LAPORAN PELANTIKAN PENGURUS DPP KMDT DAN FOCUS GROUP DISCUSSION

Pembangunan bio-ekonomi di kawasan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan, dengan program yang menargetkan agar setiap desa dapat menghasilkan satu produk unggulan.

Tantangan Dan Peluang Kepariwisataan Taman Bumi Kaldera Toba (Toba Caldera Geopark) Dan Kawasan Pariwisata Danau Toba Mendunia

Bambang Cahyo, Asisten Deputi – Kementerian Pariwisata, mempresentasikan beberapa poin penting terkait pengembangan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan:

– Mandat Negara: Menjaga Danau Toba sebagai sumber kehidupan untuk masyarakat dan ekosistem, serta mengembangkan pariwisata berbasis daya dukung lingkungan.

– Nilai Strategis: Danau Toba memiliki status UNESCO Global Geopark yang diakui pada 7 Juli 2020, mencakup aspek pariwisata, budaya, air, bentang alam, dan infrastruktur yang mendukung.

– Isu Terkini: Masalah kualitas air yang memburuk, keruh, dan tidak layak untuk konsumsi, serta dampak pencemaran dan kematian ikan.

– Tantangan:

– Perubahan tutupan lahan dan deforestasi

– Pencemaran air danau

– Konflik sosial antara masyarakat adat dan pengelola kawasan

– Keterbatasan amenitas, aksesibilitas, dan kredibilitas kawasan wisata

– Peluang:

– Pengembangan Geopark yang berkelanjutan

– Peningkatan status Bandara Silangit menjadi bandara internasional

– Pembukaan rute terbang langsung dari mancanegara ke Bandara Silangit

– Pengembangan Desa Wisata dengan kearifan lokal dan berwawasan global

– Rekomendasi:

– Komitmen bersama dalam pengelolaan Danau Toba dari berbagai pihak

– Pengesahan RPPED 2025-2029 sebagai pedoman kebijakan pengelolaan kawasan

– Penguatan promosi Toba Caldera Geopark melalui media dan penyelenggaraan event

– Pendekatan berbasis komunitas dalam pengembangan Geopark

Dukungan Kementerian Dalam Negeri Pada Pengembangan Pariwisata Geopark Dan Green Tourism

TB Chaerul Dwi Sapta, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Kemendagri, mempresentasikan beberapa poin penting terkait pengembangan Geopark dan Green Tourism:

– Pendahuluan: Fokus pada pengembangan Geopark dan Green Tourism, serta peran Kemendagri dalam mendukung sektor pariwisata.

– Regulasi Terkait: UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengatur kewenangan daerah dalam merencanakan pembangunan pariwisata, termasuk Geopark.

– Pengembangan Geopark: Definisi dan status UNESCO Global Geopark (UGGp), serta pilar dan fokus pengembangan Geopark.

– Sinergi Pengembangan Geopark: Peran pemerintah daerah dalam integrasi geopark dalam perencanaan daerah, serta kebijakan dan dukungan dari Kemendagri.

– Tantangan: Masalah infrastruktur dan kelembagaan, serta ekonomi dan konservasi.

– Rekomendasi: Pengelolaan sumber daya alam dan kearifan lokal, serta peran pemerintah daerah dalam RPJMD dan RKPD.

Konservasi Alam dan Pelestarian Lingkungan Hidup

Laksmi, Staf Ahli Kementrian LH, mempresentasikan beberapa poin penting terkait konservasi alam dan pelestarian lingkungan hidup:

– Pendahuluan: Taman Bumi Kaldera Toba, dengan mandat negara terkait Danau Toba sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat dan ekosistemnya.

– Kondisi Lingkungan: Tutupan lahan kawasan Danau Toba, serta isu terkini terkait pencemaran air danau.

– Kebijakan Perlindungan: Peraturan dan kebijakan perlindungan Danau Toba, serta strategi pengelolaan dan penyelamatan ekosistem.

– Arah Perlindungan: Visi dan misi untuk tahun 2025-2029, serta identifikasi permasalahan berdasarkan 5 strategi.

– Program Prioritas: Pengendalian kualitas air dan pengelolaan keramba jaring apung, serta revitalisasi sempadan danau sebagai buffer.

Kesimpulan

Komitmen dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan sektor swasta sangat penting dalam menjaga dan mengelola Danau Toba, dengan fokus pada keberlanjutan ekosistem dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =