Js Siet Nie, SE, S.Pd; Agama Khonghucu Mengajarkan Bakti Pada Orangtua Paling Tinggi; Ketika Masih Hidup Layanilah Orangtua dengan Kesusilaan
Boleh diceritakan ini juga kitabnya?
Si Shu dan Wu Jing ini adalah kitab agama Khonghucu, jikalau ini namanya ada empat bagian. Empat bagian itu pertama ajaran besar yang kedua Tengah Sempurna yang ketiga Lunyu atau Sabda Suci Nabi. Sebelum kita mempelajari, artinya kalau yang pertama itu adalah pedoman kita hidup. Membina diri sebelum kita mengurusi hal yang lebih besar utama kita harus membina diri dulu. Pada zaman-zaman dahulu masa-masa pemerintahan Tionghoa masih berupa dinasti, setiap kali yang ingin menjadi pejabat, mereka harus menguasai tafsir ini.
Mengapa negara Tiongkok begitu besar, karena memang mempelajari sebelum kita mengatur suatu negara, harus membina diri yang pokok dulu. Baru di dalamnya kitab kedua yaitu; kitab Cong Yong atau Tengah Sempurna itu berisi bagaimana hubungan kita dengan orang lain, bagaimana kita harus di dalam kehidupan ini, kemudian yang ketiga atau Sabda Suci ini berisi percakapan nabi Khonghucu dengan murid-muridnya, yang terakhir berisi ucapan, merupakan nama dari rasul kita yang hidup 100 tahun setelah Nabi Khonghucu beliau merupakan penegak dari ajaran Khonghucu yang pada masa itu sempat dimusnahkan. Kemudian beliau menegakkan kembali dan sampai sekarang agama Khonghucu tersebar dan ada di seluruh nusantara.
Jikalau kita mempelajari Yi Jing atau Kitab Perubahan; juga disebut Zhouyi, adalah salah satu karya tertulis tertua di Tiongkok. Dari sini kita bisa melihat fengsui kita, bisa melihat tanggal lahir kita tentang bagaimana kehidupan alam semesta yang ada di dunia ini, di kitabnya termasuk Imlek juga dibahas tentang tanggal maupun tahun beredar, semuanya ada di sini, kitab ini ditulis oleh nabi Khonghucu sendiri, kemudian Kitab Suci Su King. Kitab dokumen sejarah suci agama Khonghucu.
Agama Khonghucu begitu sejarahnya luar biasa, sudah ribuan tahun dan banyak literasinya tentu sekarang setelah menjadi agama resmi kembali di masa kita ini di Indonesia khususnya. Bagaimana perkembangan agama Khonghucu termasuk lembaga pendidikannya termasuk anak-anaknya, sudah adakah mata pelajaran khusus Khonghucu dari pendidikan formal, misalnya dari SD sampai perguruan tinggi?
Sejak tahun 2000 setelah agama Khonghucu resmi kembali diizinkan oleh pemerintahan, kemudian sudah mulai para guru-guru membuat buku. Buku kita sudah ada lengkap buku dari sekolah minggu, buku SD kelas 1 hingga kelas 6, buku SMP, buku SMA. Kebetulan saya juga merupakan guru agama Khonghucu di SMP, SMA dan SMK. Saya sudah menggunakan buku-buku agama Khonghucu dan juga di sekolah. Umat yang beragama Khonghucu yang memiliki putra-putri yang bersekolah sudah mendapatkan pendidikan agama Khonghucu, kalau belum boleh menghubungi Majelis Agama Konghucu Indonesia, dan kita akan mencarikan guru untuk mereka mendapatkan pendidikan agama Khonghucu di sekolah.
Jadi tak ada lagi dibatasi, sudah bebas termasuk kami dengar ada sekolah tinggi ada di Jawa Tengah?
