HKBP Kemang Pratama Bekasi Menggelar Perayaan Tahun Kesehatian dan Pesta Gotilon
Kebaktian Perdana dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2014 dan inilah ditetapkan sebagai hari lahirnya gereja HKBP kemang Pratama dan kemudian ditetapkan sebagai Pos Parmingguon pada tanggal 12 Juli 2015 oleh alm Pdt. M. Ladestam Sinaga, dengan SK No. 192/02.2/D. 19/MRL/VII/2015. Ditetapkan sebagai Huria pada tanggal 23 April 2017, oleh pimpinan HKBP Distrik XIX Bekasi yaitu Pdt Banner Siburian, M.Th.
Melalui SK. No.069/SK/D.XIX-B/02.5/IV/2017, kemudian diresmikan menjadi Huria Na Gok “Persiapan Huria HKBP Kemang Pratama” tanggal 13 Oktober 2019 oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Banner Siburian, M.Th. Saat ini statistik HKBP Kemang Pratama Tahun 2022. Jumlah Kepala Keluarga 40 KK. Jumlah anggota Jemaat 153 Jiwa. Jumlah Parhalado, Sintua 4 orang dan dua calon sintua. Dipimpin satu pendeta full timer.
Sepuluh Tahun Distrik XIX Bekasi
Disela-sela pelayanannya di HKBP Kemang Pratama SuaraTapian Channel mewawancarai Pdt Mangatur Manurung MTh sebagai Pimpinan HKBP Distrik XIX merefleksi sepuluh tahun HKBP Distrik XIX Bekasi. Dia mengajak jemaat HKBP Bekasi memanfaatkan momentum penyelenggaraan Tahun Kesehatian 2022 HKBP Distrik XIX-Bekasi untuk merefleksi, dan akhirnya menerbitkan buku.
Di usia HKBP Distrik XIX Bekasi tahun 2022 ini genap berusia 10 tahun, menurutnya, belumlah panjang perjalanannya, namun perlu dicatat juga hal-hal yang sudah dilakukan. Sebagai Pimpinan HKBP Distrik XIX Bekasi, lagi-lagi meminta memanfaatkan momentum penyelenggaraan Tahun Kesehatian 2022 HKBP Distrik XIX-Bekasi untuk membentuk satu Bidang dalam Kepanitiaan Tahun Kesehatian untuk bertugas menyusun buku Sejarah 10 Tahun HKBP Distrik XIX Bekasi, 2012- 2022.
“Setelah sepuluh tahun berdiri distrik XIX Bekasi ini adalah momentum besar bagi distrik ini, setelah berpisah dari DKI Jakarta. Dulu namanya Jakarta 2. Lalu dalam sepuluh tahun ini banyak berbenah dalam pelayanan yang lebih maksimal dalam segala aspek, terlebih dalam satu tahun ini. Dalam sepuluh tahun ini HKBP Distrik XIX Bekasi telah banyak berbuat dan menolong menghadirkan diri menjadi berkat bagi gereja-gereja yang ada di Bonapasogit, bagi kaum difabel dan bagi orang-orang yang berkebutuhan khusus,” sebut pendeta yang selalu berapi-api berkhotbah, ini.

Dia menambahkan, harapannya ke depan distrik Bekasi ini semakin mendesain diri menjadi distrik yang lebih besar lagi. “Bukan hanya dari segi jumlah, tetapi dari segi kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, khususnya di tengah-tengah gereja,” sebutnya lagi.
Ditanya, tantangan ke depan soal intoleransi di Bekasi, bagaimana menghadapi tantangan yang kompleks ini? Pendeta Mangatur menyadari masih banyak pendirian gereja yang sampai sekarang ini diBekasi masih bergumul. “Beberapa tempat walaupun kami harus akui, tidak ada masalah. Namun tak sedikit yang bermasalah. Tetapi kami terus melakukan kerjasama, komunikasi yang baik dengan pemerintah, bahkan dengan ormas. Tetapi sepertinya belum menemukan titik harapan.”
Namun, dia menambahkan, ke depan bahwa gereja harus semakin membangun komunikasi dalam segala aspek demi perwujudan itu. Gereja tak boleh berpangku tangan menyerah apalagi mundur, tetapi gereja harus bergerak terus membangun jaringan, membangun silaturahmi dan komunikasi kepada seluruh aspek yang hadir di tengah-tengah masyarakat. (Hojot Marluga)
