Ketua FKUB Kota Tangerang Selatan Dr. H. Fachruddin Zuhri, Drs., M.Si; Mengajak Merajut Persaudaraan Sejati Tanpa Sekat Apapun
Merajuk Toleransi
Masa awal kepengurusan baru FKUB Kota Tangerang Selatan. Tahun tersebut merupakan tahun untuk saling mengenal, meracik dan merajut kepengurusan baru agar semakin solid di tahun-tahun berikutnya. Ibarat sebuah kapal, penting memastikan seluruh awaknya dapat memainkan peran terbaik, agar kapal tidak mudah diombang-ambingkan ombak, angin dan ganasnya lautan. Upaya untuk merajut perjuangan yang kokoh tersebut tampak pula dalam berbagai simbol khas FKUB Kota Tangerang Selatan. Mulai dari seragam putihnya yang berbalut ornamentasi merah sebagai penanda patriotisme dan nasionalisme yang religius.
Kekompakan pengurus FKUB ditampilkan sedemikian rupa, hingga tidak jarang mengundang decak kagum berbagai kalangan. Sampai di sini, framing FKUB awal sebagai organisasi yang mengawal kerukunan umat beragama dengan memperkuat kepengurusanya, cukuplah berhasil. Kata kunci keberhasilannya adalah ketulusan masing-masing pengurus dalam mendedikasikan hikmah atau pengabdiannya dalam FKUB itu sendiri. Maka tantangan terberat pada masa-masa awal kepengurusan FKUB adalah “mengubur” egoisme.
Mengubur egoisme berarti, menyadari sepenuhnya bahwa FKUB adalah organisasi bersama. Kolektifvitas adalah dasar kerjanya. Kemampuan transformasi individu dengan egonya “saya/aku”, menghendaki kemampuan untuk mengatakan “kami/kita”. Dengan kata lain, keberhasilan FKUB, bukan karena “saya” namun ini keberhasilan “kita” bersama. Filosofi inilah yang mengikat kerja kolektivitas pengurus FKUB, dan sebagai modal utama dalam membangun kepengurusan di tahun-tahun berikutnya. sebagai masa akhir kepengurusan FKUB berada dalam performa terbaiknya.

Tahun 2024 inilah tahun akhir sebagai “puncak kebersamaan.” Ibarat menanam pohon, tahun 2024 adalah masa panen yang ditunggu. Buah yang baik hadir karena melalui proses benih, penanaman dan perawatan yang baik. Masa inilah pengurus FKUB mengalami masa “fana/lebur” dalam giat dan kerja keumatan untuk mempersembahkan kerja dan karya terbaiknya. Selamat dan terimakasih atas dedikasi dan khidmah kepada seluruh pengurus FKUB, jasamu akan dikenang, amalmu akan dicatat sejarah sebagai bentuk pengabdian pada Allah, Tuhan yang maha Esa. (Hotman)