Betul sekali. Jadi di Indonesia sangat beruntung sekali kita punya namanya Sekolah Tinggi Khonghucu Indonesia atau STIKIN yang sudah ada sejak tahun 2020 di Purwokerto. Saat ini jumlah mahasiswanya sudah sampai ke angkatan kelima. Mahasiswanya itu berasal dari seluruh Indonesia, karena kemarin kebutuhan dan juga karena masa covid. Kuliahnya masih berupa online. Jadi sangat terbantu sekali, kita dengan adanya Sekolah Tinggi Konghucu Indonesia (STIKIN) ini jadi para guru-guru yang ada di seluruh Indonesia bisa bersekolah dan lulusannya nanti mendapatkan gelar sarjana pendidikan. Saya juga bersekolah di STIKIN.
Dari penjelasan Ibu Khonghucu spiritnya mengajar. Semangat dari mengajar itu memberi bekal untuk orang lain dan itu juga diajarkan oleh nabi Khonghucu sendiri. Bagaimana mengajar murid-murid, apa yang terbetik lewat ajaran-ajaran untuk mengajarkan kelakuan, agar manusia bisa benar-benar sejatinya menjadi manusia paripurna?
Nabi Khonghucu sendiri yang sudah hidup lebih dari 2500 tahun yang lalu. Beliau merupakan seorang Guru Agung. Sepanjang masa beliau mendidik tanpa membedakan siapapun. Kita tahu pada masa zaman beliau, yang boleh bersekolah adalah orang-orang yang kaya atau bangsawan atau anak raja. Tetapi, beliau ketika menjadi guru beliaulah pertama kali yang mendirikan sekolah untuk rakyat biasa. Dari situlah kita mengetahui bahwa untuk menjadi seseorang itu berhasil, berkembang di dalam kehidupannya, tentu dibutuhkan pendidikan. Makanya kami umat Khonghucu sangat semangat sekali menjadi seorang pendidik atau guru, karena mengikuti teladan dari nabi Khonghucu. Sebab kebajikan yang terbesar itu selain berbakti adalah kita bisa mengubah kehidupan manusia.
Jikalau kita lihat ada di dunia barat mereka melakukan penelitian, melihat orang-orang besar yang pernah hidup di dunia ini, bagaimana keturunannya selanjutnya, nabi Khonghucu sendiri keturunannya saat ini sudah sampai ke-75 keturunan. Tertulis nama-namanya. Siapa siapa saja dan saat ini sampai ke keturunan ke-70-an yang masih ada. Setelah ditelusuri kehidupan dari keturunan nabi Khonghucu semuanya kehidupannya itu tidak pernah ada masalah kriminal atau bagaimana dan kebanyakan itu di garis kehidupan di atas rata-rata. Kita melihat, bagaimana seorang leluhur yang memberikan tangga kebajikan yang membantu banyak orang yang menjadi guru itu. Keturunannya mendapatkan berkah. Jadi kami juga, semangat menjadi guru supaya keberkahan juga bersama kami, dan saya sudah merasakan bagaimana dengan kita mendidik anak yang belum mengerti tentang agama Khonghucu, kita didik dengan baik sehingga menjadi seorang yang paripurna. Di kehidupan kami mendapatkan keberkahan dari Tuhan.
Menarik soal keturunan. Kami akan tanya di situ, karena kami Batak, khususnya Toba, kami juga punya Tarombo, namanya silsilah marga dari nenek moyang. Jikalau kita bandingkan paling Batak di generasi ke-27 sampai 30 generasi jauh. Tadi jikalau cerita keturunan Khonghucu sudah 75. Pertanyaannya, sebenarnya soal keturunan itu kan di Tiongkok juga di China dipakai marga, apa pentingnya juga bagi agama Khonghucu marga, mengingat struktur dari keturunan itu juga dibuat terus mengikuti keturunan?
