Menghidupi Panggilan Pelayanan di Sumut

suaratapian.com JAKARTA-Merayakan ulang tahun berarti mensyukuri dan merefleksi kehidupan yang diberiNya. “Merayakan ulang tahun mengingatkan kita bertambahnya usia untuk bisa merefleksi dengan rasa syukur. Sampai disini Tuhan masih memberi kita kesehatan, baik itu kesehatan baik itu pekerjaan,” ujar Artha Beliana Samosir Pakpahan saat dijumpai redaksi NARWASTU tepat merayakan ulangtahun ke-57 di rumah mertuanya, Bertha boru Saragih (mantan anggota DPR RI), pada Sabtu, 23 April 2021, di Komplek Prima Asri, Jati Bening, Jalan Caman Raya, Bekasi, pada, Sabtu, 24 April 2021.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2019-2024 tersenyum bahagia saat ditanya kisah memilih jadi politisi? “Saya memang dasarnya suka pelayanan. Kalau ditanya latar belakang jadi politisi, mertua saya pernah anggota DPR RI. Tetapi bukan karena itu, saya terpanggil melayani di tegah masyarakat yang lebih luas. Karenanya sejak dulu di hampir setiap pelayanan saya terjun langsung ke masyarakat,” ujar anggota dewan di Provinsi Sumatera Utara ini. Demikian juga pada saat berjuang mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Sumut dengan terjun langsung.

Artha terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2019-2024 dari Partai PDIP Perjuang, dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Keterpilihannya tentu penuh perjuangan. Dia sendiri yang mengatur langsung tim untuk bisa mencari dukungan suara. “Saya langsung terjun sendiri, dan saya manajernya,” ujar istri dari St. Yan Santoso Purba. Suaminya mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai. Yan merintis karier di birokrasi sebagai PNS di Kementerian Keuangan, dan telah mengabdi di sejumlah wilayah di Indonesia yang juga aktif dalam pelayanan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan dan tokoh yang peduli dengan Simalungun.

Artha sendiri lahir di Dolok Sanggul, dan menyelesaikan studi dari SD hingga SMA Negeri 1 Doloksanggul, lalu kemudian melanjutkan kuliah di bidang kesehatan di Universitas Dharma Agung. Selesai tugas pengabdian di bidang medis, dia mencari ruang lain untuk melayani, jadi anggota dewan. Beruntung dia terpilih atas dukungan kaum perempuan. Waktu itu, banyak perempuan dari GKPS dan kaum perempuan dari marga-marga mendukungnya.

Saat ditanya kuota tiga puluh persen untuk jatah perempuan di ruang politik. Dia pun berharap ke depan di Sumatera Utara kuota tiga puluh persen itu bisa dipenuhi kaum perempuan. Dari 100 anggota DPRD SUMUT hanya 13 perempuan yang berhasil menduduki kursi, salah satunya Artha. Ditanya apa tantangan menjadi politisi di Sumatera Utara? Tantanangannya kaum perempuan belum melek politik, dan belum sepenuhnya sadar akan peran mereka.

“Saya ingin perempuan makin maju, punya peran di masyarakat. Sebagai perempuan saya membawa kepentingan masyarakat, kita ingin menampung keluhan masyarakat,” ujar putri Humbang Hasundutan ini. Meski di usia yang tak muda lagi, Artha tetap sosok pembelajar. Dirinya tak pernah berhenti belajar. Belajar seumur hidup.

Saat ini, dirinya tercatat menjadi mahasiswa fakultas hukum di salah satu universitas swasta di Sumatera Utara. Tentu, baginya bukan untuk gelarnya tetapi ilmunya. “Saya menyadari bahwa pengetahuan hukum itu penting dimiliki seorang politisi. Menurut saya, karena kalau kita sebagai politisi, masyarakat bertanya kepada kita, mereka pikir kita ini semua serba ahli. Jadi kalau kita nggak bisa jawab kita pun turun di situ.”

Acara perayaan ulangtahun Artha ke-57 Tahun dimulai dengan kebaktian yang dipimpin Pdt. Rumanja Purba, M.Si, mantan ephorus GKPS, dengan menyampaikan khotbah yang terambil dari Mazmur 22 ayat 11. Perenungan yang dalam, sekaligus pengakuan Mazmur bahwa Tuhan itu tidak diam, bahkan Tuhan itu tidak pernah meninggalkan orang yang percaya.

“Kita mulai dengan pertanyaan, kalau betul Tuhan tidak diam, mengapa prajurit terbaik Indonesia yang hilang bersama kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di selat Bali sampai saat ini belum bisa ditemukan Pertanyaannya, benarkah Tuhan ada, jadi selalu menjadi pertanyaan dalam kehidupan manusia, hingga zaman ini. Semua manusia mengalami pergumulan cobaan, tangis dan duka, silih berganti,” ujar pendeta Purba.

Ditanya kesan-pesan untuk Artha merayaka ulangtahun ke-57. “Saya sudah lama mengenal keluarga ini, dan saya selalu berdoa untuk setiap rencana-rencana yang mereka lakukan. Saya gembira hari ini dia dipercaya sebagai anggota legislatif di DPRD Sumatera Utara. Saya kira tugas yang baru, Tuhan akan pakai dia menjadi abdi negara yang baik, sekaligus menjadi abdi Tuhan yang terus menyuarakan kedamaian dan menjadi terang dan garam di tengah-tengah pelayanannya,” jawab pria kelahiran Pematang Siantar, itu. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.