Gereja yang Memberitakan Kabar Baik Injil Yesus Kristus

Gereja Harus Memberitakan Kabar Baik, Bukan Kabar Buruk

Dari Lukas 4:18-19, kita belajar bahwa gereja dipanggil untuk memberitakan Kabar Baik, bukan kabar buruk. Yesus sendiri memulai pelayanan-Nya dengan memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan kita dipanggil untuk melakukan hal yang sama.

Kabar Baik ini bukan tentang hukum, aturan, atau tuntutan, tapi tentang kasih Allah yang tak terbatas dan keselamatan yang tersedia bagi semua orang. Mari kita pastikan bahwa pesan yang kita sampaikan adalah Kabar Baik yang membebaskan dan menghidupkan, bukan kabar buruk yang menakutkan dan menghukum.

Gereja harus menjadi tempat di mana orang-orang dapat menemukan harapan, kasih, dan keselamatan, bukan tempat di mana mereka merasa dikritik atau dihakimi. Mari kita berfokus pada memberitakan Kabar Baik yang sejati, sehingga dunia dapat melihat dan mengalami transformasi melalui kita.

Injil Kristus adalah Kabar Baik, bukan nasehat atau perintah. Ini adalah berita tentang sesuatu yang sudah terjadi, yaitu karya sempurna Yesus di atas salib yang telah membawa keselamatan bagi kita.

Kabar Baik ini memberitahu kita bahwa dosa kita telah diampuni, kita telah dibenarkan, dan kita telah didamaikan dengan Allah. Ini adalah peristiwa yang telah terjadi dan tidak dapat diubah, ditambah, atau dikurangi.

Sayangnya, beberapa pemberita injil seringkali salah mengartikan Injil sebagai kabar buruk, yaitu tentang hukuman dan kemarahan Allah. Mereka memberitahu orang-orang bahwa mereka akan masuk neraka, bahwa mereka adalah orang berdosa, dan bahwa Tuhan marah.

Tapi Injil Kristus adalah Kabar Baik, bukan kabar buruk. Ini adalah berita tentang kasih Allah yang tak terbatas, tentang keselamatan yang tersedia bagi semua orang, dan tentang karya sempurna Yesus di atas salib. Mari kita pastikan bahwa pesan yang kita sampaikan adalah Kabar Baik yang membebaskan dan menghidupkan.

Kabar Baik Injil sangat jelas: kita telah dibebaskan dari penghukuman! Roma 8:1,33 memberitahu kita bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Kita telah dibenarkan oleh Tuhan, dan siapa yang dapat menggugat kita?

2 Korintus 5:19 juga mengingatkan kita bahwa Tuhan telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya melalui Kristus, tidak memperhitungkan pelanggaran kita. Ini adalah Kabar Baik yang paling indah: kita telah didamaikan dengan Allah, dan kita telah dibebaskan dari dosa!

Tidak ada lagi penghukuman, tidak ada lagi kemarahan Allah. Hanya ada kasih, pengampunan, dan keselamatan. Mari kita terus memberitakan Kabar Baik ini dengan sukacita dan kasih, sehingga dunia dapat melihat dan mengalami transformasi melalui kita.

Amen! Inilah Firman yang seharusnya diberitakan oleh gereja, oleh para pemberita Injil. Setetes darah Yesus lebih kudus, lebih benar, lebih suci daripada semua kenajisan dan kejahatan seluruh dunia.

Sayangnya, banyak gereja yang telah terjebak dalam legalisme dan moralisme agamawi, yang hanya menyampaikan berita-berita penghukuman. Mereka lupa bahwa Injil Kristus adalah Kabar Baik, bukan kabar buruk.

Kita harus kembali kepada pesan asli, yaitu kasih Allah yang tak terbatas dan keselamatan yang tersedia bagi semua orang melalui Yesus Kristus. Mari kita berani memberitakan Kabar Baik ini dengan keberanian dan kasih, sehingga dunia dapat melihat dan mengalami transformasi melalui kita.

Ini adalah perbedaan besar antara Kabar Buruk dan Kabar Baik! Legalisme dan moralisme agamawi hanya membawa kita kepada ketakutan dan kecemasan, sementara Injil Kristus membawa kita kepada kasih dan pengampunan.

Tuhan tidak mengingat dosa-dosa kita, karena Ia telah mengampuni mereka melalui Yesus Kristus. Ia tidak melupakan kita sebagai Anak, karena Ia mencintai kita dengan kasih yang tak terbatas.

Kabar Baik Injil adalah tentang kasih Allah yang tidak berubah, yang tidak bergantung pada perbuatan kita, tapi pada kesetiaan-Nya. Mari kita terus memberitakan pesan ini dengan sukacita dan kasih, sehingga dunia dapat melihat dan mengalami transformasi melalui kita.

“Tuhan tidak melupakan kita, karena Ia mencintai kita lebih dari yang kita bisa bayangkan.”

“Tuhan tidak sedang marah, tapi Tuhan sedang mencintai. Ia tidak ingin menghukum, tapi Ia ingin menyelamatkan.” Mari kita terus memberitakan pesan ini!

Injil Yesus Kristus adalah 100% Kabar Baik, tentang kasih Tuhan yang telah diselesaikan di kalvari. Ini bukan tentang apa yang kita harus lakukan, tapi tentang apa yang telah dilakukan oleh Yesus untuk kita.

Galatia 3:13 mengingatkan kita bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat, menjadi kutuk karena kita. Ini adalah Kabar Baik yang paling indah!

Yesaya 52:7 juga mengingatkan kita bahwa Tuhan telah mengurapi kita untuk menyampaikan Kabar Baik tentang Yesus Kristus, bukan kabar buruk. Kita dipanggil untuk memberitakan kasih Tuhan, bukan murka Tuhan.

Roh Kudus juga mengurapi kita bukan untuk mendakwa, tapi untuk menyampaikan Kabar Baik. Mari kita terus memberitakan pesan ini dengan sukacita dan kasih, sehingga dunia dapat melihat dan mengalami transformasi melalui kita.

“Kita tidak perlu menambah apa-apa pada karya sempurna Yesus, kita hanya perlu memberitakannya!”

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + three =