GKPI Menggelar Lomba Cipta Lagu Tematik

Suaratapian.com JAKARTA-Di tengah kondisi bangsa ini berjuang untuk melawan Covid-19, Gereja Kristen Prostetan Indonesia (GKPI) tetap melangkah pasti dengann menggelar Lomba Cipta Lagu Tematik GKPI. Dimulai, 18 Oktober dengan penggalangan dana dalam bentuk Konser live streaming. Acara yang digagas BKS Pria GKPI Regional I Wilayah XI Jawa-Kalimantan ini mengundang partisipasi semua jemaat GKPI. “Saya menghimbau kepada seluruh anggota jemaat GKPI di planet bumi ini untuk memberikan hatinya sebagai cara kita memuji Tuhan lewat pujian, donasi, tenaga, karya,” ujar ketua Panitia Robert Silaen. Robert menambahkan, digelarnya acara ini yang disasar calon peserta lomba cipta lagu tematik, dan seksi musik  gereja di jemaat masing-masing. Agar mendapatkan informasi, pengetahuan dalam mencipta dan menulis nyanyian gereja. Dia menambahkan, setiap calon bisa mendaftarkan diri sebagai calon pencipta lagu tematik untuk GKPI dengan tema yang telah disediakan oleh panitia,” ujarnya tengah-tengah konser penggalangan dana lomba cipta GKPI live streming berlangsung. Diadakan di GKPI Rawamangun, Minggu, (18/10/20).

Sebelum acara konser digelar diadakan webinar dengan tema Mencipta dan Menulis Nyayian Gereja, yang dikordinatori John Posma Lumban Tobing. Pembicara, Prof Dr Mauly Purba MA, PhD (Guru Besar Etnomusikologi Fakultas Budaya Universitas Sumatera Utara), Ernest Mardiayanto (Team Ahli Komiso Keuskupan Jakarta dan Koordinator Tim Inti Nyayian Gereja YAMUGER), Timotius Simanjuntak (Berklee College of Music Boston MA, USA Jazz Composition) dan dimoderatori Pdt Novenrik Tambaunan S.Si.Teol.

Sebelum konser dimulai, sambutan disampaikan Sekjen GKPI Pdt Rosininta Hutabarat. Konser diikuti 12 talent, termasuk ibut beberapa pendeta GKPI seperti Pdt WGP Lumban Tobing, Pendeta GKPI Rawamangun. Pdt Venpri Lumban Gaol dari GKPI Cengkareng, dan Pdt Erikson Hutabarat. Sementara talent dari jemaat; Irene boru Panggabean, Trio Gue, Verysa boru Siahaan, Daniel Hutagalung feat Uli Manullang, Ny Sismawati Siregar boru Situmorang, Trio Pondok Rangon, d’Brandals GKPI Depok, Trio GUE, Harlan Hutabarat dari GKPI Menteng, Adriel Band GKPI Rawamangun, Uno Sactro Satria Grogol, Trio Depok dari GKPI Depok, Devi Situmorang dari GKPI Rawamangun.

Lomba Cipta Lagu Tematik GKPI 2020 yang diadakan oleh BKS Pria GKPI Regional 1 Wilayah XI berlangsung dari 28 Sept-07 Nov 2020. Oleh karena itu panitia mengimbau bagi jemaat yang ingin bergabung bisa mendaftar melalui Link: bit.ly/lcltgkpi2020 atau untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: John Posma Lumban Tobing, Alser Manik, dan Pnt. Saut Sitompul.

Ketua BKSI Pria Regional I WilayahXI Jawa-Kalimantan Pargaulan Marbun, menyebut, bahwa acara ini dibuat untuk GKPI lebih bagus ke depan. “Kita ingin bahwa GKPI punya lagu-lagu tematik seperti gereja lain,” ujar Pargaulan. Sementara tuan rumah, Pdt. WGP Lumban Tobing, Pendeta Resort GKPI Rawamangun, menyebut bahwa di tengah kondisi sekarang kita tetap membangun pengharapan.

Ditanya panitia mengapa mengelar Lomba Cipta Lagu Tematik GKPI 2020? BKS Pria merasa sebagai inisiator acara merasa kurangnya lagu ibadah tematik yang lebih mengena dengan kehidupan jemaat sehari-hari. Oleh karena itu, perlunya identitas dan ciri khas GKPI melalui lagu-lagu ibadah. Maksud dan tujuan untuk menggali, meningkatkan dan mengembangkan serta menyalurkan keterampilan potensi jemaat agar lebih mampu berkreatifitas dalam rangka mencipta lagu, khususnya mendorong kemauan berkreasi dalam mencipta lagu tematik yang bervariasi dan berkualitas di kalangan GKPI. Tentu lomba hanya diikuti warga jemaat GKPI.

