Dukungan Keluarga Pada Kaum Perempuan Sangat Penting Dalam Dunia Pelayanan

Jikalau melihat secara umum kan Jakarta ini menjadi barometer termasuk kualitas manusianya begitu juga Parompuan HKBP, di sinilah sebenarnya SDM perempuan HKBP yang ada di Indonesia, sebagai ketua dari persekutuan parompuan HKBP distrik delapan Jakarta, bagaimana Inang menduplikasi kemampuan, karena secara kualitas secara kemampuan finansial juga barangkali sudah lebih mapan perempuan-perempuan DKI Jakarta ini untuk berimpakct berdampak untuk distrik yang lain di luar distrik delapan, begitu….

 Iya memang itu satu PR. PR kita tentunya apa yang sudah kita buat di sini ya tentunya juga harus berdampak juga kepada distrik yang lain yang saya melihat masih ada masih mungkin kurang karena dari segi fasilitas SDM dan sebagainya itulah yang mungkin akan menjadi program kami tahun ini rencana akan mengadakan PPD Expo yang pameran tadi kami sebut PPD Expo seperti Anda ketahui Tahun Pelayanan HKBP tahun 2024 ini adalah Oikumene & Inklusif. Jadi kami juga memberdayakan semua perempuan bukan hanya HKBP distrik delapan juga distrik yang lain dan juga denominasi berbeda, dan jika dimungkinkan dengan lintas agama. Jadi itulah yang mungkin program kami jadi kalau untuk skop HKBP distrik delapan mengurusi distrik yang lain itulah rencana dari kami sebagai ketua.

Tentu pengalaman dilihat teman-teman Inang sebagai pengurus di persekutuan perempuan distrik delapan ini kan tidak mudah, karena teman-teman Inang yang dekat itu bisa meniru langsung, lalu bagaimana orang-orang yang tidak berkesempatan dekat dengan Inang yang juga terpanggil aktif jadi aktivis perempuan di HKBP?

Saya tidak sempurna iya, tetapi karena tanggung-jawab itu, jadi sepertinya tidak ada waktu istirahat bagi saya. Saya selalu berpikir karena adanya program-program dan semua program itu kalau bisa dilaksanakan dengan maksimal. Sebelum selesai program yang satu, kami sudah harus memikirkan program yang lain, begitu banyak program, dan begitu banyak tanggung-jawab. Jadi mungkin orang-orang sekitar saya sudah terbiasa, selesai program yang ini kita akan melakukan ini, habis ini mengerjakan yang ini. Tetapi teman-teman yang tak bisa langsung bisa saya pantau, kami ada pembinaan-pembinaan latihan kepimpinan dan dalam kesempatan itu juga saya pasti ada kesempatan bersama dengan Kabid Koinonia untuk berbicara di situ. Saya memberikan motivasi. Motivasi itu penting bagi mereka dan dalam acara-acara seperti itu juga memang perlu jugakan perempuan-perempuan HKBP, bukan saya iya yang lain, yang sudah sukses dan yang sudah memegang jabatan juga di berbagai organisasi yang lain supaya mereka melihat sebagai role model, bahwa ini bisa menjadi contoh. Dengan latihan kepimimpinan, dan kami sering terjun langsung, langsung ke gereja-gereja. Saya tidak mau seperti di menara ganding tadi. Saya selalu terjun ke gereja-gereja karena langsung memberikan motivasi dan bisa bertemu langsung dengan seluruh perempuan di HKBP. Saya tahu kami perempuan sebagai induk dari organisasi perempuan sendiri di masing-masing jemaat.

Tetapi kan, ada juga komunitas misalnya, Ina Hana atau Ina Rut atau Naomi, mereka ini komunitas yang karena sudah tidak bersuami lagi atau suaminya sudah meninggal, bagaimana melibatkan mereka biasanya aktif di persekutuan Parompuan Distrik?

