Sahat Sinurat: Pemimpin Muda yang Membangun Masa Depan Indonesia

Kepemimpinan Sahat Sinurat

Kini, kepemimpinan Sahat tidak hanya terbatas pada GAMKI. Ia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kepemudaan dan Pengembangan Milenial DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia.

Aktivitasnya terus berjibun. Baru-baru ini misalnya, Rabu, 4 Desember 2024, menjadi momentum penting baginya sebagai Ketua Umum DPP GAMKI ketika diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming di ruang kerjanya. Pertemuan ini berlangsung santai dengan pembicaraan yang hangat dan terbuka.

Dia menyampaikan  aspirasi dari para kader dan Gereja. “Kami menyampaikan dengan jelas, mencakup percepatan pembangunan di Papua dan daerah tertinggal lainnya, pelaksanaan program makan bergizi gratis di daerah 3T, serta komitmen untuk kesetaraan dan toleransi beragama. Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendengar dan mencatat aspirasi tersebut dengan penuh perhatian,” ujarnya.

Atas apa yang dia sampaikan, wakil presiden menanggapi, akan menyampaikan pada Presiden Prabowo, karena presiden berkomitmen membangun SDM generasi muda Indonesia melalui program makan bergizi gratis. Lebih lanjut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka  menyampaikan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesolidan dan kerja keras dari seluruh Kabinet Merah Putih untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang perbedaan suku, agama, golongan, dan lainnya.

Dalam perbicangan itu, Wakil Presiden menyampaikan agar para kader GAMKI dan pemuda Gereja dapat terlibat dan mendukung program-program pemberdayaan pemerintah. Tentu sambutan hangat dan salam juga disampaikan kepada keluarga besar GAMKI dan Gereja. Sahat sebagai Ketua Umum DPP GAMKI menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan berharap dapat melanjutkan hal-hal positif dari pemerintahan sebelumnya serta menciptakan program-program baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sahat bersama Maruarar Sirait

Sebagai pemuda, Sahat terus memberi gagasan di berbagai kesempatan. Saat konferensi Studi PPGT yang berlangsung pada 25 September 2023 menjadi momentum penting baginya untuk menyampaikan pada pemuda gereja untuk mempersiapkan diri sebagai generasi emas 2045. “Pemuda Gereja dan Generasi Emas 2045” dengan penuh semangat dan visi.

Menurutnya, bonus demografi merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan dengan maksimal. Ia menekankan empat hal penting untuk mempersiapkan generasi emas tersebut: Membangun visi yang jelas, mengembangkan kompetensi, membentuk karakter yang kuat dan membangun relasi yang strategis.

Kerja sama antara GAMKI dan PPGT juga ditekankan, terutama dalam pengembangan pariwisata budaya, program ketahanan pangan, dan penanganan stunting. Bung Sahat juga mengumumkan program beasiswa GAMKI untuk studi di China bagi lulusan SMA/SMK. “Relasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan,” kata Bung Sahat. “Kenali potensi dan kekurangan untuk membangun strategi yang baik.”

Acara tersebut diakhiri dengan pengukuhan Brigsena dan persiapan Apel Siaga Nasional Brigsena pada 27-28 Oktober 2023. Bung Sahat menutup dengan pesan inspiratif: “Pemuda gereja harus berani punya impian.”

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + 9 =