Pemerintahan Jokowi Sepertinya Setengah Hati Mengungkap Aksi Teroris di Poso
Sekedar ingatan saja. Sejak tahun 1998, aksi terror terorisme berupa pengeboman, diduga jaringan Jamaah Islamiah, Alqaedah, ISIS, dan Jaringan Islam Radikal lainnya diantaranya; kasus teroris bom Natal 2000 di Mataram, Pekanbaru, Jakarta, Medan, Mojokerto, Bandung, Ciamis, Sukabumi. Termasuk kasus teroris bom di Kedubes Philipina, Jakarta. Kasus teroris bom Natal 2000. Kasus teroris bom di Gereja HKBP dan Santa Anna, Jakarta (22 Juli 2001). Kasus teroris bom di Mal Atrium, Senen, Jakarta (1 Agustus 2001).
Kasus teroris bom di Gereja Petra, Jakarta (9 November 2001). Kasus teroris bom Gereja Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau (2 Desember 2001). Kasus teroris bom di Sari Club dan Paddy‟s Café‟ Denpasar, Bali (12 Oktober 2002). Kasus teroris bom di Restoran MC Donald’s, Ratu Indah Mall dan Showroom mobil di Makasar. Kasus teroris bom di Restoran KFC, Manado, 15 November 2002. Kasus teroris Bom Poso dan/atau aksi terorisme Poso, tergolong kasus aksi terorisme dengan intensitas yang sangat tinggi dan awet berlangsung lama.
Resume dari Webinar ini menyerukan agar pelaku pembunuhan kepada empat warga di Poso itu harus diungkap. Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya mengklaim sudah mengantongi identitas pelaku yang membunuh empat orang petani secara sadis. Sebelumnya Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, bahwa pelaku bernama Qatar alias Farel alias Anas bersama lima orang pengikutnya yang merupakan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Herannya, sudah hampir sebulan berlalu, belum terungkap dalang atas kasus ini. Jadi hendak kemana terror Poso? (HM)
