Ir. Leo Nababan: Protap Menanti Pencabutan Moratorium, Jangan Ada Menangguk di Air Keruh
Lebih jauh dikatakan Leo, jika usulan Protap dimulai lagi dengan yang baru, ini sama halnya dengan pekerjaan sia-sia dan menafikan perjuangan berdarah-darah para panitia Protap. Hal inilah yang dikatakan orang Batak ‘mulak tata ma na tinutungan’, karena akan mengulang segala sesuatunya, mulai meminta persetujuan kepala desa di Tapanuli, hingga gubernur. Leo memberikan analogi dalam adat Batak.
“Isarana di bagas acara margondang, nunga adong manortor di jolo, hape adong nanaeng dohot manortor ro parpudi, pittor naeng ibana di jolo, kan na manggaori nama goarni,” ujar Leo dengan nada kesal.
Jika nanti Protap sudah terealisasi ini pasti mendukung program wisata Danau Toba dengan kualitas internasional sebagaimana dicanangkan Presiden Jokowi. Menurut Leo usulan Protap yang kutau saat ini menempati prioritas “paling atas” dalam rencana pemekeran daerah di Indonesia. (JCH)
