Ir. Janwar Lumban Gaol: Berkat Tak Selalu Materi Tetapi Kebahagiaan
Kuliah di Bandung tetapi menyelesaikan studi di Jakarta. “Waktu itu saya menyelesaikan pendidikan terakhir justru di Jakarta, kuliah kerja nyata di PT Total Indonesia,” kenang lulusan ITB 1987 ini. PT Total Indonesia sendiri adalah perusahaan minyak Perancis yang bermarkas di Paris, dan salah satu empat perusahaan minyak teratas di dunia. Dari perusahan Francis itulah Janwar mendapat biaya untuk menyelesaikan tugas akhir hingga dana wisudanya ditanggung perusahaan.
Berkarier di BUMN
Begitu lulus dari ITB, pengalaman sudah ada di perusahaan multinasional, maka dengan mudah juga diterima kerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tepatnya di PT Elnusa Geosains Jakarta. Di perusahaan anak Pertamina itu dia bekerja selama dua belas tahun, mulai tahun 1988 hingga tahun 2000. Di Elnusa dia berkarier di bidang Survei Seismik. Perusahaan berkantor di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Setahun bekerja di perusahaan BUMN itu, dia pun memberanikan menikah, tepatnya, pada 21 Desember 1991.
Di Elnusa, Janwar bekerja di bidang Survei Seismik yang tugasnya di lapangan untuk mencari cadangan migas di bawah permukaan bumi, cara kerjanya dengan menggunakan gelombang seismik. Hasil rekaman atau penelitian yang diperoleh dari survei ini disebut dengan seismogram yang kemudian diproses menjadi penampang seismik, data itu kemudian diolah jadi dasar penambangan.
Survei seismik sendiri merupakan metode pemilihan parameter akuisisi data, tentu dengan mempertimbangkan target yang akan dicapai. Sementara alatnya disebut seismometer, alat untuk mengukur gerakan tanah, termasuk gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan sumber gempa lainnya bisa direkam. Rekaman gelombang seismik memungkinkan seismolog untuk memetakan bagian dalam bumi.