Mungkin berbeda dengan yang lain. Ada komunitasnya tersendiri. Persekutuan Ina Hanna Distrik, di gereja mereka aktif. Jumlahnya juga banyak di HKBP distrik delapan dan bisa berdiri sendiri, mempunyai potensi yang besar di HKBP. Saya bangga karena Ina Hanna tangguh, kuat dan jika diberikan kepercayaan untuk melakukan sesuatu itu mereka sanggup, mampu, tetapi kami selalu menjalin kerja sama dengan Ina Hanna Distrik dalam berbagai kegiatan seperti kegiatan tahun lalu, dan lain-lainnya kami selalu bersama-sama. Tetapi untuk tingkat Huria memang Ina Hanna itu masih di bawah seksi perempuan karena seluruh jemaat perempuan di suatu huria, tidak memandang status, atau jemaat yang belum menikah, tetapi usia sudah menikah itu adalah di bawah seksi perempuan. Sebagai pengurus perempuan kami berikan arahan kepada seluruh pengurus SPH.

Kekuatan penguatan motivasi ke seluruh jemaat perempuan. Itulah cara kami memberikan motivasi kepada setiap ketua seksi perempuan huria untuk melakukan hal tersebut. Jadi karena kami tidak bisa, tetapi bisa langsung turun ke satu huria.

Perempuan juga di negara ini diberi ruang besar sebenarnya, karena reformasi, maka kuota perempuan duduk di DPR itu diberikan kesempatan, tetapi sampai sekarang kesempatan tidak terisi, masih berjuang perempuan Indonesia untuk sampai duduk di Senayan sana. Kita tahu potensi dari parompuan HKBP ini besar, melihat sejak dulu, pengalamannya setahu kita pernah juga dari parompuan HKBP puluhan tahun lalu misalnya, ada anggota DPR RI yang duduk di Senayan sana dari kaum perempuan HKBP misalnya, bagaimana terus menyemangati mereka agar memberi ruang untuk mereka bisa memimpin?

Pertama-tama yang memang memberikan arahan atau motivasi bahwa politik itu adalah suatu hal yang baik. Kadang-kadang perempuan beranggapan politik bukan hak kita. Padahal, belajar tentang politik itu adalah hal yang tidak tabuh. Jadi pendidikan politik juga bagus untuk diberikan kepada seluruh jemaat perempuan. Tentu mesti mempunyai kepercayaan diri, tentunya untuk bersaing dengan para laki-laki harus ada kepercayaan diri. Memang perempuan untuk maju seperti laki-laki jauh lebih sulit, karena mungkin dalam system patriarki ini mempunyai tanggung-jawab juga melakukan kegiatan kegiatan domestik di rumah. Jadi memang benar-benar harus ada satu system pendukung. Perlu dukungan buat seseorang perempuan untuk bisa menduduki posisi-posisi penting atau jabatan-jabatan penting.

Tetapi di HKBP sendiri ruangnya sangat terbuka lebar. Misalnya sudah pernah dua kali perempuan di HKBP sebagai kepala departeman memberikan ruang cukup besar untuk itu. Pertanyaan kami terakhir, sebagai aktivis perempuan, apa yang bisa dibagikan kita agar kaum perempuam bisa eksis melayani.

Karena seperti yang disebutkan tadi, perempuan itu harus menjadi tiang doa. Perempuan bisa melayani di gereja, dia tidak bisa melupakan tanggung-jawab utamanya itu sebagai ibu dan istri untuk suaminya begitu. Maka, bagi saya, pertama-tama adalah sebelum kita melayani keluar, saya selalu berpegangan, “melayani dulu di keluarga.” Jika semua sudah tertata di keluarga on the track semua dalam keluarga baru kita melayani keluar. Jadi anak-anak sudah oke, lalu sebelum meninggalkan rumah juga harus memastikan semua di dalam rumah sudah oke, baru bisa melayani di gereja. Jadi, menurut saya hal pertama pondasinya melayani keluarga. Percuma melayani keluar, waktunya terlalu banyak di luar, tetapi keluarga tidak tertata, keluarga tidak baik, tidak ada waktu sama sekali untuk keluarga. Seperti saya setiap hari, waktu saya kalau bisa mungkin orang-orang sekitar saya tahu, hampir sebagian besar waktu saya di luar, tetapi saya masih harus memastikan adanya quality time bagi keluarga dan memastikan semuanya on the track. Begitu. Jangan sampai ada yang tidak bisa saya pantau. Jadi itulah yang utama, saya mungkin terlalu agak tradisional. Pondasi keluarga itu utama. Iya selalu mendoakan. Fungsi perempuan yang utama adalah tiang doa, tidak bisa tawar-tawar itu.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 1 =