Mula Parna Sitanggang, ST; Tidak Perlu Sempurna yang Penting Berguna
Memberikan motivasi
Alih-alih bagi Mula, teladan seorang pemimpin itu, pendiri perusahaan itu harus terlihat. Keteladanan itu penting agar cara kerjanya ditiru karyawan. Mereka bisa menduplikasi cara kerja pimpinannya, agar mereka menangkap usaha ini dibawa ke mana.
Kesukaannya membaca biograpi orang-orang sukses. Baginya manfaat membaca buku biografi antara lain mengenal tokoh secara mendalam, menjadi teladan bagi pembaca, memberikan motivasi dan semangat bagi pembaca, menghargai dan menghormati tokoh sesuai dengan perjuangannya, dan mengajak pembaca untuk berpikir kreatif dan inovatif memulai usaha.
Ditanya mengapa memilih usaha di bidang aluminium? Menurutnya bisnis ini pasti dibutuhkan, dan awet spanjang waktu. Yang penting menjaga pelanggan dan menggembangkan dengan baik usaha di bidang ini tergolong awet.

“Menurut saya sampai kapan pun bisnis aluminium akan dibutuhkan, khusus industri industri aluminium tidak mungkin akan tergantikan oleh dengan produk lain, mungkin disubstitusi misalnya, perusahaan yang membutuhkan adalah industri makanan, industri obat dan industri lain membutuhkan material aluminium,” jelasnya. Baginya, tidak mungkin bahan aluminium bisa diganti, malah makin dibutuhkan.
Bahkan, sekarang harganya terus menaik. Dia ibaratkan, misalnya dulu, di perkebunan kelapa sawit dulunya untuk mengambil buahnya hanya pakai kayu, tetapi sekarang sudah pakai aluminium. Selain ringan juga kokoh. Artinya kebutuhan akan bahan aluminium berkembang terus. Selain karena ringan, untuk dibuat panjang agar bisa menjakau kelapa sawit yang pohonnya tinggi akan sangat mudah.
Usaha sudah berjalan dengan baik. Tentu keseimbangan hidup pun harus berbagi. Bagi Mula, hidup harus memberi manfaat, bukan saja untuk diri tetapi lingkungan. Sukses baginya ketika hidup berdampak pada lingkungan. Sekjen Punguan Parsahutaon Harian Boho (PPHB), se-Jabodetabek dan Karawang, juga wakil sekretaris di Punguan Parsahutaon Kemang Pratama Bekasi, dan Wakil Ketua Punguan Pasahutaon Parna Kemang Pratama Bekasi.
Di PPHB dirinya terus membangun komunikasi dengan senior, anak-anak ratau asal dari kampung halamannya, dan para masyarakat di kampungnya. Beberapa waktu lalu misalnya, PPHB mengirim buku-buku ke sekolah SMP di Harian Boho, bekerjasama dengan Forum Jurnalis Batak.
Tentu, ke depan perhatian dan bantuan untuk kemajuan kampung halamannya terus digalakkan. Dalam waktu dekat direncanakan akan memasang wifi gratis untuk anak-anak sekolah Harian Boho, terutama bagi mereka anak-anak yang orangtuanya terbatas untuk menyediakan fasilitas internet. (Hojot Marluga)
