PENGHARAPAN TIDAK PERNAH MENGECEWAKAN

Oleh: St. Dr. dr. Waldensius Girsang, Sp(K), D.Min

Yeremia 17:12-18

Shalom. Pada pagi hari ini kita akan membaca Firman Tuhan yang diambil dari Yeremia 17 ayat 12 sampai dengan 18. Sebelum kita membaca, saya mau bertanya. Tuhanlah pengharapan kita, amin? Bapak Ibu amin? Apakah ada pengharapan yang lain lagi? Ada tidak? Tidak ada. Pasti hanya Tuhanlah pengharapan kita. Mari kita baca Yeremia 17:12-18 secara bergantian. Kaum ibu yang pertama, kaum bapak yang kedua, dan terakhir kita bersama-sama.

Firman Tuhan berkata: “Takhta kemuliaan, luhur dari sejak semula, tempat kudus kita! Ya pengharapan Israel, Tuhan! Semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu.” “Orang-orang yang menyimpang daripada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air hidup, yakni Tuhan.” “Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah pujianku.”

“Sesungguhnya mereka berkata kepadaku: Di manakah Firman Tuhan itu? Biarlah ia sampai!” “Namun aku tidak mendesak kepada-Mu untuk mendatangkan malapetaka, aku tidak menginginkan hari bencana! Engkaulah yang mengetahui apa yang keluar dari bibirku, semuanya terpampang di hadapan-Mu.” “Janganlah Engkau menjadi kedahsyatan bagiku, Engkaulah perlindunganku pada hari malapetaka.”

“Biarlah orang-orang yang mengejar aku menjadi malu, tetapi jangan aku ini menjadi malu; biarlah mereka terkejut, tetapi jangan aku ini terkejut. Buatlah hari malapetaka menimpa mereka, dan hancurkanlah mereka dengan kehancuran berganda.” Terpujilah Bapa di surga atas Firman-Nya yang kita baca pada pagi hari ini. Bapak Ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, apa yang baru kita baca adalah potret pergumulan kolektif bangsa Yehuda. Saat itu umat Yehuda mengalami pergumulan yang sangat serius karena pilihan-pilihan hidup mereka sendiri. Mereka terus hidup dalam dosa karena mengandalkan diri sendiri demi mendapatkan kekayaan dan kenikmatan hidup.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 4 =