Penting. Kalau di dalam agama Khonghucu, kita kan harus menikah lain marga dan seagama, kalau kita tidak menikah itu tidak berbakti. Nah dengan menikah itu kita meneruskan peradaban. Dari zaman dahulu itu kita mengenal namanya marga atau silsilah yang menunjukkan kita ini bersumber dari mana. Ada istilah kalau minum air kita harus tahu sumbernya. Marga itu menunjukkan bahwa kita ini keturunan dari siapa. Jadi silsilah itu harus tahu. Menikah dengan siapa, tidak boleh menikah dengan siapa, mesti tahu. Tetapi mungkin agak berbeda dengan suku Batak. Kalau Tionghoa sukunya sendiri sudah sangat luas, tersebar di mana-mana. Jadi kita sih terkadang masih ada yang menikah dengan sesama semarga, tetapi berbeda suku. Seperti saya, saya marga saya Lim, suami saya juga Lim, namun suku kami berbeda. Saya sukunya suku Haka, suku suami saya suku Hhu. Kita itu boleh menikah karena suku berbeda.
Kembali di bincang-bincang awal di masa Orde Baru kan sempat marga tidak boleh dipakai. Sekarang marga itu menjadi identitas. Ada ungkapan, makin bijak seseorang makin rindu asal usulnya, apakah juga sekarang umat Khonghucu juga mengajarkan bagaimana tata laku, marga, bahwa keturunan itu, identitas itu penting. Marga itu juga penting?
Selama 33 tahun agama Khonghucu dan juga budaya Tionghoa sempat di diskriminasi, sehingga banyak kita merubah, nama yang harusnya nama kita itu terdiri tiga suku kata, marga silsilah dan nama jadinya. Kita harus mengganti nama dengan nama yang secara nasional, sehingga pada saat ini sekarang memang untuk anak-anak yang lahir sekarang ini memang kami perhatikan memang jarang menggunakan nama tiga suku kata itu. Tetapi, biasanya tetap di setiap orang Tionghoa yang mereka masih kental budaya adat istiadat mereka menggunakan itu. Tetap ada nama, dua nama, nama Tionghoa dan nama yang dipakai di sekolah, menggunakan dua nama dan sangat penting. Namanya sangat penting karena nama ini nama yang dibuat Tionghoa ini memiliki arti mendalam. Jikalau kita misalnya, membuat nama arti yang bagus itu akan memberikan manfaat dan berkah buat yang bersangkutan. Jika kita membuat nama yang tidak bagus, itu juga akan berpengaruh kepada yang bersangkutan, dan ini memang terbukti.
Apa ada hubungannya dengan Fengsui?
Ada hubungannya. Mencari nama itu memang benar-benar disesuaikan. Jikalau kita mempelajari Kitab Yi Jing kita bisa tahu anak kita, misalnya lahirnya di tanggal berapa, di jam berapa, kita bisa tahu unsur-unsurnya apa. Kemudian, nama yang cocok untuk dia apa, misalnya, nama yang tak pas nanti bisa menimbulkan suatu kondisi yang tidak baik bagi si anak.
Pesantren Al Zaytun Tempat Pendidikan Toleransi Terbaik & Terbesar di Dunia
Khonghucu juga dikenal filsafat Timur dan kearifan Timur itu sudah menjadi lambang perlawanan pada filsafat Barat. Jikalau kita membandingkan filsafat Barat dengan Timur ya tidak bisa tidak kalau kita bicara filsafat Khonghucu. Bagaimana tata laku berpikir yang kritis menurut Khonghucu dalam mengajarkan kearifan-kearifan, ungkapan-ungkapan yang bijak tersebut. Apa di balik ungkapan-ungkapan itu untuk seseorang Khonghucu yang meneruskan agama Khonghucu dalam memelihara ungkapan-ungkapan?
