Riski: Menanam Kale, Memproduksi Nutrisi Kaya Gizi

Kale kaya protein

Penyandang sarjana ekonomi akuntansi dari UI  dan master dari American University Washington USA ini menjelaskan, kandungan vitamin C yang ada pada daun kale, bermanfaat untuk mengurangi peradangan, mencegah bahaya oksidasi dalam tubuh, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, daun kale mengandung asam lemak omega-3, mangan, thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), serta niasin (vitamin B3), dan juga berbagai senyawa antioksidan, seperti beta karoten, flavonoid, dan polifenol. Salah satu jenis flavonoid unik yang ditemukan dalam jumlah besar yaitu senyawa quercetin dan kaempferol.

Jus Kalemonade yang kaya vitamin dan berbagai anti oksidan. Selain itu, daun kale, juga berpotensi sebagai antikanker yang baik. Manfaat yang luar biasa dari kale ini, didapatkan dari kumpulam senyawa bioaktif di dalamnya, yang terbukti bisa meningkatkan proses detoksifikasi tubuh dan juga melindungi sel dari kerusakan DNA, sehingga bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.

Menurut Rizki, sayuran kale masih belum populer bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun, dia hendak menonjolkan kale organik yang ditanamnya. Baginya, penanaman organik sangat penting bagi petani untuk menjaga dari pemakaian pupuk atau pestisida kimia yang dapat membahayakan tubuh dan alam.

Alih-alih sayur kale kandungannya yang sangat kaya protein dan multi vitamin c. Ternyata dalam perawatan menggunakan pupuk kandang, tidak pakai pupuk kimia tentu memang perlu kesabaran. Namun ketika hasilnya bagus, harganya pun lumayan mahal. Di Indonesia sendiri sayuran ini sudah ditanam di mana-mana. Walau belum terlalu banyak yang tahu, tapi kemungkinan banyak yang menanam bukan dengan organic, mungkin hidroponik atau non organic, karena kenyataannya jauh lebih mudah menanamnya jika dibandingkan menanam dengan organic. Jika ditanam dengan tanpa pupuk kimia memang pertumbuhannya sangat amat lambat. Tetapi bagi Rezki tidak ada istilah menyerah, yang penting dampaknya yang menyehatkan.

“Kita itu makhluk hidup, kita bisa bertahan jikalau kita makan. Itu suatu hal. Yang tidak makan akan mati. Sampai kapanpun pertumbuhan manusia seperti deret ukur, maka pertumbuhan sumber makanan pun pasti mengikut, maka menyebabkan produksi makanan bertambah banyak,” sebutnya lagi. Tentu semuanya itu untuk dikelolah dengan biaya murah, dan bisa menguntungkan. Inilah menyebabkan quality of food atau kualitas dari makanan itu berkurang.

Kale MoNaDe

“Selain itu, kita perlu mewariskan hal yang baik untuk keturunan. Kita punya tanggung-jawab untuk itu, sebenarnya kenapa, karena alam yang rusak kita mungkin tidak akan merasakan, tetapi anak cucu akan merasakan,” ujarnya.

Ditanya pendapatnya, apa itu filosofi bertani? Rezki menjelaskan, setelah menggeluti dunia pertanian, jawabannya, seorang petani itu perlu ketekunan, harus mau menanam, memupuk bahkan, menunggu hasil panen. Mesti ada kesabaran, sebab tanaman yang sudah ditanam  kadangkala juga tanaman yang sudah dipupuk disirami tidak otomatis selalu berhasil. Rezki menemukan sari filosofi bertani yaitu; kesetiaan, komitmen dan ketulusan.

“Tanpa adanya komitmen tak akan bisa bertahan. Gagal sekali. Gagal dua kali, tiga kali pun jikalau dia memiliki komitmen, dia akan tetap melakukannya. Terus-menerus berusaha walaupun kegagalan itu dialami,” sebut istri Dr. Jeffry Naek Tua Panjaitan SpOG. Ibu dari anak, Kevin Immanuel Bonardo Panjaitan dan Caleb Julio Tigor Panjaitan. Rizki menyebut, adalah baik jika mengalami kegagalan untuk mental. “Saya tetap melakukannya walaupun gagal. Gagal wajarlah. Itu istilahnya pembelajaran buat melakukan hal yang benar,” ujarnya mengakhiri. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 14 =