Sahat Sinurat: Pemimpin Muda yang Membangun Masa Depan Indonesia

Sosok inspiratif dan Penggerak Perubahan

Sebagai Ketua Umum GAMKI Sata terus menggerakkan perubahan, termasuk siap jadi politisi. Dia kemudian bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia, dan Kaesang Pangarep, menyambut hangat bergabungnya Sahat Sinurat. Sebagai Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), sebagai anggota PSI. Sahat Sinurat menerima kartu anggota PSI di Kantor DPP PSI, Jakarta, pada 25 Juli 2024. Menurut Kaesang, kehadiran Sahat Sinurat akan memperkuat politik PSI menjelang Pilkada 2024 dan Pemilu 2029.

Kaesang Pangarep, Ketum PSI, menjalin silaturahmi dengan Wali Kota terpilih Palangka Raya, Fairid Naparin, di basecamp DPP PSI pada Rabu, 19 Desember 2024. Pertemuan ini membahas berbagai hal, dari yang ringan hingga serius, menandai awal kerja sama yang erat.

Sahat Sinurat, seorang pemuda inspiratif. Di beberapa tahun lalu dia telah berjuang untuk menjadi calon DPD RI demi memperjuangkan hak warga negara beribadah dan memeluk agama. Niatnya ingin membangun generasi muda yang berani bersuara dan menjalin hubungan baik lintas agama.

Sahat bersama istri dan ketiga anaknya

Karena itu, Sahat mengajak para pemuda untuk tetap optimis dan siaga menghadapi perubahan. Dengan semangat dan visinya, Sahat Sinurat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

Lagi-lagi Sahat Sinurat, sosok inspiratif, menawarkan filosofi hidup yang mendalam. Baginya, meneriaki kegelapan tidaklah cukup; malahan, kita harus menyalakan lilin dan memberikan kehangatan.

Dengan kata-kata bijak, “Jangan meneriaki kegelapan, nyalakan terang!” Sahat mengajak para pemuda gereja untuk menjadi sumber cahaya di tengah kegelapan. “Menyebarkan kehangatan, bukan mengutuk kegelapan, adalah kunci perubahan sejati.”

Ayah tiga anak ini, menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan generasi yang lebih baik. Melalui filosofinya, ia menginspirasi kita untuk menjadi lilin harapan yang menerangi jalan kebahagiaan dan kebijaksanaan.

Sahat bersama Hakim Konsitusi, Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, S.H., M.H.

Sahat juga terus dan tetap ada di tengah kehangatan persaudaraan. Di musim Natal dan menjelang Tahun Baru, tujuh organisasi pemuda lintas iman bergabung dalam silaturahmi penuh makna. GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Gemabudhi, Peradah, Gema Khonghucu, dan GAMKI mempereratkan ikatan persaudaraan dengan kunjungan ke Gereja Kristen Jawa di Desa Minomartani, Sleman, Yogyakarta.

Pada Jumat, 20 Desember 2024, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Gereja Kristen Jawa yang berdampingan dengan Gereja Katolik St Petrus dan Paulus menjadi saksi persahabatan yang erat dan penuh rasa hormat.

“Kegiatan ini memperkuat semangat kebangsaan dan memperdalam pemahaman antar pemeluk agama, sekaligus memperkokoh keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Demikian juga pada Senin, 16 Desember 2024, menjadi momentum penting GAMKI dalam mengembangkan ekosistem riset dan inovasi. Bidang Riset dan Inovasi DPP GAMKI mendampingi Rektor Universitas Negeri Pattimura, Prof. Fredy Leiwakabessy, dalam pertemuan strategis dengan Wakil Menteri Dikti, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Fauzan, dan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Togar Simatupang.

“Pertemuan ini memperkuat komitmen GAMKI untuk membangun Badan Riset dan Inovasi yang akan menjadi wadah bagi kader-kader di seluruh Indonesia. Badan ini akan mengembangkan potensi riset dan inovasi sesuai kepakaran masing-masing, memperkuat peran GAMKI sebagai gerakan pemikiran, advokasi, dan profesi,” sebutnya di beranda Facebooknya.

Kesibukan Sahat tidak berhenti, setelah kembali dari Palembang. Dia melanjutkan perjalanan ke gereja yang dipimpin Pdt. Ronny Sigarlaki, berdiskusi tentang tantangan pelayanan Gereja di daerah tertinggal.

Kemudian, dia bertemu Rektor Universitas Negeri Pattimura, Prof. Freddy Leiwakabessy, membahas program pengembangan kampus. Dalam acara PGI dan GMKI, Sahat bersua dengan para pemimpin dan senior, memperkuat silaturahmi dan ikatan persaudaraan.

“Momen indah ini diakhiri dengan ibadah Natal Yayasan Komunikasi Indonesia, bersama tokoh-tokoh inspiratif. Semoga kebersamaan ini terus memperkuat ikatan dan membangun kebaikan bersama,” ujarnya antusias. (Hotman)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 4 =