LAPORAN PELANTIKAN PENGURUS DPP KMDT DAN FOCUS GROUP DISCUSSION

Laporan Focus Group Discussion

Focus Group Discussion (FGD) membahas lima topik penting terkait pengembangan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan. Berikut adalah ringkasan dari masing-masing paparan:

  1. Toba Caldera Geopark: Pengembangan Geopark Dari Tinjauan Ketahanan Pangan

Ibu Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, mempresentasikan pengembangan Geopark Toba Caldera dari perspektif ketahanan pangan. Beberapa poin penting yang disampaikan:

– Pengembangan Geopark Toba Caldera bertujuan mendukung ketahanan sosial-ekologi dan memperkuat pembangunan berbasis komunitas.

– Fokus pada pembangunan berkelanjutan, memperkokoh ideologi, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, dan pembangunan dari desa.

– Program swasembada pangan dengan target penambahan luas panen minimal 4 juta hektar hingga tahun 2029.

– Pentingnya pengelolaan sumber daya alam dengan pendekatan Food, Energy, and Water Nexus (FEW Nexus).

– Potensi ekonomi di sekitar Toba Caldera Geopark, termasuk luas lahan pertanian 90.300 ha dan konsep “One Village One Product”.

Tantangan dan rekomendasi:

– Masih rendahnya produktivitas benih lokal yang menjadi penyebab tingginya ketergantungan pada impor pangan.

– Meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi dan riset pertanian yang berbasis pada kebutuhan lokal dan meningkatkan ketersediaan benih berkualitas.

B. Tantangan Dan Peluang Kepariwisataan Taman Bumi Kaldera Toba (Toba Caldera Geopark) Dan Kawasan Pariwisata Danau Toba Mendunia

C. Dukungan Infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba

Ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas hortikultura mencapai USD 2 miliar setiap tahunnya, dengan komoditas utama yang memiliki rasio ketergantungan tinggi, antara lain:

– Bawang putih (93%)

– Kakao (54%)

– Kentang industri (12%)

– Cabai olahan (1,7%)

Nilai cadangan beras BULOG di Sumatera Utara hanya sekitar 0,68% dari cadangan nasional, yaitu 27.322 ton dari 4.000.000 ton yang tersedia.

Kawasan Toba Caldera Geopark memiliki potensi besar untuk pengembangan bio-ekonomi, dengan luas area pertanian seluas 90.300 Ha, atau sekitar 28% dari total luas lahan pertanian Sumatera Utara. Beberapa program yang sudah berjalan di kawasan ini, antara lain:

– Taman Sains Teknologi Herbal & Hortikultura di Humbang Hasundutan

– Konservasi hutan dan industri kemenyan di Tapanuli Utara

– Agrowisata kopi arabika di Samosir

– Pengolahan eceng gondok menjadi pupuk organik di Pematang Sidamanik, Porsea, dan Silahisabungan

Kawasan ini juga dikenal sebagai destinasi wisata, seperti di Sianjur Mula Mula, Tampahan, dan Ajibata yang menjadi bagian dari Toba Caldera Geopark.

Potensi kawasan ini dapat mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi daerah, dengan fokus pada:

– Konservasi

– Budaya

– Penguatan pangan lokal

Beberapa komoditas yang dapat dikembangkan di kawasan ini, antara lain:

– Bawang putih

– Kentang

– Kopi arabika

– Kubis

– Wortel

– Bawang merah

– Jeruk Berastagi

– Jagung

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − 2 =