Pdt Andreas Sinaga; Pejuang Hati, Mendonorkan Hati Demi Putrinya Karen
Hati bapa
Tentu saja perjalanan pengobatan Karen yang tak mudah juga membutuhkan waktu yang panjang. Tiba-tiba saja kebijakan di RSCM ada perubahan ketika pandemic menaik lagi. Pasien di rumah sakit banyak yang meninggal, termasuk Karen dinyatakan ke Covid-19. Melihat keadaan itu, apalagi sudah puluhan bayi yang sama sakitnya dengan Karen meninggal. Oleh karena itu keluarga ini meminta agar Karen isolasi mandiri. Setelah sembuh justru ada peraturan dari RSCM bahwa sementara transplansi hati distop sementara waktu.
Di saat jalan seperti buntu, namun tiba-tiba saja ada orang yang mengkontak pendeta Andreas di Facebooknya, dari keluarga Grace menyatakan, punya pengalaman yang sama, dan melakukan transplansi ke India. Maka mereka bertemu dan dasar itu memutuskan membawa Karen ke India. Sebelumnya tiga rumah sakit di Indonesia sudah dilewati sejak dari rumah sakit Hermina Balikpapan, RSUD Provinsi hingga ke Jakarta di RS Cipto Mangunkusumo dinyatakan Karen atresia bilier, dimana status hatinya itu sirosis, rusak total.
“Puji Tuhan ada keluarga Grace. Sebelumnya belum pernah kenal, ke luar ini kemudian menjadi jembatan melakukan transplantasi hati untuk anak perempuan kami. Kami bersyukur Tuhan buka jalan lewat keluarga Grace. Atas perjumpaan itu kami memilih untuk ke India, tepatnya di Indraprastha Apollo Hospital New Delhi, India,” sebutnya.
Pendek cerita keluarga ini difasilitasi oleh satu jasa layanan yang bernama Shinon, pusatnya di India tetapi perwakilan mereka ada di Indonesia. Di Indonesia mereka membantu orang-orang yang sakit untuk berobat ke India dan kami sangat tertolong dengan adanya jasa layanan ini sehingga mereka bisa berangkat dengan baik. “Sampai tiba di India dengan baik pula kami disambung dijemput di bandara, diantar ke tempat penginapan yang sudah disiapkan dan juga setelah itu diantarkan ke rumah sakit,” jelasnya lagi
Akhirnya tanggal 9 dilakukan tindakan transplantasi dilakukan di Pollo Hospital, New Delhi. “Saya sebagai pendonor dioperasi demikian juga anak saya. Sebagian daripada hati saya di cangkokkan kepada Karen,” kisah Andreas lagi. Untuk segala proses itu, Andreas sempat tak siuman, baru hari kedua siuman.
Inilah kisah yang mengharu biru. Perjuangan satu keluarga terutama seorang bapak, Andreas Sinaga. Dia memiliki hati bapa, membuatnya memilih berkalang tanah sebagai pendonor hati untuk putrinya. Inilah hati bapa, bagaimanakah dia merasakan perjuangan putrinya karena gagal fungsi hati. Sebagaimana dalam Mazmur 103:13; “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Hojot Marluga)
