Js Siet Nie, SE, S.Pd; Agama Khonghucu Mengajarkan Bakti Pada Orangtua Paling Tinggi; Ketika Masih Hidup Layanilah Orangtua dengan Kesusilaan

Ingin tanya soal organisasi, satu organisasi atau memang ada beberapa yang selevel?

Umat Khonghucu itu tergabung di dalam Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia  atau disingkat MATAKIN. Di setiap provinsi itu ada namanya MATAKIN provinsi. Sudah tersebar di seluruh Indonesia dari Sumatera, Kalimantan, Jawa sampai ke Manado, NTT. Lalu, ada namanya untuk di kota dan kabupaten. Kemudian ada organisasi perempuan namanya PERKIN Perempuan Khonghuco Indonesia. Saya merupakan wakil ketua bidang kesehatan dan kesejahteraan perempuan Khonghucu Indonesia. Lalu, ada organisasi lain di bawah MATAKIN yang dibentuk oleh para rohaniawan namanya PARAKIN, perkumpulan rohaniawan Konghucu Indonesia. Rohaniawan dari Khonghucu di berapa level.

Mohon dijelaskan nih JS ini apa berapa sih gelar di Khonghucu?

Di dalam agama Khonghucu ada gelar rohaniwan, yang pertama itu Jiao Sheng. Gelar rohaniwan tingkat awal yang berarti “penebar agama”. Jiao Sheng menyebarkan ajaran agama Khonghucu melalui khotbah dan bimbingan belajar. Selain itu tugasnya memberikan penyuluhan, memberikan pelayanan kepada umat, misalnya umat yang datang ke tempat ibadah. Mereka ingin melakukan persembahyangan atau ingin diberikan pelayanan dalam suka maupun duka, misalnya pernikahan ada namanya Lien, pernikahan atau ketika meninggal kita ada pelayanan duka itu tugas kami. Lalu, namanya Wen Shi. Gelar rohaniwan satu tingkat di atas Jiao Sheng yang berarti “guru agama”.

Wen Shi mengarahkan dan memberikan pemahaman lebih dalam kepada Jiao Sheng. Guru agama Khonghucu lebih kurang tugasnya sama. Cuma kalau Wen Shi ini sudah lebih tinggi tingkatnya lebih ke pendidikan formal, lebih ke pemahaman tentang kitab dan agama. Kemudian ada namanya Xue Shi. Gelar rohaniwan tertinggi yang berarti “pendeta agama”. Xue Shi membimbing Jiao Sheng dan Wen Shi dalam melaksanakan tugas rohaninya untuk mengembangkan ajaran agama Khonghucu. Mereka itu setara ulama atau pendeta, pemimpin organisasi. Umumnya mereka senior, misalnya wejangan dan pokoknya secara spiritual tingkat spiritualitasnya lebih tinggi.

Soal toleransi. Filsafat juga dikenal bertanya, kritis bertanya itu dalam tanda kutip ada perdebatan di sana, bisa diperbincangkan, mampu bersoal jawab, tapi terkesan orang yang beragama Khonghucu menghidari perdebatan?

Pengertian tentang agama Khonghucu aslinya disebut Kongjiao di Tiongkok. Kalau bertanya agama Khonghucu tidak mereka kenal. Kongjiao artinya agama bagi orang-orang yang lembut hatinya, kemudian terbimbing di dalam pengetahuan suci. Nabi Khonghucu sendiri mengatakan, bila berlainan jalan suci jangan berdebat. Artinya, kalau kita berbeda agama jangan berdebat. Kita tidak usah mempeributkan agama, kami tidak pernah mempeributkan agama apa pun, di dalam agama Khonghucu dibimbingkan oleh nabi, ada namanya Yin dan Yang. Yin dan Yang filosofi sebuah lingkaran yang terbagi dua, di setiap titik hitam itu ada putihnya dan di setiap titik putih ada hitamnya. Artinya, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna.

Apa  beda Taoisme dengan Khonghucu?

Sumbernya sama, cuma dibawakan oleh nabi yang berbeda. Jadi nabi Khonghucu sendiri mengajarkan tentang Khonghucu sementara Loa Tze nabi dari Taoisme mengajarkan tentang Tao, tetapi sumbernya sama. Dua tokoh berbeda tetapi di masa yang sama. Nabi Khonghucu sendiri pernah berdiskusi dengan Lao Tze. Jadi tidak masa berbeda tetapi di masa yang sama. Di dalam agama Khonghucu kita mengenal istilah Yin-Yang artinya negatif positif, laki-laki perempuan, kemudian siang dan malam, baik dan buruk, hitam putih, semuanya di dalam kehidupan ini ada Yin dan Yang. Berbeda tetapi saling membutuhkan, seperti laki-laki perempuan kita enggak mungkin ada laki-laki tanpa perempuan, tetapi laki-laki itu Man From Mars dan perempuan Woman From Venus, tetapi berbeda sekali kita. Intinya kita harus saling saling melengkapi.

Nabi Khonghucu dikenal dengan istilahnya konsep Konghucu atau Tengah Sempurna. Kita tak boleh berlebihan dalam sesuatu hal, dan enggak boleh kekurangan di dalam kehidupan di dalam jalinan agama. Kita enggak boleh ekstrem banget, tidak boleh, kita harus moderasi beragama. Toleransi beragama itu sudah ada di dalam ajaran agama Khonghucu, makanya kita umat Khonghucu tidak mau mempeributkan jalan suci karena masing-masing jalan suci itu baik begitu. Kita tak mempeributkan dari Khonghucu, ini patokan hidup kita. Itulah yang mengajarkan kita toleransi, kita harus mengalah. Kita harus tenggang rasa. Tidak boleh memaksa. Ini satu kisa, saya berikan contoh tentang toleransi.

