PENGHARAPAN TIDAK PERNAH MENGECEWAKAN

Nikmatilah apa yang sudah ada di dalam

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Roma 5:5. Ada atau tidak ada ayatnya? Ada! Pengharapan tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita. Sudah di dalam hati kita! Jangan cari-cari lagi keluar.

Ini masalah mental kita yang kadang-kadang suka mencari lagi. Ayo kita ke sana, kita harus kumpul tengah malam di gunung ini, baru Tuhan datang. Padahal Firman bilang Dia sudah berada di dalam hati kita, kasih-Nya sudah di dalam hati kita. Sama seperti kita mengatakan, “Lho saya sudah ada di dalam kamu, saya sudah berikan semua, kok kamu cari-cari lagi?” Nikmatilah apa yang sudah ada di dalam.

Kristus di dalam kamu, Kristus yang lengkap di dalam kamu. Galatia 2:20 berkata, “Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Percayakah kita Bapak Ibu? Semua sudah tertulis, itu poinnya. Mari kita imani. Musuh utama kita bukanlah dari luar, melainkan jiwa kita sendiri. Kita terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Secara roh sudah selesai, sudah tertulis. Tetapi musuh utama kita adalah jiwa kita: perasaan kita, pikiran kita.

Mari kita tetap intim bersama Dia melalui Firman-Nya. Baca, renungkan, maka Firman itu akan mengalir di dalam hidup kita. Bukan kekuatan kita, tetapi Dia yang bekerja melalui hidup kita. Filipi 2:13, Allah yang bekerja di dalam kita.  Jadi jangan aku-aku lagi. “Aku bisa begini karena aku sehat, karena aku ganteng, karena aku cantik.” Itu keakuan terus. Jiwa kita yang menonjol. Padahal hidup kita adalah karena Dia.

 Karena itu, saling mengingatkanlah kamu satu dengan yang lain di dalam hukum Kristus. Galatia 6:1-2. Apa itu hukum Kristus? Kasih dari surga. Kasih dari surga memenuhi tempat ini. Bukan hanya tempat ini, gedung gereja ini, tetapi hati kita. Ini hanya gedung untuk kita bersukacita menyatakan sukacita kita bersama. Kita menari, tepuk tangan, inilah luapan hati kita yang sudah dipenuhi kasih.

Jangan sampai gedung gereja menjadi tempat senggol sana senggol sini. Jangan ada dusta di antara kita, apalagi gereja kesukuan. Kita berkumpul bukan untuk bertemu Tuhan di sini saja, karena Dia sudah di dalam hati kita, kita hanya menyatakan sukacita bersama di gedung ini. Sekalipun keadaan dunia serba tidak menentu, bagi orang yang hidup mengandalkan Tuhan tetap ada pengharapan yang pasti. Orang yang mengandalkan Tuhan pasti dibuat berbeda oleh Tuhan. Sehingga tak perlu takut pada musim-musim kering.

Hidup mengandalkan Tuhan berarti kita tidak lagi mengandalkan diri sendiri, kekuatan kita, kepintaran kita, kekayaan kita, kedudukan kita. Kita harus sadar bahwa umur kita ada batasnya, semua yang ada di dunia bersifat fana dan akan berakhir. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain menjadi seperti akar yang terus menikmati sumber air hidup.

Apa itu sumber air hidup? Yesus, Roh Kudus, Firman-Nya yang ada di dalam hati kita. Yohanes 4:14 berkata, “Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya, sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Dan Yohanes 7:38, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Dan pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Kuncinya hanya satu: serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Petrus 5:7. Amin.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 4 =