Pdt Andreas Sinaga; Pejuang Hati, Mendonorkan Hati Demi Putrinya Karen
Alih-alih atas rujukan rumah sakit di Balikpapan, Desember 2020, Andreas dan istrinya memutuskan berangkat ke Jakarta untuk bisa melakukan cangkok hati. Atas saran seorang dokter bernama Pinondang Sinaga merekomendasikan ke RSCM Jakarta. Sesampainya di Jakarta pihak RS Cipto mengusulkan hanya transpalansi hati jalan solusinya, namun harus membutuhkan waktu yang tak cepat, karena banyak proses yang harus dilalui.
Puji Tuhan di Jakarta juga mereka mendapat kemudahan. Ada rumah singgah Bamuis BNI. Delapan bulan perjuangan di Jakarta, tepatnya melalui berbagai proses untuk operasi hati. Salah satu syarat untuk bisa dilakukan tindakan operasi jika lingkar lengan Karen ukurannya sudah tiga belas centi meter dan beratnya harus delapan kilogram maka baru bisa dioperasi. Sementara saat itu lingkar lengannya baru sebelas centimetre dan beratnya enam setengah kilogram.
Tentu hal yang perlu juga mendapat kepastian adalah siapa pendonor hati? Donor hati adalah orang yang memberikan hati secara sukarela untuk maksud dan tujuan transfusi hati bagi orang lain yang membutuhkan.
Saat ditanya-tanya pihak medis, maka keputusan itu diambil Andreas sebagai pendonor hati untuk putrinya oleh karena golongan darahnya dan golongan darah putrinya sama-sama golongan darah A. Itu artinya hati Andreas akan diambil untuk dicangkokkan ke hati Karen.
Kita tahu bersama, hati merupakan organ penting bagi manusia. Fungsi hati antara lain menghasilkan protein, menyimpan nutrisi, memproduksi empedu, dan berbagai fungsi penting lainnya. Lagi, hati merupakan organ penting bagi manusia. Fungsi hati antara lain menghasilkan protein, menyimpan nutrisi, memproduksi empedu dan energi, memproduksi kolesterol dan hormon. Jika, sukses hati Karen akan bertumbuh normal.
Namun pertanyaan berikutnya, berapa persen kemungkinan sukses? Pihak medis menyebut delapan puluh persen berhasil. Karen sendiri pasien bayi yang ke 64 dalam daftar transplansi hati. Sejak 2014, dokter di RSCM sudah mampu melakukan transplansi hati.
Sebagai seorang ayah, Andreas terus menyadari bahwa tugasnya sebagai pelayan Tuhan bukan saja berdiri di podium untuk memberitakan firman Tuhan, yang tak kalah hebat berkhotbah dalam praktek hidup.
Namun dia tak pernah putus pengharapan mencari jawaban Tuhan, dia bersama istri mencari dan menggali informasi seputar pengobatan anak mereka, dengan demikian mereka memudahkan melakukan pengobatan Karen. Jika penggantian hati tak segera dilakukan dan mendapatkan tindakan cepat maka dampaknya bisa maut.