Dia memang harus membaca berulang-ulang atau memang sudah menjadi darah daging dalam kehidupan. Jikalau filsafat Khonghucu sebenarnya dari keluarga. Ini adalah ajaran dari turun temurun, sudah mendarah daging di kehidupan sehari-hari. Cuma memang kita sebagai umat Khonghucu harus belajar, kita harus membaca kitab-kitab suci, karena ajaran itu kan tidak semuanya sampai atau tidak semuanya lengkap, kita terima dan semakin tergerus dengan perkembangan zaman, filsafat-filsafat yang baik ini biasanya sudah pudar. Karena itulah kita harus kembali lagi belajar agama Khonghucu. Kalau saya sangat suka dengan kata-kata dari ayat ini yang saya buat jadi pegangan; misalnya, pasal satunya, saya bacakan ayat dari kitab Si Shu bagian Tengah Sempurna, itu bab utama, bahwa dikatakan bahwa seorang yang ingin membina diri, menempuh jalan suci itu di dalam rumah harus berbakti di luar rumah, harus rendah hati hati-hati di dalam pergaulan, menaruh cinta kepada sesama.
Jika ada waktu mempelajari kitab-kitab itu merupakan salah satu pedoman hidup saya. Setiap umat Khonghucu di dalam rumah mereka hendaklah berbakti. Dalam agama Khonghucu, Bakti yang paling utama, dari ajaran baktilah. Agama Khonghucu berkembang sumbernya dari bakti dulu. Makanya umat Khonghucu di setiap rumah biasanya ada tempat ibadah, sembahyang leluhur, kemudian diajarkan oleh nabi bahwa di luar rumah kita harus hati-hati. Dalam rumah berbakti, di luar rumah kita harus hati-hati dan rendah hati itu sangat penting. Saya pikir itu pedoman hidup kita karena, di luaran sana kita banyak bertemu dengan orang yang tidak kita kenal. Maka itu kita harus rendah hati, jangan sombong. Kemudian nabi mengatakan, bahwa harus mengasihi sama, kemudian bergaul dengan orang-orang yang bijaksana, dan ada waktu pelajari kitab ini saja, bagi saya sudah merupakan pedoman hidup saya, yang saya akan pakai seumur hidup. Saya punya satu saja. Saya pikir kita akan selamat di dunia ini.
Soal berbakti, pasti pada orangtua, latar belakang nasihat itu kan di keluarga. Tadi sebelum saya ketemu ibu dalam beberapa jam sebelum datang ke sini. Saya menonton satu video dan baru video ini ada satu cerita yang sangat memiriskan di daerah Cilengsi. Sepasang orangtua telah sepuh punya anak dan putri 10 orang. Kedua orangtua sakit tak ada anak-anaknya yang datang melihat, pintu rumah tertutup, akhirnya karena bau tetangga mencium bau menyengat, lalu membongkar rumah, ternyata mereka meninggal. Kami mau ceritakan sebenarnya orangtua berdua ini meninggal tidak pernah dilihat anak-anaknya. Padahal di Jakarta ini. Ada 10 orang anaknya. Barangkali kita tidak membahas soal siapa mereka, tetapi paling tidak kan ini fenomena seperti ini terjadi juga, banyak anak-anak yang tidak bisa mengerti memahami, bagaimana berbakti pada orangtua. Pertanyaan ini, kami lontarkan soal ajaran Khonghucu soal berbakti pada orangtua?
Ada namanya istilahnya Siu atau Bakti. Nah dari Siu inilah agama Khonghucu berkembang, jadi itu sumbernya adalah Siu. Jadi agama Khonghucu sangat mengutamakan bakti. Bakti itu adalah memuliakan hubungan antara seorang anak dengan orangtua. Karena itulah dalam agama Khonghucu kita ada namanya persembahyangan kepada leluhur. Dari keturunan dari ribuan tahun yang lalu kita selalu di rumah ada pesan pada luhur, kemudian kita ada persembahyangan ziarah kuburan, misalnya ketika orangtua sudah berpulang. Tetapi, pada intinya ada ayat dari nabi Khonghucu mengatakan, bahwa ketika masih hidup layanilah orangtua dengan kesusilaan, ketika berpulang makamkanlah dengan kesusilaan, dan ketika orangtua sudah jauh mengenang tetap dengan kesusilaan. Sampai kapanpun, ketika orangtua ada di dunia ini, tetap dalam ajaran agama, kita mengenal bahwa kalau orangtua kita sudah tua dalam agama kita wajib berbakti pada orangtua.
