Dr. Adiwirawan Mardjuadi, DTM & H. M.Sc.PhD: Rahasia Dibalik Penyembuhan Tulang dan Rematik

Berbagi pengalaman

Dr. Adiwirawan Mardjuadi, DTM & H. M.Sc.PhD menyebut, tak ada dokter yang sempurna seratus persen dalam menangani pasien. Namun ketepatan mengdiagnosa itu penting. “Ketepatan diagnosa penyakit sangat penting, supaya dapat ditentukan pengobatan serta terapi yang tepat pula,” ujar ayah dari Feby Ingriani Mardjuadi dan Maximillian Mardjuadi, ini.

Kenyataannya, tambah Dr. Adiwirawan, terdapat kesulitan tersendiri dalam mendeteksi penyakit, terutama rematik genetik ini pada anak-anak. Selain pertumbuhan tulang belum sempurna, gejala awalnya biasanya demam tinggi yang bisa berkepanjangan.

Kondisi panas tinggi itu bisa berlangsung 1-2 minggu, bahkan hingga selama tiga bulan. Karena itulah sering terjadi salah diagnosa, anak dinyatakan terkena demam tipoid.  “Yang penting pada anak-anak harus dilihat hasil pemeriksaan darahnya, juga hasil foto, dan untuk lebih jelasnya bisa dengan scanning,” ujar dokter yang sudah menulis belasan text book berhubungan dengan rematik, yang diterbitkan di luar negeri.

“Jadi sebetulnya penyakit ini bisa dideteksi sejak dini, apabila ditangani dokter yang benar-benar ahli. Seperti halnya penyakit lain, jika dideteksi lebih dini maka tingkat kesembuhan akan lebih bagus,” sebut suami almarhumah Dr. Shintawahyuni Suryanegara (Oeij Tjeng Bwee atau sering dipanggil Carmen.

Oleh karena bersifat genetic, dia menyebut, memang sebetulnya penyakit ini tak bisa dihilangkan sama sekali, namun bisa dikendalikan sehingga tidak terjadi kekambuhan. Apalagi saat ini sudah tersedia berbagai jenis obat dari yang sederhana hingga yang agresif. Untuk ankilosing spondilitis ada obat baru yang bernama TNF, namun harganya masih sangat mahal, sekitar sekitar seratus duapuluh juta rupiah untuk kebutuhan setahun. “Itu bagus sekali, tapi di Indonesia belum ada dan harus pesan,” kata dokter yang pernah berceramah di hadapan tujuh ribu dokter pada kongres rematik sedunia di Barcelona, Spanyol ini.

Selain obat yang biasanya harus diminum seumur hidup, pasien rematik genetik harus rajin melakukan fisioterapi dan latihan gerakan-gerakan tertentu. Hingga saat ini Dr. Adiwirawan sudah menangani lebih 200 pasien ankilosing spondilitis dan 100-an pasien artritis rematoid di Indonesia. Dibanding kasus lain, penyakit ini memang bisa dikatakan langka.

Mantan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DKI Jakarta masa bakti 2015-2018 Bidang Hubungan Antar Lembaga ini. Sebagai dokter yang mumpuni di masalah tulang, sejak dulu menggelar Interactive Talk Show. Pernah satu saat menggelar diskusi bertema “Rahasia Dibalik Tulang Kuat, Hidup Sehat,” bersama Minati Atmanagara.

Waktu itu, dia menyebut, “Sekitar 20% yang menderita patah tulang karena osteoporosis akhirnya meninggal dalam kurun waktu setahun dan risiko terus bertambah seiring dengan perjalanan waktu.” Lalu, apa perlu takut? Cemas? Ingin tahu lebih banyak? Jawabannya di balik tulang kuat dan sehat disampaikannya di acara yang digelar, pada Sabtu, 7 Juni 2008, di Kelapa Gading Sports Club.

Sebagai ahli Rheumatologist, Dr. Adiwirawan Mardjuadi, DTM & H. M.Sc.PhD membahas bagaimana masyarakat tahu banyak hal tentang osteoporosis. “Penyebab dan faktor risiko osteoporosis, dan akibat osteoporosis, bagaimana menghadapi osteoporosis, pengobatan osteoporosis yang tepat,” sebut pendiri Klinik Medica Reuma Jakarta ini.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven + 20 =