Riski: Menanam Kale, Memproduksi Nutrisi Kaya Gizi

suaratapian.com JAKARTA-Mengkonsumsi makanan sehat, bukan hanya kenyang saja adalah hal yang patut dimiliki setiap orang saat ini. Apalagi di masa Covid-19 kebutuhan nutrisi akan makanan yang bergizi memang amat sangat dibutuhkan. Adalah Rizki boru Situngkir SE.Ak., MBA, seperti membaca alam, menyadari jauh sebelum Covid-19 sudah mawas diri, mempersiapkan makanan sehat dari sayuran dengan mendirikan Kebun Rizki. Lahannya di daerah Ciganjur dan di daerah Tangerang Selatan. Kebun Rizki didirikannya untuk menghasilan tanaman organik yang ditujukan untuk membantu masyarakat memiliki gaya hidup makanan sehat.

Sebagaimana pengakuan ayah Rizki, Drs Martua Situngkir, berkat sayur kale yang dia tanam, bisa membantunya sembuh dari kanker. “Beberapa tahun lalu saya terkena kanker stadium tiga. Putri saya menyarankan untuk mengkonsumsi makan sayur kale, saya merasakan kebugaran dan sekarang makin sehat. Maka saya bisa pastikan sayur kale itu luarbaiasa membantu saya terbebas dari kanker,” ujar Martua tentang produksi putrinya. Rizki sendiri adalah anak kedua dari pasangan Drs. Martua Situngkir dan Dra. Rosnauly Saragih Manihuruk, MACM., M.Th.

Bisnis Rizki merupakan bisnis yang menanam, mengolah dan memasarkan sayuran kale organik. Yang menarik, sayuran kale organik itu, selain dijual dalam bentuk sayuran asli, juga diolah dan dijual menjadi makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi dengan nikmat melalui digital marketing.

Rizki memang bisa dikatakan kreatif dalam memperkenalkan sayuran kale pada masyarakat. Selain menjual sayur kale mentah, Rizki juga menjualnya dalam bentuk olahan seperti jus Kalemonade, Kale Chicken Nugget, Kale Ravioli, Kale Chicken Pie, dan Kale Tuna Puff. Mengenai kualitas, dapat dipastikan bahwa produk makanan yang dihasilkan tanpa mengandung bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi. Untuk produk jus kalemonade yang dihasilkannya, merupakan olahan dari kale, lemon, dan madu, hasil kolaborasi dengan para petani lemon dan peternak lebah.

“Mengolah makanan sehat sekaligus enak merupakan tantangan tersendiri. Diperlukan ide, kreativitas dan strategi agar dapat membuat orang mau mengkonsumsi penganan sehat karena enak,” sebut perempuan kelahiran Jakarta, 22 Juni 1977 ini.

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.