Ketentuan Lomba, mencipta nyanyian atau lagu rohani tematik. Lomba terbuka untuk Jemaat GKPI, dibuktikan surat pengantar atau keterangan dari Pengurus Jemaat, Jemaat Khusus dimana peserta terdaftar sebagai warga jemaat. Lagu pujian atas kebaikan, kebesaran Allah. Kesaksian, pengalaman tentang indahnya hidup di dalam kasih Allah. Tema lagu yang diperlombakan tema; bencana alam, sakit penyakit, anak sidi, pelayan atau penilik gereja, pekerjaan dan masa muda.

Peserta lomba mendaftar dengan cara mengisi Formulir Pendaftaran yang telah disiapkan oleh Panitia. Formulir pendaftaran dapat diminta ke Panitia melalui email panitia.lcl.tematik@gmail.com. Formulir pendaftaran akan dikirimkan melalui email kepada yang bersangkutan, berikut dengan Ketentuan Lomba, Surat Pernyataan Keaslian Karya, Surat Pernyataan Karya Cipta bisa dipublish di lingkungan GKPI, Materi Lagu dan informasi lainnya.

Adapun lagu dibawakan minimum 1 orang dan diiringi 1 alat musik akustik. Setiap peserta boleh mengikuti semua tema atau dengan kata lain bisa mengirimkan lagu untuk beberapa tema, namun hanya 1 lagu untuk setiap tema. Syair lagu berbahasa Indonesia dan Bahasa Daerah yang baik dan benar. Lagu yang dilombakan adalah asli karya peserta, bukan duplikasi dari karya orang lain yang pernah dipublikasikan dalam hal melodi (rangkaian nada) dan syair, pada sebagian frase lagu maupun seluruhnya. Dan lagu karya peserta belum pernah dipublikasikan. Peserta juga wajib menyertakan Surat Pernyataan Keaslian Karya bermaterai Rp.6.000. Kemudian Peserta mengirimkan Rekaman dan Notasi lagu (bisa balok atau angka).

“Rekaman lagu harus dinyanyikan dengan iringan minimal satu alat musik akustik dan dinyanyikan baik oleh penciptanya sendiri atau orang lain. Rekaman lagu dalam bentuk mp3, sedangkan notasi lagu dalam bentuk pdf. Rekaman lagu dan notasi lagu dikirimkan ke email panitia panitia, dan tak mengirim lagu secara hard copy. Durasi lagu minimal 15 bar dan maksimal 25 bar,” jelas Robert lagi. Dalam lomba ini, Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Setiap perserta harus bersedia lagu karya ciptanya dapat digunakan dipublis di lingkungan GKPI tanpa kompensasi lain. Karya lagu peserta lomba menjadi hak milik Panitia tanpa menghilangkan hak cipta pengarang lagu.

Nutrisi Rohani

Sebelum acara berlangsung, Haposan Hutagalung SH, Penasihat BKS dan Acara Konser menyampaikan kepada wartawan, bahwa acara yang digagas ini murni untuk menjaga antusias menghadapi situasi Covid-19. “Saya percaya Tuhan izinkan situasi ini untuk membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. Maka tak ada yang terjadi kepada kita kalau Tuhan tak izinkan, termasuk sakit penyakit. Saya percaya Tuhan izinkan pandemi agar kita makin dekat denganNya,” ujar pengacara senior ini.

Haposan juga menghimbau agar jemaat tetap menjaga protokol kesehatan, dan itu baik. Tetapi, kita tetap harus tetapi menyingkapi keadaan ini. Atas alasan inilah kami berharap bahwa Lompa Cipta Lagu Tematik GKPI akan memberi sumbangan bagi kebutuhan lagu tematik bagi GKPI. “Semoga ada kegiatan tersebut melahirkan musisi rohani GKPI ke depan,” harap Haposan, sembari menyebut, GKPI di usia 55 Tahun sendiri selama ini belum pernah menggelar acara Lomba Cipta Lagu Tematik.

Dengan adanya acara ini bukan hanya mencari pengarang lagu yang tematik, namun bagaimanakah mengalami hidup ke-Kristen-an yang bersemangat, penuh sukacita, produktif dan memuliakan Tuhan, itulah yang disebut kuantitas Nutrisi Rohani. “Kita perlu menyadari bahwa apa yang kita dapatkan dari gereja lokal adalah hanya sebagian kecil dari kebutuhan nutrisi rohani kita. Nutrisi Rohani adalah saat teduh, termasuk mendengarkan lagu-lagu rohani untuk menguatkan iman,” ujar Haposan mengakhiri. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.