Drs. Tumbur Naibaho, MM, FSAI: Menggerakkan Ekonomi Rakyat, Maju dan Bertumbuh Bersama

Jadi Berkat Bagi Sesama

Sejak KSP Makmur Mandiri didirikan sampai kini telah memiliki jaringan 86, dan Kantor Cabang di tiga belas provinsi, dan didukung hampir 1.000 orang karyawan. Tumbur mengharapkan Di masa yang akan datang, diharapkan KSP Makmur Mandiri akan semakin banyak berperan dan turut membantu pengadaan lapangan kerja. KSP Makmur Mandiri diniatkan menjadi koperasi yang melayani seluruh anggota sebagaimana visinya menjadi salah satu koperasi terbaik di Indonesia.

Sementara misi mencipatakan kesejahteraan bagi para anggota yang berkesinambungan, berdaya guna sebagai mitra strategis dan terpercaya bagi anggota. Lalu, berkontribusi dalam perkembangan perkoperasian di Indonesia. Selain itu mengelola koperasi dan unit usaha secara profesional dengan menerapkan Good Corporate Governance.

Sebagaimana dikatakan di atas tadi, KSP Makmur Mandiri didirikan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju adil dan makmur. Dengan motto “maju dan bertumbuh bersama anggota,” dan semboyan kerja; bekerja dengan jujur, ramah, senyum dan bersahabat.

Alih-alih koperasi dapat menggerakkan ekonomi rakyat, koperasi telah terbukti mampu menggerakkan ekonomi dan peluang bagi masyarakat. Tentu, untuk mewujudkan program jangka panjang KSP Makmur Mandiri dimana lima tahun ke depan akan mendirikan 200 kantor cabang di 34 provinsi yang dilayani sekitar 2000 karyawan dan bisa kantongi aset hingga Rp1 triliun, KSP Makmur Mandiri dibawah pimpinannya semakin menunjukkan konsistensinya.

Saat ini, KSP Makmur Mandiri telah menambah kantor cabang barunya ke 131 di Gianyar Bali (Cab. Bali 3), yang prasastinya ditanda tangani oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI, Prof Dr. Rully Indrawan, MSi. Selanjutnya kantor cabang baru, ke 132, cabang Mustika Jaya, Kota Bekasi saat itu hadir Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat menandatangani prasasti pembukaan kantor cabang baru KSP Makmur Mandiri ke 132 tersebut.

“Puji Tuhan atas kemurahan, berkat dan perkenanNya dan dukungan doa dari berbagai pihak serta karena kerja keras para karyawan, Pengurus dan Pengawas. Di masa mendatang, diharapkan melalui Koperasi Makmur Mandiri akan semakin banyak berperan dan turut membantu pengadaan lapangan kerja, sehingga para anggota, calon anggota dan para karyawan beserta keluarga melalui KSP Makmur Mandiri diharapkan dapat memperoleh hidup yang lebih baik dan sejahtera,” ujarnya lelaki sederhana ini.

Selain membantu di sisi bisnis, Tumbur Naibaho juga bersama istrinya Jusniar Simbolon juga aktif melayani. Salah satunya misalnya pernah membantu lahan dan pembangunan gereja. Sebagai jemaat HKBP dan melihat ibadah HKBP Filadelfia yang lama terkatung-katung dan terus berpindah-pindah tempat ibadah, Tumbur ibah. “Saya merasa ibah melihat, harus meminjam gedung HKBP Sumber Jaya Tambun dan HKBP Maranatha untuk beribadah. Atas hal itu saya mau membantu HKBP Filadelfia,” ujarnya.

Walau bukan jemaat HKBP Filadelfia, Tumbur ikut membantu mencarikan jalan solusi atas pergumulan yang dihadapi HKBP Filadelfia yang ditolak di lahan mereka yang sebelumnya dibangun gedung gereja. Atas inisiatif sendiri, tahun 2016 dia menjumpai Kepala Desa Sumber Jaya untuk membantu mencarikan lahan yang memungkinan dijadikan tempat ibadah dan yang tak lagi mendapat penolakan warga sekitar, sebagaimana gereja HKBP Filadelfia yang selalu ditolak. Maka lahan ditemukan sebidang tanah.

Oleh karena itu, pemerintah Desa Sumber Jaya sudah setuju, dia membelikan lahan itu di pinggiran kali dekat dengan jalan tol yang saat ini sedang dikerjakan. Oleh karena lahan itu sudah dia beli, Tumbur berjumpa dengan Pendeta HKBP Filadelfia Pdt Saut Simanjuntak memberi lahan gereja tersebut. Tak berhenti di situ Tumbur juga memberi bantuan dana 100 juta untuk membangun. Bagi Tumbur, bahwa hidup mesti berimbang, berusaha dan memberi, mendapatkan dan berbagi.

Baginya, tentu hidup mesti jadi berkat bagi sesama dalam segala aspek kehidupan. Berkat bagi orang lain tentu saja bukan hanya ketika memberi secara materi atau mengabarkan Injil lewat kata-kata, namun bagaimana caranya melayani, menjadi berkat bagi orang lain. Baginya, tak terlalu berpikir muluk-muluk, hebat-hebat dan spektakuler. Jadi berkat adalah menjadi penggerak usaha banyak orang. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − 8 =