Heber Lalo Simbolon, SE, ST, M.Sc; Penegakan Hukum yang Benar, Jangan Tebang Pilih
Kalau demikian Pak Simbolon carut marut penegakan hukum kita, tumpang tindih penegakan hukumnya kita, tidak tahu siapa yang persis diikuti, apa yang membuat menurut Pak Simbolon, atau memang di atas pun sebenarnya tidak mampu menegakkan hukum, begitu?
Kalau kami lihat pertama pemerintah sekarang, menteri dan badan-badan aparatur penegak hukum ini mereka tidak terkoordinasi dengan baik. Bisa terkoordinasi dengan baik itu apabila pemimpin kita benar-benar kuat sehingga, dia bisa memaksa dan menyuruh memerintah, bahwa aparatur hukum itu harus membela masyarakatnya, bukan mencari masalah masyarakatnya sebagai pengusaha.
Apakah bisa dihendus, karena kelihatannya juga di hampir semua bidang, memang kita seperti berhenti bergerak bertumbuh, mungkin ekonomi kita tidak bisa masih bertumbuh 5% juga luar biasa kira-kira. Apakah memang karena pengelolaan negara ini yang masih belum maksimal dengan baik dilakukan atau memang karena dampak dari luar?
Saya melihat manajemen pengelolaan negara ini, saat ini kurang bagus, bahkan tidak bagus, mereka tidak punya gol yang menjadi tujuan kita. Apa sih tujuan negara ini? Jangan-jangan mereka tidak mengetahui, mohon maaf para pejabat sekarang, kalau kita tanya Pancasila, apalagi sampai butir-butirnya Undang-Undang Dasar yang menjadi dasar filosofi, kita ini berdiri harusnya mereka tahu itu, mereka lupa. Padahal, jelas bahwa tujuan negara ini ada di Pembukaan Undang-Undang Dasar 45, melindungi segenap tumpah darah Indonesia, melindungi segenap Rakyat Indonesia.
Melindungi, dilindungi dulu supaya enggak ada yang jahat-jahatnya, setelah bisa terlindungi, maka dicerdaskan setelah ini terlindungi, terlindungi itu boleh makan boleh tercukupi, papannya, sandangnya cukup. Maka dia akan disekolahkan, dicerdaskan. Setelah dia cerdas baru nanti kita ikut melaksanakan ketertiban dunia, itu amanatnya. Nah ini lupa, ini negara ini menganggur ke mana tujuannya spon di sisi lain asing terus menerobos untuk masuk melihat kekayaan kita yang begitu bagus, mereka lihat bahwa itu sumber ekonomi yang bisa dimanfaatkan, karena ada peluang, kita enggak pintar, mereka cenderung muncul. Saya kira begitu.
Tadi di awal kita sudah sebut memang ada sesuatu yang miss di pemerintahan kita, kita tidak boleh putus asa juga, bahwa harus ada pengharapan, pemerintahan yang baru kan sudah terpilih, dan dua bulan ke depan kita akan merasakan daya kepemimpinan dari beliau Probowo Subianto. Apa kira-kira harapan dari Pak Simbolon sebagai pengusaha agar harapan-harapan yang kita inginkan ini bisa diterjemahkan pemerintah?
Pertama, aturan hukum itu dipastikan dulu, seperti sekarang polisi banyak bermasalah dengan masyarakat. Aturan hukum bagi pengusaha asing yang rumit, karena dilihatnya aturan hukum di sini tidak pasti, lalu terlalu banyak lembaga yang mengurusi sesuatu hal seperti kami tadi, ada Tipikor, ada Inspektorat, ada KPK. Nah, ini kan ini cukup membuat mereka risih dan ini harapan kita ke depan, kepada presiden yang baru, benahi dulu ini aturan hukum ini. Gampang sebenarnya. Letakkan orang pada posisi orang benar di tempat yang benar. Nah, itu jangan juga nanti, mohon maaf, jangan juga pengusaha ojol jadi menteri pendidikan, ngaurlah ini negara ini. Begitu loh. Jadi, jangan juga yang yang tidak tepat di posisi yang salah pula, ujungnya cheos di masyarakat kita, tak punya arah.
Lalu, kemudian nanti sudah terlindungi dengan hukum, baru pendidikan kita pelan-pelan dibenahi. Harapan kita supaya kita benar-benar aman, terdidik, baru kita bisa mendunia, kalau sekarang kita bertanding dengan masyarakat dunia, habis ini anak-anak bangsa, ini tak akan mampu bersaing dengan anak-anak bangsa lain. Jangankan bersaing, mungkin duduk bersama juga kita akan minder. Ini posisi kronisnya. Nah, jadi Pak Prabowo nanti kalau bapak menjadi presiden sudah duduk bersama buat aturan hukum ini dulu, supaya masyarakat ini terlindungi bukan terzolimi.
Ke depan apa yang mau dilakukan kalau pemerintahan ini sudah berubah, presidennya sudah berubah?
Apkindo ada di punya 18 cabang di provinsi anggota kami kurang lebih ada sekitar 3.000 perusahaan. Nah, saat ini mayoritas ini berhenti berusaha kenapa berhenti, pertama tadi karena aturan itu enggak bagus sehingga sekarang perizinannya rumit untuk menjadi pelaksana kontraktor. Perizinan rumit, keuntungan juga tak jelas harga harga setiap saat bisa berubah. Nanti kalau sudah ada pemerintahan yang baru. Apkindo sesuai apa kami Panca Setia kami bahwa untukmu Negeriku Kupersembahkan Jiwa dan Ragaku.
Kami hadir di bidang konstruksi. Kami siap membangun lagi Pertiwi. Itu harapan kita dari Apkindo dan semangat itu dikeluarkan kembali untuk membantu bangsa ini, negara ini. Kita harus menjadi anak bangsa yang benar-benar mencintai bangsa ini, bangsa ini besar. Saya sekarang iadi kembali lagi membaca Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Apalagi butir-butirnya itu saya cari buku yang tahun 50-an. Ternyata kalau dibedakan dengan terbit tahun 2020-an memang ada perbedaan ini yang membuat kita dangkal. Sekarang seluruh elemen bangsa apalagi khususnya institusi pemerintah. Padahal, istilah-istilah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45. Itu marwah kita.