Nabi Khonghucu itu punya 3.000 murid dan 72 murid yang bijaksana. Salah satu muridnya bernama Yanhui. Yanhui ini adalah paling disayang Khonghucu. Suatu hari Yanhui ini sedang ke pasar, dia mendengarkan peributan antara penjual kain dengan pembeli kain. Mereka Ribut. Pembeli kain mengatakan, bahwa 8 kali tiga itu adalah 23. Kemudian Yanhui mengatakan, 8 kali 3 itu 24, mereka ribut-ribut, kemudian sampai pembeli kain mengatakan, sudah, kalau 8 kali 3 ada 24 saya berikan nyawa saya. Lalu Yanhui mengatakan, oke kalau 8 kali 3 itu 23 berarti saya kalah, saya akan berikan topi saya. Nah kemudian bertemu dengan nabi Khonghucu nabi itu sudah diketahui merupakan orang yang arif bijaksana, dan seorang nabi.

Setelah nabi Khonghucu mengetahui hal tersebut, lalu mengatakan, oke katanya, yang benar itu 8 kali 3 23. Jadi  Yanhui berikan topi kamu kepada pembeli kain. Nah dari situ  berkata mengapa kok guru saya bijaksana mengatakan seperti itu, padahal yang benarkan 8 kali 3 24. Nabi Khonghucu mengatakan, bahwa di dalam kehidupan ini kita mengutamakan kebenaran, tetapi cinta kasih dan bijaksana itulah yang nomor satu. Mak jika bicara toleransi dalam kehidupan ini, untuk apa sih kita berdebat terhadap sesuatu yang akan nanti mengakibatkan jadi masalah besar. Kita meminimalkan masalah. Tetapi itu tadi. Intinya kita mengalah, mengalah bukan berarti kalah. Dari ayat-ayat ini, cerita tersebut kita jadi orang tak boleh kekeh sekali mempertahankan prinsip, tetapi kita harus mengutamakan cinta kasih.

Kami juga belajar, mencari literasi tentang Khonghucu, beliau pernah mengajarkan atau ditanya satu waktu. Bagaimana kalau satu negara mengalami kesusahan. Bagaimana bertahan, mana yang lebih utama masyarakat, kebenaran atau militer atau pangan. Pertanyaannya, hubungannya dengan toleransi, bagaimana Khonghucu mengajarkan tadi, sudah jelas bahwa kita mengutamakan cinta kasih, tetapi tentu toleransi juga bukan hanya didiamkan, harus bergerak, harus juga terlihat begitu, bahwa memang kita harus bertahan di agama kita, tetapi tidak perlu menyentuh agama orang lain. Aksi nyata itu bagaimana kita terlihat, bahwa kita menghargai kemanusiaan, kita hadir di situ. Apa yang dilakukan umat Khonghucu?

Saya tidak pernah membaca tentang hal tersebut, tetapi yang saya lihat dari ajaran-ajaran yang disebarkan sampai dengan sekarang Khonghucu mengajarkan kita untuk tenggang rasa, punya toleransi, punya sikap tengah terhadap orang lain. Tentang perbedaan prinsip atau agama yang membuat nabi Khonghucu itu bertindak atau melakukan perbuatan, yang bisa kita ambilkan contoh teladan, tetapi dari cerita-cerita maupun sabda-sabda maupun ayat-ayat yang disampaikan, bahwa di dalam kehidupan ini yang kita mengatakan toleransi pada manusia.

Lalu, bagaimana soal sorga dan neraka?

Di dalam agama Khonguchu di dalam kitab-kitab suci agama Khonghucu, nabi Khonghucu tidak pernah berkata tentang surga dan neraka. Pernah saya bertanya kepada guru saya, almarhum Budiomo salah satu yang menulis buku tentang ajarang Konghucu, buku tentang filsafat dari timur. Saya juga pernah bertanya ini untuk saya dalami. Agama Khonghucu tak pernah ada kata mengenai surga dan neraka. Setelah kehidupan kita berpulang nanti. Agama Khonghucu mengatakan, kita akan manunggal, kita akan berada di sisi Tuhan dan kita tidak tahu maksudnya ditempatkan di surga dan neraka. Tetapi surga dan neraka itu diistilahkan adanya di dunia. Jadi kalau kita di dunia ini berbuat baik, berbuat benar, maka surgalah yang kita terima di dunia. Tetapi sebaliknya, kalau kita berbuat tidak baik, kita berbuat jahat, neraka yang kita dapati. Jadi agama Khonghucu itu tidak memiliki janji-janji yang bagaimana untuk nanti kehidupan yang akan, kelak kita akan dapati surga.

Surga itu begitu indah, tidak pernah ada yang diajarkan dalam agama Khonghucu. Realita di kehidupan, bagaimana kita berhubungan dengan orang lain. Ada satu murid nabi Khonghucu bertanya tentang kehidupan, setelah kematian nabi Khonghucu bersabda, bahwa di kehidupan ini saja masih banyak hal yang belum kita ketahui. Kita tidak usah mencari tahu kehidupan yang di luar dari pemikiran kita. Nabi berkata, tidak pernah ada orang yang meninggal itu kembali ke dunia dan menceritakan hal ini. Jadi baik-baik saja di dunia ini, jikalau kita baik-baik di dunia, maka kita akan dapati kebahagiaan. Tetapi, kalau misalnya, kita berbuat di luar dari jalan suci, maka kita akan mendapatkan penderitaan. AJaran nabi Khonghucu ibaratkan seperti surga dan neraka. Jika di kehidupan kita berusaha baik, maka umat Khonghucu itu selalu berusaha mencapai surga yang ada di dunia ini dengan berbuat kebaikan. Begitu. (Hotman)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − nine =