Tetap Jaga Pikiran, Berbagi Dalam Kasih
Tetap jaga prokes
Kondisi pandemi yang belum mereda, meminta masyarakat tetap menjaga prokes. Tetap disiplin prokes meski sudah divaksin Covid-19. Tetap pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Karenanya, Rumondang juga mengingatkan seluruh wartawan Kristiani tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan tugasnya.
Lalu, ditanya, apa rahasianya untuk bisa menjalani hari-hari hidup tetap tenang? Tent. Menurut saya senderhana saja, berpikir positif. “Saya selalu berpikir positif untuk segala perkara apapun yang saya lihat dan dengar saya berpikiran positif. Dan yang kedua saya selalu menjaga hati saya, tetap gembira. Hati yang gembira adalah obat,” ujarnya. Tentu untuk menjaga kesehatan, fit terus dengan olahraga. Lalu, makanan. “Karena saya tidak makan nasi, saya biasa minum cuma jusnya, ya mungkin itu juga menolong dengan banyak makan buah.”

Jauh sebelum pandemik, tiga bulan sebelumnya Rumondang telah diberi tahu untuk banyak minum minuman herbal, seperti cairan untuk membuang masuk angina, sebab untuk mengatasi masalah yang ada sekarang adalah imunitas harus kuat. Selama imun kita fit tak akan tertular virus. “Saya tak terlalu banyak tidur, kerjanya banyak, jadi mungkin, kalau dulu belum minum herbal itu bisa tahu dampaknya. Sekarang orang minum air jahe, minum teh, herbal, semua itu adalah tujuannya untuk imun. Saya masih makan bawang putih dengan pisang,” ujarnya memberi kiat.
Rumondang yang diwawancara di rumahnya, saat ditanya, apa makna berbagi baginya? “Bagi saya berbagi untuk jadi berkat. Diberkati untuk menjadi berkat. Berkat itu jangan berkonotasi harus orang kaya, siapa pun bisa berbagi, jadi berkat. Saya tak pernah lihat berbagai itu ukurannya kekayaan. Bukan di situ, tetapi ketika kita diberkati, kita jadi berkat. Jikalau hari ini aku ada, ada lebih, aku bagi. Jika adanya cuman tenaga, ya saya bagi tenaga, karena saya lihat ada banyak orang yang berbagai,” sebutnya.
Dia mencontoh salah satu adiknya Riko yang terus berbagi di tengah Covid-19 yang masih mewabah. “Dia nggak punya apa-apa, tetapi dia punya skill, jadi sopir. Hari ini dia membagi berkatnya menjadi sopir ambulans untuk mengantar pasien Covid-19,” sebutnya di tengah mayoritas orang menghindar untuk jadi relawan apalagi sopir ambulan mengantar orang yang terpapar Covid-19. “Dia memberi diri untuk menjadi relawan. Saya bilang itu berkat berbagi. Jadi, buat saya berbagi itu harusnya jadi lifestyle,” ujarnya mengakhiri. (Hojot Marluga)
