Jhon SE Panggabean: “Jangan Takut dan Kehilangan Sukacita Merayakan Natal Di Masa Pandemi Covid-19”

Berserah total

Di satu waktu, saat masih dirawat di rumah, suatu ketika dia berkaca di cermin dan melihat wajahnya dengan perasaan yang sudah tidak enak sambil berkata, “Tuhan apapun yang terjadi aku tetap mengucap syukur kepadaMu dan meminta ampun atas perbuatanku yang telah banyak salah dan melupakanMu. Kalau Tuhan berkenan panjangkanlah umurku namun kalau Engkau berkehendak lain, saya terima asalkan saya tidak masuk neraka.”

Setelah mengatakan itu, Jhon memanggil isteri, dan mengatakan, “mama saya sudah sudah tidak kuat lagi, mendengar itu istri saya spontan mengatakan jangan membunuh kami pa, saya serasa tersentak mendengar perkataan istriku, ternyata maksudnya kalau saya ada apa-apa mereka akan susah karena ketiga anak kami saat itu masih kuliah. Saya menyatakan obat sudah habis dan tidak ada lagi uang untuk membelinya,” kenangnya mengingat perjuangan hidup beberapa tahun lalu itu. “Seandainyapun bisa dapat uang karena dia sudah kebanyakan makan obat selama dua tahun tiga kali sehari sekali minum minimal 7 sampai 9 butir, kalau diminum terus bisa ginjal saya rusak. Saat itu istriku mengingatkan untuk kembali kepada kasih Tuhan karena di tahun 1995 saya juga pernah disembuhkanNya,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

bersama dengan keluarga

Akhirnya, Jhon dengan isterinya sepakat berdoa dan minta ampun kembali kepada Tuhan dan memohon agar Tuhan memberikan kesembuhan. Saat itu disepakati dia tidak lagi minum obat dan berserah penuh kepada Tuhan. “Saat itu saya imani firman Tuhan yang tertulis dalam Markus 11:24 “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + 1 =