Dan, orangtua wajib tinggal bersama putra yang paling besar. Tinggal bersama putra yang paling besar. Hubungannya dengan marga tadi. Jadi kalau agama mengatakan, bahwa kalau orangtua sudah tua itu wajib sekali tinggal sama anak lelaki yang paling tua, dan kita mengurusinya, mengurusi dari sejak dia sehat waupun nanti mereka sakit dan terpulang itu nomor satu. Karena dalam agama dari kata nabi Khonghucu Sabda dari 100 kebaikan baktilah yang paling utama. Penganut Khonghucu paling takut kalau tidak berbakti pada orangtua, atau di istilahnya kita paling takut karena keberkahan hidup kita itu dari situ. Jikalau kita anaknya tidak berbakti sudah pasti rezeki kita juga akan enggak ada. Umat Khonghucu paling takut dengan istilahnya tidak berbakti itu, kita paling takut sekali.
Nabi Khonghucu dikenal sangat dekat dengan ibunya, karena bapaknya cepat meninggal. Kami bertanya soal bagaimana Khonghucu juga mengajarkan, dia juga mengajarkan strategi, termasuk bagaimana hidup survival. Saya akan tanya soal bagaimana orang-orang Tionghoa khususnya di Indonesia, kita lihat jago berdagang, jago usaha. Bagaimana membangun usaha salah satu contoh perusahaan orangtua namanya bisa puluhan produknya, dan besar begitu. Apa etos atau ajaran dari kaum Khonghucu, khusus soal bagaimana tadi menghormati orangtua, modal pertama pondasinya. Tetapi, kemudian agar diberkati lewat lewat menghormati orangtua. Adakah hubungan menghormati orangtua dengan berka itu?
Kita memang di dalam hidup ini punya banyak filosofi hidup yang sudah diajarkan dari turun menurun. Contohnya begini, nabi bersabda jika orang bisa satu, kita harus bisa 100. Jika orang bisa 10 kita harus bisa 1000. Artinya kita bukan mengalahkan orang lain, tetapi kita dituntut untuk jadi lebih hebat, lebih maju, lebih berusahalah, semangat dalam hidup itu salah satu yang menjadikan kita itu berusaha mencapai yang terbaik, yang tertinggi, atau kita berusaha mencari skill pengetahuan, karena filosofi itu. Misalnya jikalau kamu, teman kamu bisa satu, kamu harus bisa 10. Nah dia kan akan terpacu, tetapi kita harus sarankan bukan untuk mengungguli temannya, supaya kamu semangatnya itu lebih besar daripada temanmu. Kemudian ada filosofi lain dari nabi Kongzi mengatakan, kalau kita ingin maju, maka kita harus bantu orang lain maju, kalau kita mau tegak kita harus bantu orang lain tegak. Agama Khonghucu mengajarkan kita, kalau kita mau berhasil, kita harus bantu orang lain dulu berhasil.
Para motivator bilang sukseskan orang lain dulu baru kau sukses? Nah itu adalah kata-kata ayat dari Khonghucu, ayat dari nabi mengatakan, kita harus bantu orang lain dulu berhasil baru kita berhasil. Itu adalah memanusiakan manusia. Di dalam kehidupan Kitab Khonghucu juga mengajarkan bagaimana kita hidup hemat, hidup cermat, kemudian pengeluaran jangan lebih besar daripada pemasukan. Semua ada diajarkan di dalam kehidupan. Filosofi orang Tionghoa itu cermat dan hemat, hal itu diutamakan. Jadi kalau kita dapat 10 kita pakai dua yang lain disimpan, jangan dapat 10 habis 10. Itu enggak boleh jadi filosofi-filosofi ini dari turun-temurun diajarkan.
