GKPS Menggelar Gotong Royong Memperbaiki Jalan Lintas Siantar-Saribudolok yang Rusak
Pdt. Jhon Winsyah Raja Saragih selaku Kordinator Lapangan untuk Gerakan Diakonia ini menyebutkan bahwa gerakan Pendeta-Penginjil Berdiakonia ini, lahir dari keprihatinan sosial terhadap kerusakan jalan di Kabupaten Simalungun, khususnya jalan lintas Sumatera yang telah memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat Simalungun. Gerakan Diakonia ini selain untuk mengkritisi pihak-pihak yang bertanggungjawab, juga sebuah proses edukasi kepada masyarakat bahwa mereka juga ikut bertanggung jawab dalam pemeliharaan-perbaikan jalan.
Selain itu, Gerakan Diakonia ini juga bertujuan untuk mendesak kebun PTP IV Bah Jambi unit Marjandi agar segera memberikan solusi atas penanganan banjir yang sering terjadi disekitar Panei Tongah, terkhusus saat musim hujan. Harapan ini disampaikan, karena disinyalir bahwa penyebab banjir di sekitar Panei Tongah adalah bersumber dari air yang meluap pada musim hujan dari perkebunan sawit tersebut.
Melalui Gerakan Diakonia merawat jalan ini diharapkan ke depan seluruh lapisan masyarakat mau memberikan perhatian terhadap pemeliharaan jalan. Demikian juga seluruh inter denominasi gereja yang ada di Kabupaten Simalungun, kiranya dapat terpanggil untuk terjun dan turun secara langsung untuk bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat dalam perbaikan jalan. Kewajiban ini harus dilakukan gereja sebagai perpanjangan tangan Kristus di dunia, yang harus terlibat dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Para Pendeta-Penginjil, tidak hanya menyampaikan khotbah di mimbar-mimbar gereja, tetapi juga di mimbar kehidupan nyata para jemaatnya.
Gerakan Berdiakonia gotong royong merawat jalan tidak hanya sampai di sini saja, akan ada tahap kedua yang direncanakan dalam bentuk gerakan yang lebih besar dan luas melibatkan melibatkan seluruh pihak masyarakat dan gereja yang ada di Kabupaten Simalungun. (HM)
