Punguan Parna Nusantara Menjawab Kerinduan
Hadir juga sebagai undangan khusus, Ketua Umum Pompara Raja Lontung Se-Dunia, Ir. JMT Pandiangan SE MM, yang datang dari Kalimantan Tengah. Kala didaulat memberi sambutan, JMT Pandiangan mengucapkan selamat dan sukses atas berdirinya dan dilantiknya pengurus Punguan Parna Nusantara. JMT berharap Punguan Parna Nusantara bisa menjadi wadah pemersatu pomparan Raja Naiambaton dan mampu meningkatkan SDM serta mempererat persaudaraan sesama pomparan Parna. Menurut Pandiangan banyak pomparan Parna yang memiliki potensi luar biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Parna juga harus kita ketahui sebagai salah satu kelompok marga Batak yang dengan jumlah yang begitu besar, ini menjadi potensi kekuatan masyarakat Batak dalam mengisi peran pembangunan bangsa dan negara” seru JMT.
Siapakah Parna atau lebih spesifik Raja Naiambaton ini dalam sejarah Batak? Bila merujuk silsilah Siraja Batak yang umumnya diakui dan menjadi rujukan sebagian besar marga-marga Batak, Raja Naiambaton merupakan generasi keempat dari Siraja Batak, putra pertama Sorimangaraja. Menurut turi-turiannya/hikayat singkatnyanya, Semasih kecil dia bernama si Ambaton, dan setelah berkeluarga, namanya pun berganti menjadi Sorba Dijulu. Bagi keturunannyadia lebih dikenal dengan Raja Naiambaton.

Dalam pada itu Ketua Bidang I PPN Manatar Simbolon yang dikenal sebagai salah seorang penggagas Parna Nusantara ini dan Sekjen Heber Simbolon, kepada media mengatakan kehadiran Punguan Parna Nusantara ini bukanlan sebagai rivalitas atau kompetitor dengan punguan sejenis yang sudah ada, melainkan PPN hadir untuk mengisi kerinduan dan menangkap keinginan dan kepentingan pomparan Parna yang sekian lama belom dapat diakomodir. Bagi kami kehadiran Parna Nusantara ini, bukanlah sekadar gagah-gagahan tetapi wujud kepedulian PPN terhadap pomparan Parna dimanapun berada, terlebih kita tahu saat ini tidak sedikit pomparan Parna yang membutuhkan kepedulian sosial dan mengalami degradasi kualitas SDM. Inilah satu fokus kepedulian kami PPN, untuk mengangkat kembali harkat dan potensi SDM pomparan Parna,” seru Manatar Simbolon.
Menjawab pertanyaan mengapa belakangan ini sering terjadi perbedaan prinsip dan silang pendapat di antara sesama pomparan Parna di media sosial yang menjurus keretakan persaudaraan, Heber Simbolon menjawan dengan diplomatis, hal tersebut adalah dinamika yang lumrah terjadi dalam suatu perkumpulan dengan jumlah anggota yang ribuan jiwa, tapi kami sebagai pengurus Punguan Parna Nusantara akan terus mencoba merangkul semua pomparan Parna sebagai panggilan satu darah namardongan tubu dan satu nenek moyang yang sama.
Pehelatan deklarasi dan pelantikan pengurus Punguan Parna Nusantara ini ditutup dengan alunan gondang sabangunan yang mengiringi tortor bersama antara pomparan Parna yang hadir. (Papa Jovanka)
