Drs. Sabar Martin Sirait, MBA; Tak Ada Dalam Pembuatan Undang-Undang di DPR yang Tak Membutuhkan Gizi

Sejauh mana peran Partai PDS dalam mengolkan Provinsi Tapanuli ini?

Kami selalu terdepan atas usulan itu. PDS ada enam suara di tingkat provinsi tetapi ini bukan hanya agenda PDS. Memang untuk mendorong ini terealisasi tidak bisa dikerjakan satu kelompok saja. Misalnya, tahun 2004 saat kampanye pemilu semua partai menjadikan pembentukan Provinsi Tapanuli sebagai agenda kampanye untuk menarik massa. Setelah selesai Pemilu itu tidak pernah ada realisasinya. Di tengah jalan sebagian  menarik diri. Hanya disaat Pemilu mereka bersuara untuk mendorong pembentukan Provinsi Tapanuli.

Tetapi pembentukan Provinsi Tapanuli itukan ada pro kontra sampai saat ini?

Sebenarnya tidak pernah ada pro dan kontra, yang ada hanya segelintir orang yang tidak setuju, Kabupaten Tapanuli Tengah yang duluan mendukung rencana Provinsi Tapanuli. Ukurannya sudah ada, administrasinya sudah punya syarat yang layak. Yang ada sebenarnya mendukung. Semua mendukung, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh-tokoh masyarakat di Tapanuli, dan gereja juga mendukung.

Apakah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mendukung pembentukan Provinsi Tapanuli?

Sangat mendukung, karena umat mayoritas di Tapanuli adalah HKBP. Kami (panitia pembentukan provinsi Tapanuli) berkali-kali beraudensi dengan HKBP.

Mana sebenarnya yang disetujui ibukota Provinsi Tapanuli?

Ibukota Provinsi Tapanuli adalah Siborongborong. Terlepas tarik-menarik soal Sibolga dan Balige itu tidak menjadi masalah. Sibolga memang mempunyai prasarana untuk bisa  mendukung perputaran ekonomi. Itu normal-nomal saja. Hanya sekarang Sibolga tidak ada lagi lahan yang akan dijadikan pusat provinsi.***

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =