Dr. Pantas H. Silaban, SE, MBA: Jangan Cemas; Tetap Memuji, Kita Dilindungi Tuhan
Dia bertumbuh di HKBP Pagodungan Dolok Sanggul. “Dulu ada guru mata pelajaran Kesenian di SMP selalu melibatkan saya, semacam asisten untuk mengajari teman-teman murid,” ujar alumnus SMP Negeri I Dolok Sanggul, di Jl Melanthon Siregar, menceritakan kesempatannya untuk terbiasa memimpin koor.
Kemampuan melatih itupun berlanjut ketika SMA, karena di sana ada orang yang melatihnya main terompet, pakai not balok. Dari sana dia berkesempatan membaca not balok. Dasar memang dia penurut dan suka belajar, di sela-sela waktu luang dia belajar sendiri untuk mengikuti apa yang sudah didapatnya dari guru.
“Saya kebetulan suaranya bisa, lalu belajar tulis lagu. Bahkan, guru kerap menyuruh saya untuk menulis lagu dengan not angka di papan tulis sebelum nanti diajarkan pada latihan paduan suara di gereja setiap minggunya, dan kesempatan ini membuat saya lebih dulu menguasai lagu yang akan dilatih di bandingkan dengan anggota paduan suara lainnya dan akhirnya menjadi asisten pelatih,” sebutnya mengenang.
Proses di masa itulah menurutnya terjadi learning by doing belajar sembari mempraktikkan. “Setelah selesai lulus SMA dari Dolok Sanggul saya ke Medan kuliah di Universitas Nommensen, dan saya masuk di gereja HKBP Teladan. Sejak tahun tahun 1978 akhir di situlah saya mulai aktif memimpin paduan suara,” ujar Anggota Komisi Aturan Peraturan HKBP Periode 2020-2024 ini.
saya merasakan campur tangan Tuhan untuk mengarang lagu itu. Malam itu dengan bahasa saya, saya tulis. Saya menulis bahwa kita sekarang berada dalam ujian…
Jejak rekam di seni suara
Ketika masih di SMP Negeri 1 Dolok Sanggul dia sudah dipercayakan gurunya sebagai salah satu personil koor di SMP karena suara seriosanya khas. Kemudian membawanya memimpin Koor Remaja Gereja HKBP Dolok Sanggul sejak tahun 1974 tahun 1975. Kemudian jadi Anggota Musik Tiup Gereja HKBP Doloksanggul 1975-1977. Asisten Dirigent NHKBP Dolok Sanggul 1975-1977. Setelah kuliah di Universitas Nommensen dirinya aktif di HKBP Nommensen, kemudian jadi dirigent Koor Ama HKBP Teladan Medan dari tahun 1988 hingga sekarang.
Berlanjut Dirigent Parende Baoa Nommensen Medan (1994-1999), Dirigent Paduan Suara Citra Medan (1983-1989), Dirigent Koor NHKBP Teladan Medan (1978-1987), Pimpinan Tim NHKBP berkunjung ke Jerman Barat (1987), Pengurus Yayasan Perguruan HKBP Teladan, sebagai Anggota BPH (2001-2007), Dirigent Paduan Suara Fakultas Ekonomi UHN Medan (2002-2007). Selama berkarir di musik, prestasi atau penghargaan yang pernah dicapai yaitu memenangkan kontes Bintang Radio dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk kategori seriosa.
Pantas juga pernah juara tiga Bintang Radio Jenis Seriosa tingkat Sumatera Utara, tahun 1981. Juara dua Bintang Radio jenis Seriosa tingkat Sumatera Utara, tahun 1983. Juara satu penyanyi seriosa tingkat Sumatera Utara, tahun 1984. Juara pertama festival vocal Group Jetun Games Se-HKBP, tahun 1985. Juara Kedua Festival Koor Jetun Games Se-HKBP, tahun 1985. Dirigen Paduan Suara Fakultas Ekonomi UHN meraih juara pertama pada festival Sumpah Pemuda, tahun 1988.
Dia ikut juga mempersiapkan, menulis lagu, melatih, dan memproduksi rekaman Paduan Suara “Parende Baoa” dalam bentuk kasette yang didistribusikan di kalangan masyarakat yang menjadi pasar sasaran UHN, dan menjadi promosi positif mengangkat citra UHN di mata masyarakat, tahun 1996. Anggota Paduan Suara Mahasiswa Western Michigan University di Kalamazoo Michigan USA, selama dua tahun, dari tahun 1991 hingga tahun 1992.
