi yang diungkapnya; Tetes Minyak & Tetes Kasih. Pengalamannya sebagai Instruktur latihan pertanian di Yayasan Sadagori, Sukabumi. Aktif di Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Sukabumi. Aktif di Pemuda Panca Marga (PPM) dan Angkatan 45 DKI Jakarta. Ketua DPP Bidang Kersa Lokus Adat Budaya Batak (LABB) Jakarta. Ketua DPD Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) DKI Jakarta. Staf Khusus Ketua Umum DPP FBBI Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Aktif dalam berbagai seminar, membuatnya mumpuni di organisasi dan budaya.

Bagi sebagai aktivis pertanian, menurutnya bertani mesti memulai dari pembibitan dan penyuluhan pemberdayaan holtikultura, dari land clearing, pembibitan, penanaman, perawatan, sampai pada panen dan pemasaran pasca panen.  Baginya seorang memulai bertani harus fokus pada pembibitan, hal itulah yang dilakukannya dengan mengadakan berbagai cara dan penyuluhan bagi kelompok tani di Bona Pasogit untuk menggerakkan pertanian makin berdaya saing dengan bidang lain.

Alih-alih baginya, ketersediaan bibit dan bimbingan ini sangatlah bermakna untuk membangun pemahaman bagi seorang petani. Bagaimana mereka bertransformasi dengan adanya teknologi, dari tradisional masuk di era pertanian modern berbasis mekanisasi. Salah satu pemikirannya yang mesti dilakukan di Kawasan Danau Toba (KDT) adalah mengembangkan Argrowisata di samping wisata budaya dan wisata alam.

Agrowisata sebagaimana kita tahu adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian, fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Agrowisata di KDT memiliki beragam variasi, wisata petik buah, memberi makan hewan ternak. Tentu berbagai variasi lain untuk Agrowisata. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.