CEO PT. Berdikari Insurance, J.S. Simatupang, S.H., M.H.; Tulus Suarakan Kebenaran Demi Rakyat

Lalu ditanya, mengapa terinspirasi menjadi lawyer atau pengacara, JS mengaku terinspirasi dari pamannya Antonius Jahemat Lumban Gaol dan seorang pengacara, Daniel Lunk, pengacara asal Belanda di Medan. Masih bening dalam ingatannya perjuangan pamannya itu di Riaria, Pollung (Humbang Hasundutan) ketika memperjuangkan status tanah ulayat masyarakyat Riaria yang diklaim milik pemerintah waktu itu. Beritanya sempat menasional, sampai waktu itu Laksamana Sudomo datang dari Jakarta untuk menyelesaikan perkara tersebut. 

(Desa Riaria pertama sekali didirikan pada tahun 1904 oleh keturunan Raja Pangisi Lumban Gaol dan keturunan Sinanti Raja Siregar Silali. Setelah Indonesia merdeka dan berdaulat penuh, pada tahun 1952 Desa Riaria resmi dijadikan sebagai desa definitif, desa yang berdiri sendiri, dengan enam wilayah). Perjuangan masyarakat Riaria yang sempat heboh jadi berita nasional, lebih heboh saat perjuangan ibu-ibu warga Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, mengadang alat besar saat masuk ke desa mereka tempo lalu.

Saat itu, JS masih mahasiswa, dan melihat keberanian pamannya sebagai pengacara, dari situ kemudian memicunya ingin jadi pengacara. Karier kepengacaraannya dimulai dari pinggiran Jakarta sebagai pengacara di Karawang, kemudian ke Cikarang. Selesai dari Cikarang berpindah ke Tambun-Bekasi, dari Tambun lalu pindah ke Jakarta. Saat ini kantor pengacaranya ada di Duren Sawit, Jakarta Timur, dan pusatnya ada di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 4 =