Dia juga telah menulis Mars Akademi Perawat Teladan Bahagia, tahun 2002. Penyanyi undangan pada Konser Amal Pengumpulan Dana Pembangunan Gereja HKBP Jatiwaringin di Jakarta, tahun 2003 dan tahun 2004. Pernah menjadi MC dan Juru Lelang sekaligus donatur pada berbagai pesta pembangunan gereja di HKBP di Medan Sekitarnya sejak tahun 2005 hingga sekarang.
Selain itu, Pantas juga yang menulis Mars IBBI Medan, tahun 2005. Menulis lagu, melatih dan memproduksi rekaman Paduan Suara Fakultas Ekonomi dan melaksanakan penjemaatannya di kalangan masyarakat yang menjadi pasar sasaran Fakultas Ekonomi, dan juga menjadi publikasi positif di tengah-tengah masyarakat untuk menjaga dan mengangkat citra Fakultas Ekonomi UHN, tahun 2005. Menulis lagu dan memproduksi 2000 CD rekaman Lagu Rohani dan mendistribusikannya secara gratis pada komunitas Pomparan ni Datu Mangambe Silaban di Lintong Nihuta, Humbang Hasundutan, tahun 2005.
Selain itu, menulis Mars Akademi Kebidanan Kesehatan Baru, tahun 2006. Menulis Mars Prime One School Medan, tahun 2007. Memproduksi 4000 rekaman VCD 10 Lagu Rohani Karya Pantas H Silaban dan mendistribusikannya secara gratis kepada komunitas Pomparan ni Borsak Jungjungan Silaban Indonesia, tahun 2010. Bersama Koor gabungan HKBP Teladan Medan memproduksi sepuluh Lagu Rohani Karyanya sebanyak 10.000 VCD sebagai persembahan syukur Jubileum 150 tahun HKBP.
Pantas juga mendistribusikan secara gratis kepada 1300 Gereja HKBP di Sumatera Utara. Hasil persembahan syukur dari distribusi VCD sebesar lima puluh juta rupiah yang diserahkan ke Dana Pensiun HKBP melalui Sekretaris Jenderal HKBP waktu itu, (alm) Pdt Ramlan Hutahaean MTh, tahun 2011. Juga menulis mars Jubileum HKBP untuk diperlombakan di HKBP, tahun 2011.
Bukan hanya itu, reputasinya dalam mengarang lagu. Dia juga menulis lagu Mars Anak-Anak HKBP untuk diperlombakan di tahun anak-anak HKBP, tahun 2013. Menulis Lagu Mars SMP Negeri Pelangkaraya, tahun 2017. Mendukung berdirinya Universitas HKBP Pematangsiantar dia diminta yayasan untuk menulis Mars Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar. Sebelum mengikuti Sayembara Ciptalagu HKBP ini dia juga telah menulis beberapa lagu dalam bentuk mars dan himne untuk lembaga pendidikan.
Walau sejak kecil aktif di gereja dia tak memilih jadi pendeta, salah satu alasannya abangnya sudah ada jadi pendeta HKBP. Pantas lantas menata karier sejak lulus kuliah sebagai dosen, menjar di kampus. Sebagai seorang cendikia yang lulus dari luar negeri, dia selalu ingatkan kepada mahasiswanya penguasaan Bahasa Inggris yang baik adalah kata kunci dan menjadi penentu untuk bisa berhasil dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0.
Lagi, sejak kecil aktif dalam lingkungan kegiatan rohani, pelatih paduan suara, pemimpin paduan suara, bahkan, sering juga jadi juri paduan suara, memberikan pelatihan kepada peserta paduan suara. “Kira-kira seperti itulah yang saya lakukan, mengajak mahasiswa dengan teman-teman mengenal Tuhan dengan lagu-lagu. Kita bisa juga saling mengenal Tuhan di dalam kehidupan sebagai dosen mereka sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Ayah satu putra, Pharel Jonathan J Silaban dari pernikahannya dengan Adelima CR Simamora, SST, SKep, Ns, M.Kes. Istrinya dulu adalah temannya sesama Sekolah Minggu di HKBP Pargodungan, Dolok Sanggul, adik dari gurunya yang mengajarnya terompet alm Tolopan Simamora SH.
