Dr. Adiwirawan Mardjuadi, DTM & H. M.Sc.PhD: Rahasia Dibalik Penyembuhan Tulang dan Rematik

Waspadai rematik

Penyakit rematik memiliki lebih dari seratusan jenis. Ada yang genetik, ada yang non-genetik. Menurut dokter ahli rematik ini, jika penyakitnya genetik pasti serius. Itu berarti ada kelainan di dalam darah yang dinamakan human leucocyte antigen (HLA).

“Ada dua tipe penyakit rematik kronik yang berhubungan dengan genetik. Secara garis besar ada rematik ankilosing spondilitis yang berkaitan dengan HLA-1327, dan artritis rematoid yang biasa disebut HLA-DW4,” jelas ahli rematik yang sekitar puluhan tahun mendalami rematik, terutama di Belgia dan Belanda, ini.

Ankilosing spondilitis biasa menyerang sendi-sendi tulang belakang dan sendi-sendi besar lain, seperti daerah lutut, panggul, dan pergelangan kaki. Rematik jenis ini dominan menyerang laki-laki.  Sementara artritis rematoid yang menyerang sendi-sendi kecil, seperti tangan dan kaki, lebih banyak terjadi pada perempuan.  Artritis rematoid juga dapat berpengaruh buruk pada organ seperti mata, liver, ginjal, serta limpa. Kasus rematik genetik lebih banyak terjadi pada keturunan asing atau indo dan ras Cina. Orang Indonesia asli tidak potensial untuk terkena penyakit ini.

Menurutnya, salah satu solusinya adalah jahe. “Jangan remehkan jahe. Umbi tanaman yang rasanya pedas itu sudah ribuan tahun dipercayai sebagai senjata ampuh untuk menggempur penyakit ini.” Di Cina, seseorang bernama Cheng Nung bahkan telah merekomendasikan jahe sejak 3.000 tahun sebelum Masehi untuk mengobati demam dan selesma atau pilek. Nyatanya di Eropa, secara tradisional jahe juga dipakai sebagai salah satu minuman untuk rematik. (HM)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − nine =