Ir. Janwar Lumban Gaol: Berkat Tak Selalu Materi Tetapi Kebahagiaan

Rencana awal mendirikan usaha, dan bertepatan berdekatan momen waktu itu pemilihan umum. Kesempatan itu pun dimanfaatkannya. “Waktu itu lagi pemilihan legislatif. Atas dorongan keluarga dan teman-teman saya gunakan kesempatan itu juga jadi calon anggota dewan di Kabupaten Humbang Hasundutan,” ujarnya anak dari Henok Lumban Gaol dan Emelia boru Banjarnahor ini. Pertama yang dilakukannya mencari partai, maka ketemulah Partai Kedaulatan (PK) yang malah mempercayainya sebagai ketua partai PK Kabupaten Humbang Hasundutan.

Usahanya pun membuahkan hasil terpilih sebagai anggota DPRD. Janwar terpilih bersama dengan duapuluh lima anggota yang lain menjadi Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan. Janwar sendiri terpilih mewakili daerah pemilihan satu yang meliputi lima kecamatan; Baktiraja, Dolok Sanggul, Onan Ganjang, Pollung dan Sijamapolang. Namun sebagai politisi baru dirinya cepat beradaptasi dan belajar untuk menggembangkan diri sendiri. Tentu, sebagai politisi waktu itu dia banyak membeli buku-buku yang berkaitan dengan tugas-tugas sebagai anggota dewan. “Waktu itu saya rajin beli dan baca buku. Buku itu pun tak hanya untuk saya, banyak saya bagi-bagi ke anggota dewan di Kabupaten Humbang Hasundutan,” kenang anggota DPRD Kabupaten Humbung Hasundutan 2009-2014. Niatnya membagi-bagi buku agar mereka sebagai wakil rakyat bisa tahu persis tupoksi masing-masing.

Hidup jadi berkat

Bagi anggota jemaat HKBP Kramat Jati ini, bahwa hidup harus seimbang, tepatnya menjadi berkat. Bukan hanya untuk dirinya, bukan juga hanya untuk keluarganya. Dia merasa keluarga memang harus jadi pondasi, tetapi di luar keluarga juga harus diberi peran. Ikut membantu. “Kita harus melangkah, mengambil tindakan nyata untuk menjadi berkat bagi orang lain. Hidup tak hanya untuk kita nikmati sendiri,” ujarnya. Karena itu, baginya memaknai keseimbangan itu membagi perhatian, waktu dan dana di organisasi sosial.

Bersama istri: Ir Heddy boru Sitohang, salah satu direktur di PT Sumber Batu Group

Tentu, tak semuanya bisa dilakukan, sudah tentu sesuai takaran, semampu yang bisa dilakukan, termasuk di komunitas marga, di komunitas gereja dia memberi diri melayani. Di marganya di Lumban Gaol misalnya, Janwar sudah berkali-kali dipercaya jadi sekretris umum pengurus pusat, dan tidak tertarik untuk jadi ketua umum. Baginya hanya ingin bekerja di balik layar, berkontribusi tak harus di depan. “Saya hanya mau berperan bukan untuk di depan. Saya hanya ingin pendorong saja di organisasi,” jelasnya lagi. Alih-alih, memberi kontribusi nyata, bukan untuk menonjol di depan umum. Demikian juga di gereja, Janwar sadar tiap-tiap orang punya kapasitas dan talenta untuk dipanggil dan diperlengkapi Tuhan dalam melayaniNya.

“Kita harus melangkah, mengambil tindakan nyata dalam berbuat, yang penting kita tahu takaran diri kita, tahu diri mengukur diri,” ujarnya. Namun perkejaan sosial itu harus jalan untuk membantu dan memberikan pelayanan sosial di berbagai ruang yang bisa dilakukan. Di HKBP Kramat Jati sendiri Janwar juga telah memberi tanggung jawab, pernah satu periode menerima tugas sebagai ketua Dewan Diakonia. Di masanya sebagai ketua dewan diakonia; selain mengumpulkan sejumlah dana juga memberi anak-anak jemaat yang tak mampu secara finansial tetapi berprestasi diberi beasiswa. Selain itu, atas perannya dan teman-temannya di Dewan Diakonia HKBP Kramat Jati membangun Klinik Gereja (Klinik tempat mengobati penyakit-penyakit ringan, sedangkan penyakit lebih parah dirujuk ke rumah sakit). Di Klinik Gereja berobat gratis dan obat pun disediakan disana. Ada dokter dan perawat disana setiap hari Minggu.

Cover di majalah NARWASTU

Hal itu bisa dia lakukan oleh karena ada dukungan dan topangan keluarga. Rasa syukur suami Ir Heddy boru Sitohang, keluarga selalu memanjatkan doa dan memberikan perhatian, dorongan semangat, dan juga ketiga anaknya yang jadi sumber penyemangat, selalu mendukung apapun yang dikerjakannya untuk kemaslahantan. Ini berkat Tuhan. Di keluarga pun dia berhasil, di bidang pelayanan sosial juga berkontribusi.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − six =