Terutama hidup hemat cermat dan sederhana, kemudian lebih mau berusaha lebih. Orang bisa satu, kita bisa seratus. Kemudian nabi mengajarkan kita bahwa tidurlah lebih larut, dan bangunnya lebih pagi, karena sekejap waktu akan berlalu. Artinya kita ini jangan terlalu santai di kehidupan ini. Jangan bangunnya siang-siang hari. Filosofi-filosofi tersebut yang menjadikan kita teguh. Itu jadi pegangan hidup, sehingga kita selalu orang yang mau belajar, orang yang mau membantu sesama, karena diajarkan bahwa kalau kita mau berhasil kita harus bantu orang lain berhasil.
Jadi, teringat dua ungkapan besar, hampir mirip tetapi tidak sama ungkapannya. Sama-sama orang besar, Khonghucu dan Yesus. Ungkapan Khonghucu, “Jangan lakukan pada orang lain, apa yang kamu tak ingin dilakukan pada dirimu.” Sementara ucapan Yesus dalam Kitab Matius 7:12; ”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Sekali lagi, ada kemiripan ungkapan itu, inti ungkapan lakukan apa yang baik, jika engkau mau dibuat baik. Tetapi pasti berbeda pemahaman terhadap ungkapan itu, apasih intisarinya maksud dari ungkapan nabi Khonghucu tersebut?
Nabi Khonghucu mengatakan dua hal, tepa salira. Setia akan firman-firman Tuhan, tepa salira ini adalah apa yang diri sendiri tidak inginkan jangan berikan kepada orang orang lain. Jikalau kita tidak mau disakiti, jangan menyakiti, jikalau kita tidak mau dicubit jangan mencubit. Atau, misalnya kau ingin dihormati, maka kita hormatilah orang lain. Kalau kita mau berhasilkan berhasilkan orang lain. Ajaran agama mana pun juga mengajarkan hal yang sama. Jikalau memang Yesus mengatakan hal yang serupa. Intinya memang kita diminta oleh Tuhan kita untuk kita mengasihi sesama. Cinta Kasih.
Tadi ibu menyebut bahwa ajaran Khonghucu sudah menjadi darah daging bagi penganutnya, karena diajarkan di rumah. Dan, kami dengar bahwa memang latar belakang agama Khonghucu diajarkan di rumah-rumah, jadi tidak pernah ada ibadah bersama sebelumnya. Jadi karena tiap-tiap hari hari diajarkan di rumah, maka ibadah bersama itu tidak ada. Kami juga dengar ada kemiripan dengan Kristen, misalnya sekolah minggu. Mohon dijelaskan?
Karena ibadahnya hari Minggu jadi untuk anak-anak disebut sekolah minggu. Dulu sering dikatakan agama keluarga karena secara peribadahannya kita di rumah. Biasanya orangtua kami terdahulu itu memang hanya sesekali ke rumah ibadah, ketika hari-hari besar saja, sisanya kami diajarkan di rumah. Rumah dijakan sembahyang dengan menggunakan hio. Hio tiga batang. Biasanya di hadapan Tuhan kita bersembahyang begitu. Di dalam keseharian itu hanya seperti itu. Ketika saya kecil, memang itu kebaktian belum pernah saya mengikuti. Saya lahir di era tahun 8o-an, kita hanya beribadah di rumah dan sesekali orangtua mengajak ke Kelenteng.
Ternyata di luar dari itu di mana umat banyak, umat Khonghucu terbesar ada di Jawa Barat, kedua di Bangka Belitung dan di Kalimantan. Di Jawa Barat itu sendiri pun sudah sudah dilaksanakan kebaktian rutin setiap minggu. Cuma masa itu ketika kelenteng itu masih banyak dibatasi, sehingga umat Khonghucu mendirikan namanya Litang atau Ruang Ibadah. Litang tempat belajar, tempat kebaktian setiap hari sudah ada dari seratusan tahun yang lalu. Sekarang ini tempat-tempat ibadah kita juga kita ada namanya Litang. Secara organisasi sekretariat Khonghucu Indonesia ada di Sunter. Tempat ibadah ada di Taman Mini ada namanya Kong Miau di Jakarta Barat. Kita ada namanya Litang Gambang.
